Tokoh

Sultan Najamudin Terpilih Menjadi DPD RI wakil Bengkulu

1.18KViews

MATRANEWS.id — Sultan Baktiar Najamudin (SBN) kembali menjadi anggota DPD (Dewan Perwakilan Daerah) Republik Indonesia. Anak muda istimewa yang multitalenta, mewakili masyarakat Bengkulu di Senayan Jakarta.

Aktivis, penggiat social hingga pebisnis dan politisi ini akan sibuk lembaga tinggi negara dalam sistem ketatanegaraan Indonesia yang anggotanya merupakan perwakilan dari setiap provinsi yang dipilih melalui Pemilihan Umum.

Lembaga legislatif yang berfungsi memberikan pertimbangan dalam pembentukan undang-undang. Dalam surat suara calon DPD RI Provinsi Bengkulu, di Pemilu 2019 lalu, ia diingat dengan tagline: paling kanan, coblos nomor 31. Anak desa berkelas dunia. Muda, bersih dan berpengalaman.

Sultan mencatatkan rekor baru dalam perolehan suara pemilu untuk calon DPD RI dapil Bengkulu. Sejak dilangsungkan pada tahun 2004 lalu, rekor tertinggi perolehan suara DPD RI dipegang Ahmad Kanedi pada pencalonan DPD RI periode 2014-2019 dengan perolehan 150.074 suara namun, angka itu jauh dibawah perolehan suara SBN di pemilu tahun ini.

SBN mengumpulkan 191. 499 suara dengan sebaran kemenangan merata di seluruh kabupaten /kota di Provinsi Bengkulu. Angka itu menjadi rekor baru dalam pertarungan perebutan suara DPD RI, bahkan suara SBN melebihi perolehan suara partai pemenang pemilu di wilayah Provinsi Bengkulu.

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) selaku partai pemenang hanya mampu mengumpulkan 136.023 suara versi 100 persen Situng KPU.

Akumulasi perolehan suara SBN tersebut berdasarkan hasil rapat pleno KPU yang digelar pada Jumat, 10 Mei 2019. Sebelumnya, beberapa kalangan telah memprediksi SBN akan menjadi jawara untuk perolehan suara DPD RI di pemilu 2019.

Atas rekor itu, SBN mengucapkan rasa syukur dan berterimakasih kepada seluruh masyarakat Provinsi Bengkulu yang telah mencoblosnya di 17 April lalu. SBN mengakui tanpa dukungan masyarakat dirinya bukan apa-apa dan rekor baru perolehan suara DPD itu tidak mungkin terwujud.

“Tidak ada yang lebih dahsyat dari ‘Usaha dan Doa’ terimakasih untuk seluruh saudara-saudaraku dimanapun berada, yakinlah SBN akan sepenuh hati untuk menjaga amanah ini” kata Sultan kepada S.S Budi Raharjo, majalah eksekutif di Ampera Raya, 59, Kemang, Jakarta Selatan.

SBN dengan nada haru juga menyampaikan ucapan terimkasih atas soliditas tim dan fanatisme pendukungnya yang telah berjuang jiwa dan raga hingga kemenangan dengan perolehan yang fantastis bisa tercapai.

“Sanak keluarga, tim SBN, fans club, dan semua anak-anak muda dan senior-senior yang telah membantu, mereka semua bagian yang tak terpisahkan dari perjuangan saya” kata pria yang dikenal santun, pekerja keras dan cerdas ini.

Tokoh muda yang terkenal rendah hati itu, juga menyeru kepada seluruh masyarakat untuk tetap menjaga kondusifitas pasca pemilu. Ia berharap seluruh masyarakat yang terlibat dalam pertarungan pemilu untuk tetap merekat persatuan dan kesatuan bangsa.

SBN juga berterimakasih dengan seluruh jajaran penyelenggara pemilu, aparat keamanan, dan seluruh stackholder hingga pemilu di Bengkulu berlangsung sukses.

“Ayo kita kita tatap masa depan, perjalanan panjang bangsa ini masih jauh, kita harus saling merangkul tidak ada menang kalah itu hanya soal angka-angka saja,” tutur bungsu tujuh bersaudara pasangan almarhum Najamudin-Nuraini.

