Komunitas

Viral Pertemuan Ketua Kadin & Jokowi di Luar Negeri

254

Ramai dibahas di dunia maya (netizen), soal Presiden Jokowi yang justru bertemu dengan Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin), Rosan Roeslani di luar negeri. Rosan yang sering disebut orangnya “JK”, kini mendukung Joko Widodo dalam pencalonan presiden ke-2 kalinya nanti.

Setelah ditelusuri, sesungguhnya pertemuan itu hanya jabat tangan. Dalam kesempatan itu, Rosan tak sempat berbicara banyak dengan Presiden Jokowi.

Rosan Roeslani memang sempat “mengadu” ke Presiden Joko Widodo soal kesempatan berbisnis pengusaha nasional yang ditelikung BUMN.

“Banyak proyek yang digarap BUMN dan anak usahanya, termasuk pekerjaan-pekerjaan kecil sub kontraktor yang seharusnya menjadi jatah pengusaha swasta dan UMKM,” ujar Rosan.

Dengan lantang Rosan menyebut BUMN telah mengambil banyak porsi swasta dan UMKM.

“Contohnya saja, BUMN (pekerjaan) ketering sama pakaian dibikin sama cicit (perusahaan) mereka. Ini kan jatah UMKM,” ujar Rosan.

Rosan menambahkan, kalangan pengusaha berharap perusahaan BUMN hanya mengerjakan pekerjaan yang menjadi bisnis utamanya, dan tak mengambil jatah perusahaan swasta dan UKM.

Hal inilah yang membuat Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno merasa tersinggung dengan pernyataan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan P Roslani.

Dalam kesempatan yang lain Rosan memang sempat memaparkan, soal kualitas sumber daya manusia yang baik maka perekonomian akan cepat bertumbuh, lebih baik dan berdaya saing. “Kami sepenuhnya akan memperhatikan dinamika lingkungan strategis dalam perekonomian nasional dan global,” ujarnya.

Bahwa, Kadin telah merancang program-program yang implementatif yang diharapkan dapat memberikan kemanfaatan kepada dunia usaha nasional serta berkontribusi pada pertumbuhan perekonomian.

Saat ini Kadin Indonesia sudah berada di 34 Provinsi dan lebih dari 500 kabupaten/kota se-Indonesia. Selain Dewan Pengurus Harian, untuk menunjang tugas-tugas Kadin indonesia di tingkat regional dan internasional, Kadin memiliki 36 Komite Bilateral Luar Negeri.

Kelebihan lain menjadi Anggota KADIN yang dipimpin oleh Rosan Perkasa Roeslani adalah promosi secara online dan transaksi elektronik e-commerce yang difasilitasi oleh KADIN Indonesia.

Kadin Indonesia berupaya melakukan berbagai hal demi bangsa dan negara dan sangat mendukung program pemerintah, sebab Kadin Indonesia bukan bersifat elitis tetapi Kadin paradigma baru yang berbasis ekonomi kerakyatan sesuai perintah konstitusi Pasal 33 UUD NRI Tahun 1945.

Presiden Jokowi berpesan, para pengusaha jangan menitik beratkan pada fasilitas untuk mengembangkan usahanya. “Heavy-nya jangan ke situ (fasilitas). Boleh minta fasilitas dari pemerintah namun sebagai pelaku usaha swasta, Kadin harus mampu bermitra dengan baik dan memanfaatkan berbagai peluang yang ada sehingga peningkatan perekonomian rakyat bisa tercapai,” tegas Jokowi.

baca juga: Klik ini majalah eksekutif cetak

Konvergensi Majalah MATRA
Redaksi
the authorRedaksi

Tinggalkan Balasan

Translate »
Lewat ke baris perkakas