0816-1945288 eksekutifmatra@gmail.com
HukumNasional

Wadah Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali Desak Presiden Jokowi Untuk Kasus Novel Baswedan

#500HariDibiarkanButa

158Views

Kordinator Divisi Korupsi Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai pemerintah Jokowi saat ini belum serius menangani kasus penyerangan terhadap penyidik KPK.

Kasus penyerangan penyidik KPK, Novel Baswedan hingga 500 hari teror belum tuntas juga. Wawancara ekslusif MATRA dengan Novel Baswedan — klik ini

#500HariDibiarkanButa: Urgensi Perlindungan Penggiat Keadilan diserukan oleh Wadah pegawai KPK, bukan saja untuk seluruh pegawai KPK. Akan tetapi, agar KPK terus dapat bekerja lebih baik dalam pemberantasan korupsi.

Para pegawai lembaga antiruah itu, menggelar diskusi memperingati 500 hari teror penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan. Juga ingatkan Presiden mengenai kasus-kasus tak terungkap, dari para penggiat keadilan, termasuk Munir Said Thalib.

Menurut Ketua WP KPK Yudi Purnomo, Novel bukan satu-satunya pegawai KPK yang mengalami teror. Dia mengatakan lembaganya mencatat setidaknya ada 10 kali teror yang diarahkan kepada pegawai KPK dalam menjalankan tugasnya.

Teror dan intimidasi tersebut antara lain, kriminalisasi terhadap pegawai, penyerbuan dan teror terhadap fasilitas KPK, ancaman bom ke rumah penyidik KPK, penyiraman air keras ke rumah dan kendaraan milik penyidik KPK.

Hingga kini, terus datang beberapa bentuk ancaman pembunuhan terhadap pejabat dan pegawai KPK, perampasan perlengkapan penyidik KPK, penangkapan dan penculikan terhadap pegawai KPK yang sedang bertugas, serta percobaan pembunuhan terhadap penyidik.

Perwakilan pegawai LPSK, KPK, Komnas HAM, dan KPPU sepakat bahwa penyerangan terhadap Novel Baswedan rentan dialami oleh lembaga-lembaga yang ingin bekerja menuntaskan amanat reformasi.

Kordinator Divisi Korupsi Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai pemerintah Jokowi saat ini belum serius menangani kasus penyerangan terhadap penyidik KPK. Tak membentuk tim gabungan pencari fakta juga tak mengevaluasi kepolisian untuk kasus Novel yang hingga kini masih “gelap.”

Wakil Kepala Polri Komisaris Jenderal Ari Dono mengaku, tim penyidik telah mengeluarkan seluruh kemampuannya. “Proses penyelidikan sudah maksimal,” ujarnya menilai tim yang kehilangan petunjuk untuk menemukan pelaku.

Novel Baswedan sendiri mengkritik pimpinan KPK yang tak menunjukan sikap tegas. Dimana hingga kini, pimpinan KPK tak pernah mendorong untuk pembentukan TGPF.

Majalah MATRA edisi terbaru — klik ini

Redaksi
the authorRedaksi

Tinggalkan Balasan

Translate »
Lewat ke baris perkakas