“Prinsipnya, kita semua punya tanggungjawab untuk menjadi penyambung aspirasi rakyat, siapapun kita mau yang menang yang kalah tidak ada beda, mari kita rajut kembali silahturahmi yang mungkin karena pemilu kemaren sempat kurang harmonis,” kata SBN

Ke depan, calon senator muda ini berjanji akan membangun sinergi dengan semua pihak termasuk degan anggota DPD RI yang terpilih. SBN berharap sinergi dan kebersamaan terbangun lebih luas sehingga peran dan fungsi DPD RI semakin bermanfaat untuk rakyat.

“Fungsi DPD RI dalam mendorong dan fasilitasi pembangunan daeunturah harus maksimal, lembaga ini sangat strategis, kuncinya kolaborasi dan saling mendukung, jangan sampai suara rakyat yang diberikan kepada kita sia-sia tanpa manfaat, kewajiban kita untuk memberi manfaat dan hak masyarakat atas itu,” cucu dari salah satu pendiri Bengkulu, yakni ST Bachtiar Yakub (Ketua Provinsi Bengkulu).

Dari garis keturunan inilah, Sultan diberi gelar oleh keluarga Rejang di Lubuk Kembang Rejang Lebong. Sedangkan gelar: “Tuan Muda Maharaja Sakti,” adalah gelar kerajaan Pagayurung karena kakek beliau masih keturunan Pagaruyung.

Sultan B Najamuddin bersama sang kakak, yang bernama Agusrin M Najamudin diminta beberapa tokoh pejuang Provinsi Bengkulu untuk kembali dan memperbaiki Bengkulu. Bertindak sebagai Panglima Perang, sekaligus komandan pasukan, Sultan berhasil menghantarkan sang kakak Agusrin M Najamudin menjadi Gubernur pertama yang dipilih langsung masyarakat Bengkulu.

Sang kakak Agusrin dikenal sebagai gubernur yang fenomenal, dengan program ribuan handtractor untuk petani dan Pantai Panjang Bengkulu.

Kiprah Nasional

Selepas SMA pada 1996, Sultan merantau ke Jakarta. Selama di Jakarta berjuang dan bertahan hidup untuk melanjutkan pendidikannya. Alumnus Universitas Indonesia yang sempat menjadi tukang AC, ia juga pernah tercatat sebagai pemimpin di sejumlah media seperti pimpinan perusahaan majalah Majalah Health News.

Tahun 1999, Sultan mengembangkan Holding ASA Karya Group yang bergerak di bidang alat-alat keamanan hingga pertambangan dan kehutanan. Adik dari Gubernur Bengkulu, Agusrin Najamudin yang berhasil memikat rakyat dalam pilkada langsung dua periode.

Tahun 2009, tercatat sebagai Ketua DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI).

Di Bengkulu, keluarga Sultan melegenda dan fenomena, diiingat serta dicintai rakyat sampai sekarang. Soeprapto BA dan Agusrin Najamudin adalah gubernur yang suka melakukan kunjungan ke daerah-daerah secara diam-diam dan sangat merakyat.

Menjadi anggota DPD termuda di tahun 2009, pada 2013 Sultan terpilih menjadi Wakil Gubernur (2013-2015).

Ia melakukan upaya dan terobosan-terobosan, khususnya bidang pengawasan dan aktif membuat Bengkulu semakin dikenal di tingkat nasional dan internasional.

Karena posisi sebagai wakil Gubernur mempunyai kewenangan terbatas, Sultan pun maju menjadi calon Gubernur berikut berpasangan dengan Mujiono. Ia bersaing dengan Ridwan Mukti dan Rohidin Mersya.

Kalah pemilihan Gubernur tidak membuat Sultan kecewa, ia menerima sportif.

Selain kembali mengurus bisnis, Sultan mendirikan IDE (Institute of Democracy and Education). Program Desa Bersinar BNN harus diakui merupakan pengembangan ide dari Desa Cegah Narkoba, buah pemikiran dari tim Sultan di Ampera 59. Kala itu, LSM Desa Cegah Narkoba memaparkan program Ridma Foundation. Yang bertujuan menghidupkan pos kamling di desa perbatasan serta pelosok Indonesia, dengan wifi serta menyiapkan Koran Dinding cegah narkoba.

———-

Sultan: “Semua Dalam Rencana Tuhan.”

Bisa komentar khusus terhadap Agusrin?
Beliau gubernur Bengkulu yang menjebol isolasi Bengkulu, ribuan handtraktor gratis untuk petani, pembangunan pantai panjang, laju pertumbuhan ekonomi yang tinggi, harga sawit dan karet yang sesuai bagi petani dan ide besar pembangunan pariwisata, penerbangan udara yang ramai, sampai proyek sekala internasional yaitu pembangunan rel kereta Pulau Baai – Muara Enim.

Bicara bibit, meski lahir dari keluarga sederhana, Anda keturunan Sutan Yakoeb Bachtiar salah seorang pendiri Bengkulu?

Iya. Seperti yang tertulis dalam sejarah Sutan Yakoeb Bachtiar adalah Ketua Presidium pendirian Provinsi Bengkulu saat berpisah dengan Sumsel. Menariknya, saya baru mengetahui fakta sejarah itu setelah besar.

Kalau toh pada saat lalu bisa menjadi Wakil Gubernur, adalah kehendak Tuhan. Seperti halnya sekarang, terpilih menjadi anggota DPD RI, semua rencana Tuhan saja.

Anda biasa disapa SBN, pernah menjadi wakil Gubernur Bengkulu termuda. Bagaimana rencana ke depan?

Alhamdulilah.
Masih muda, saya sudah berhasil melewati rute ideal untuk menjadi seorang pemimpin. Mengacu falsafah Jawa seorang pemimpin harus punya bibit, bobot dan bebet yang unggul.

Saya mulai dari seorang aktivis di kampus, penggiat sosial, pebisnis sampai politikus.


Saat belum genap 30 tahun, sudah tercatat sebagai deretan anggota DPD termuda?

Benar. Anggota DPD RI dari Bengkulu periode tahun 2009 – 2014. Boleh berbangga. Perolehan suara waktu itu, terbanyak dibanding tiga anggota lainnya. Saya disebut kader muda yang berani tampil membawa angin perubahan di lembaga tinggi negara tersebut. Tidak kurang dari politisi senior sekelas Ginanjar Kartasasmita memberikan apresiasi yang besar.

Sekarang juga begitu. Alhamdulilah. Kita berusaha dan Tuhan memberi yang terbaik, diberi mandat rakyat Bengkulu menjadi anggota DPD RI.

Di arena politik, Anda sempat menjadi calon Ketua Umum DPP KNPI pada tahun 2006?

Ya. Waktu itu, umur saya baru 27 tahun. Menjadi fenomena juga, di tengah para politisi senior punya kader masing-masing. Mereka sempat kalang kabut. Mereka turun gunung untuk menghadang langkah saya. Semua kandidat ketum KNPI berkoalisi menghadang, tak pelak, di kemudian hari organisasi itu terbelah menjadi dua.

Gimana ceritanya Anda bisa jadi Wakil Gubernur?

Semua langkah politik dilalui. Sadar harus menjadi teladan, mulai dari hal kecil hingga yang terbesar. Mulai dari persoalan sosial, kerja hingga kecepatan bertindak dan mengambil keputusan,. Membangkitkan semangat dan instrospeksi. Dengan kepiawaian berkomunikasi, saya memperoleh dukungan full dari anggota DPRD Bengkulu saat mencalon menjadi Wakil Gubernur. Dari 45 anggota DPRD, 42 anggota dewan memilihnya dan satu abstein.

Banyak yang menilai Anda, menonjol dan dalam waktu instan?
Saya memang menjaga relasi dan hubungan baik. Tidak ada yang kebetulan di dunia ini. Tuhan punya rencana. Tentunya kita harus berusaha dengan kerja keras dan berdoa.

Saya yakin itu. Bekerja dan berdoa. Meski lahir di desa dan dibesarkan dari keluarga sederhana, sebagai bungsu tujuh bersaudara. Saya dari kecil dikenal pintar, santun dan pekerja keras.

Anda lahir di mana?

Lahir di desa Anggut, Bengkulu Selatan tahun 1979. Ayah saya, Najamudin dan ibu saya Nuraini adalah petani sederhana. Menyelesaikan bangku Sekolah Dasar di desa.

Sewaktu SMP, saya bersekolah di Ulu Talo Seluma. Lokasi SD dan SMP, lumayan jauh dari kota. Tapi, ya tetap semangat. Terpaksa berjalan kaki sekitar satu jam untuk pergi ke sekolah setiap hari.

Anda yakin menyebut diri pintar?

Selama SD dan SMP Sultan selalu menjadi Juara Umum. Termasuk setelah SMA berprestasi dan menjadi juara kelas. Sempat dua kali berpindah sekolah dari SMA 1 Manna ke SMA 3 Manna Bengkulu Selatan hanya semata-mata karena ingin selalu menjadi orang nomor satu. Karena Tuhan lewat firmannya sudah berpesan, jadilah Kepala bukan ekor. Ha-ha-ha…

Di SMA 3, Anda menunjukkan kepiawaiannya berorganisasi dengan menjadi pengurus dan ketua OSIS?

Alhamdulilah. Selepas SMA pada tahun 1996, saya merantau ke Jakarta mengikuiti jejak sang kakak Agusrin M Najamudin. Berjuang, bertahan hidup sekaligus mengejar takdir.

Ayah, yang kini sudah almarhum, Najamudin, jauh-jauh hari sudah mengingatkan saya, bahwa hanya sanggup mendanai pendidikan sampai SMA. Selanjutnya, silakan berjuang sendiri.

Anda pergi ke Jakarta, dipaksa situasi bekerja demi kelanjutan pendidikan?
Niatnya begitu. Bertekad untuk bertempur mengubah nasib. Cukup berat memang. Tiba di Ibu Kota, rasa takut sempat menjalari tubuh saya. Namun obsesi untuk maju, demikian membuncah. Kerasnya kehidupan metropolitan, coba dipahami dan dipelajari.

Terlanjur merantau, menyeburkan diri ke dalam persaingan hidup di Jakarta. Uang sebanyak Rp 750.000 yang dibawa dari kampung, saya gunakan sebagai modal membuka usaha servis AC keliling.

Bagai cerita sinetron “derita” tiada akhir?

Ha-ha-ha. Saban hari, dengan menaiki motor butut, saya yang kala itu masih berusia 17 tahun, mengelilingi kota Jakarta. Seluk-beluk dan hiruk-pikuk Ibu Kota menjadi santapan saya setiap hari. Untuk setiap mesin pendingin yang diperbaiki, saya mendapat upah sebesar Rp 12.500. Lumayan, saya bisa makan.

Bener tuh, kejadian hidup Anda?

Ya. Kegigihan untuk mengubah nasib benar-benar nyata. Buktinya nampak pada 1997, yakni berdirinya sebuah usaha penjualan AC bekas. Dan berjalan dengan mulus.

Peristiwa bisnis yang membuat kandas karena apa?
Namanya bisnis ada turun naik. Tapi, pada suatu hari, petaka muncul. Perampok menghabisi semua barang dagangan berikut dengan uang kami. Lemas rasanya. Setengah tak percaya.

Modal dan peralatannya sirna. Sepertinya, ingin menyerah saja pada hidup. Tapi, rupanya rasa pesimis di dadanya masih bisa dikalahkan oleh kekuatan tekad yang saya bangun selama ini. Dan, Alhamduliah, usaha kami kembali berjalan seperti sedia kala.

Benarkah, saat krisis ekonomi terjadi, 1998, Anda malah ketiban rejeki?

Benar sekali. Bisnis AC maju pesat. Ketika kerusuhan melanda Jakarta, saya menerima banyak mesin pendingin bekas. Keuntungan sudah pasti ada di depan mata. Semua AC yang datang, kami perbaiki kembali, sehingga bisa dijual dengan harga yang naik tentunya. Omset kami saat itu mencapai ratusan juta.

Bisa disebut pebisnis sejak kapan?

Ketika usaha saya melebar. Sampai kepada penyewaan AC untuk acara-acara besar. Seperti seminar dan pernikahan. Malah, saya memberanikan diri untuk merambah jenis bisnis lain, yaitu jual beli mobil bekas dan importir alat elektronik.

Jatuh bangun usaha, bagi seorang pebisnis adalah hal yang sudah diantisipasi dan harus diterjang. Saya juga pernah menjadi penjual martabak ketika bisnisnya sedang lesu. Panjang deh, ceritanya. Nanti kita buat buku saja. Ha-ha-ha.

Karena asyik berbisnis, cita-cita Anda sekolah setinggi-tinggi sempat terbengkalai ya?
Ya. Baru lulus sebagai sarjana pada 2005 dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Indonesia. Merampungkan S2-nya di salah satu kampus swasta di Jakarta. Waktu kuliah, ngurus bisnis. Bolak-balik Korea dan Eropa. Waktu itu, tekad saya kuliah selesai, bisnis sukses.

Pada 1999, Anda bersama kakak membuka sebuah perusahaan induk bernama PT. Asa Karya Group?

Jenis usaha kami, merambah ke bisnis peralatan keamanan. Seperti senjata dan pemindai metal. Bekerjasama dengan Mabes Polri dan Departemen Pertahanan. Termasuk terbesar di Indonesia. Saya sering ke Eropa seperti Ceko, Hongaria untuk mencari peralatan keamanan yang dibutuhkan oleh kedua institusi itu.

Melalui PT. Asa Bintang itu apa?

Bisnis produksi tabung gas elpiji. Bekerjasama dengan salah satu BUMN di tanah air. Sedang berbisnis kapal laut dan produksi medis. Malah, sudah ekspansi ke usaha pertambangan dan perkebunan di Sumatera dan Kalimantan Selatan. Omsetnya puluhan milyar sampai ratusan miliar. Saya juga sebagai pemimpin perusahaan majalah kesehatan di Jakarta.

Benarkah, Anda sesungguhnya punya kakek seorang pengusaha dahsyat?

Menjadi pengusaha memang bukanlah hal asing. Kakek seorang pengusaha hebat dan sukses di zamannya. Siapa yang tidak kenal dengan pengusaha besar Wahab Affan, pemilik pabrik mobil Datsun dan pabrik perkapalan di bawah bendera Sang Saka. Itu kakek saya.

Pada 2005, Anda pulang kampung. Punya rencana apa?

Di dalam hati, saya bertekad untuk mengabdi di tanah kelahiran. Sebagai ketua Umum DPD KNPI Provinsi Bengkulu (2011-2014), saya banyak melakukan berbagai aktivitas di bidang sosial tanpa pamrih. Mulai dari pemberian santunan bagi balita gizi buruk, bantuan korban bencana, kampanye anti narkoba, penanggulangan HIV/AIDS hingga operasi bibir sumbing.

Pilkada 2005, Anda bertindak sebagai jenderal lapangan dan memimpin pasukan?

Alhamdulilah, berhasil mengantarkan kakak saya, Agusrin M Najamudin sebagai gubernur termuda di Indnesia pertama yang dipilih langsung. Yang paling utama adalah berbuat yang terbaik bagi Bengkulu. Sebagai putra daerah, saya sering mengelus dada melihat keadaan provinsi sekarang yang seakan ketinggalan momentum untuk menggenjot pembangunan dan mengejar ketertinggalan.

Beberapa fenomena menarik soal pemimpin yang masih membujang juga terjadi di beberapa negara maju?

Iya. Seperti Korea dan Filipina yang dipimpin bahkan oleh seorang perempuan. Korea bahkan sekarang menjadi Negara dengan laju perekonomian tertinggi di Asia. Begitu juga dengan Filipina terbukti menjadi Negara yang relatif stabil. Namun terlepas dari alasan itu semua, saya berserah. Apa yang terjadi pada diri saya adalah takdir Tuhan.

Waktu muda Anda hanya digunakan untuk urusan bisnis, social, politik dan birokrat. Boleh tahu cerita cinta Anda?

Istri saya? Ya, semua adalah masyarakat Bengkulu. Karena saya masih membujang, masyarakat mau ketemu saya, jam berapapun. Saya siap. Saya siap bekerja 24 jam. Sendiri itu lebih irit. He..he. Dan sendiri lebih mandiri. Semua keputusan ada di tangan saya tanpa ada intervensi dari siapapun.

Apa janji Anda terhadap rakyat Bengkulu?

Saya tidak perlu membuat banyak janji. Tapi saya harus membuat bannyak bukti.Bengkulu adalah tanah kelahiran Saya. Tanah kelahiran ibu Negara pertama. Tanah yang pernah menjadi tempat Bung Karno memikirkan Indonesia.

Bengkulu adalah satu-satunya daerah yang dijajah lama oleh Inggris Terbukti Benteng terbesar Inggris, Marlborough, berdiri kokoh dan megah sampai saat ini. Dan saya yakin, Inggris memilih Bengkulu bukan karena kebetulan dan pasti karena sesuatu yang sangat menguntungkan.

Wah apa itu?

Saya akan membuka dan menjawab rahasia-rahasia itu. Saya dan seluruh masyarakat lah yang akan menentukan masa depan Bengkulu. Masyarakat Bengkulu, baik itu petani, nelayan dan anak sekolah punya hak untuk hidup yang lebih baik.

Saya hanya bisa menjalani. Menjadi DPD RI, saya tidak akan mengecewakan yang memilih saya. Berikan yang terbaik kepada masyarakat. Bagi saya, Bengkulu adalah pertaruhan akan dedikasi dan reputasi.

***

Banyak prestasi seni dan budaya lainnya yang lahir dari tangan dingin Sultan. Sementara di bidang olahraga, Sultan yang juga Ketua KONI Provinsi Bengkulu (2011-2014) mendorong atlet-atlet muda untuk maju dan berkembang di kancah nasional. Beberapa atlet renang dan pembalap moto cross pernah disupport hingga menjadi atlet nasional dan membawa harum nama Bengkulu dan Indonesia.

Sultan memang terkenal aktif di jenis organisasi kepemudaan. Di kancah internasional, nama Sultan cukup diperhitungkan. Maklum sewaktu menjadi anggota DPD RI, Sultan menjadi Ketua Panitia Hubungan Antar Lembaga (PHAL) yang tugasnya sebagai senator mewakili Indonesia pada pertemuan-pertemuan tingkat internasional.

Tercatat dia beberapa kali memimpin delegasi Indonesia pada sidang istimewa PBB dan forum-forum penting lainnya di banyak Negara. Sementara sebagai pengusaha, dia bermitra dengan beberapa partner strategis dari Jepang, Korea dan Negara lain di Eropa.

Bahkan, Sultan diangkat sebagai Ketua Forum Jepang – Indonesia Bengkulu, dimana anggotanya kebanyakan pengusaha besar Jepang, seperti dari Mitsubishi, CRIEP, Tosibha, Takafuji, Tokyo Power Plan dan lainnya. Hubungannya dengan pengusaha Korea juga sangat dekat dan sudah menjadi parner selama puluhan tahun, seperti, Hanwa, Daewoo dan Korean City.

Beberapa perusahaan Korea yang berminat dengan proyek pembangunana rel kereta dari Muara Enim menuju Pulau Baai Bengkulu adalah mitra lamanya. Proyek yang dikenal sebagai Terusan Suez Sumatera ini ide dan konsep dasarnya datang dari mantan Gubernur Bengkulu Agusrin M Najamudin yang terkenal dengan “Gubernur Gila”, karena ide-idenya yang gila,kecepatan kerja dan pemikiran yang selalu di luar logika umum kakak kandung Sultan.

Keturunan komplit

Keistimewaan Sultan lainnya adalah memiliki silsilah yang komplit. Dia bukan saja memiliki darah Bengkulu, tapi juga darah Minang dan Sumsel. Pada diri Sultan mengalir darah dari berbagai suku. Ada darah Rejang, Padang dan Serawai.

Bapaknya asli Bengkulu Selatan, sementara ibunya campuran Padang dan Bengkulu Selatan. Sementara kakeknya, Sutan Yakoeb Bachtiar berdarah asli Rejang dan Minang, keturunan langsung Raja Pagaruyung dan pernah tercatat sebagai Ketua DPR GR Bengkulu Utara. Bahkan menurut Sultan adalah produk komplit dari kerajaan Bangkahulu, Pagaruyung dan Sriwijaya

Di suku Rejang sendiri, Sultan mendapat anugerah gelar kehormatan Raja Anom II. Pemberian anugerah itu dilakukan oleh Ketua Badan Musyawarah Adat (BMA) Lebong, dalam rangka HUT Kab. Lebong yang 10. Pemberian gelar itu sangat tepat karena Sultan merupakan keturunan dari raja kerajaan Pagaruyung.

Meskipun asli putra daerah, Sultan tidak canggung berkomunikasi dan bertindak layaknya masyarakat Jawa. Bahkan banyak orang dari suku Jawa menilai Sultan lebih Jawa dari orang Jawa. Maklum saja karena sejak kecil dia bergaul dengan masyarakat Jawa. Anak angkat ayahnya semuanya warga tranmigrasi. Sementara kakaknya beristrikan orang Jawa bahkan dari golongan ningrat Jawa.

Terbukti, dia mampu berkomunikassi politik dengan baik dengan para petinggi negeri, Seperti mantan Presiden RI yang juga Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono, Ketua PDI Perjuangan Puan Maharani, Menkopolkam Luhut Panjaitan dan politisi senior lainnya. Beberapa kali juga berjumpa dengan Jokowi dan Prabowo.

Dekat dengan Ketua Kadin, Rosan P Roslani. Akrab dengan Puan Maharani, kandidat Ketua DPR RI. Momentum dan kepeduliannya tak hanya dengan ptinggi negeri, dengan rakyat kebanyakan, ia juga ramah dan santun. Maklum, ia juga pendiri dari LSM anti narkoba yang terus menjadi mitra BNN.

Bengkulu istimewa

Bagaimana Sultan tidak jatuh cinta dengan Bengkulu. Di mata dia, Bengkulu istimewa karena memiliki latar belakang sejarah yang besar dan potensi alam yang besar pula.

Sebagai sebuah wilayah yang merupakan bagian dari Sumatera Selatan, Bengkulu memiliki sumber daya alam yang melimpah. Sebelum Freeport berdiri yang merupakan tambang emas terbesar di Indonesia dan kedua di dunia, Bengkulu sudah lebih dulu terkenal sebagai penghasil emas.

Ada perusahaan besar yang dikelola Belanda bernama Lusang Mining beroperasi di wilayah Lebong, Bengkulu. Sebagai bukti, emas tugu Monas di Jakarta berasal dari Bengkulu.

Sekadar informasi, Bengkulu dulunya adalah daerah bekas jajahan Inggris. Berdasarkan traktat London ditukar guling dengan Singapura yang dikuasai Belanda pada tahun 1824.

Maka tidak mengherankan bila peninggalan Inggris banyak ditemukan di Bengkulu. Demikian juga di Singapura, nama Bengkulu atau Bencoolen diabadikan menjadi nama jalan (Bencoolen Street) dan hotel (Bencoolen Hotel).

Hal itu bisa terjadi karena pendiri Singapura Sir Thomas Stamford Raffles, sebelumnya adalah gubernur Bengkulu. Orang yang sama menemukan bunga terbesar di dunia, Bunga Rafflesia Arnoldi.

Pada masa perjuangan kemerdekaan, nama-nama besar seperti A.M Hanafi, mantan Menteri Urusan Tenaga Rakyat dan Duta Besar Republik Indonesia untuk Kuba sekaligus orang dekat Presiden Soekarno berasal dari Bengkulu.

Selain itu sejarah terpenting yang tidak bisa kita lupakan adalah Ibu Negara Hj. Fatmawati Soekarno, istri Presiden Soekarno, penjahit bendera pusaka.

Soekarno saat diasingkan di Bengkulu tahun 1938 -1942 mampu menularkan semangat nasionalisme kepada generasi muda pada waktu itu. Maka tidak mengherankan bila tokoh-tokoh Bengkulu sangat berkarakter, dikenal sebagai pejuang hebat.

Semangat itu tercermin ketika tokoh Bengkulu memilih memisahkan diri menjadi provinsi sendiri terpisah dari Provinsi Sumatera Selatan pada tahun 1965. Ada beberapa tokoh sentral pembentukan Provinsi Bengkulu, seperti seperti Prof. Dr. Mr. Hazairin, Ibu Fatmawati Soekarno, Wahab Affan, H. Hasanudin, Letkol Alamsyah Hasan, SH, Hanan Gilik SH, Ir. Safuan Gatam dan Sutan Yakoeb Bachtiar.

Redaksi
the authorRedaksi

Tinggalkan Balasan

Translate »