Konvergensi Majalah MATRA

Vaksinator Penyuntik Jokowi Sempat Gemetar

Vaksinator penyuntik Presiden Joko widodo, Abdul Muthalib, mengaku sedikit gemetaran (grogi) saat menyuntikkan vaksin Sinovac ke orang nomor satu di Indonesia itu.

Vaksinasi Pertama: Jokowi Hingga Rafi

MATRANEWS.id —  Menyuntik orang pertama di Indonesia, disebutkan ia sempat gemetaran.

“Ada rasa juga tapi tidak ada halangan bagi saya untuk menyuntikan,” ujar vaksinator Presiden Jokowi.

“Pertama saja gemetaran. Tidak ada masalah. Tidak ada pendarahan sama sekali di bekas suntikannya,”  Wakil Ketua Dokter Kepresidenan Abdul Muthalib menjelaskan, saat tadi  di lingkungan Istana Merdeka Jakarta, Rabu.

Abdul Muthalib yang juga staf divisi Hematologi Ongkologi Medik RSUPN Cipto Mangunkusumo tersebut juga mengoleskan alkohol ke lengan kiri Presiden Jokowi sebelum menyuntikkan vaksin.

“Vaksinnya tetap Sinovac dan saya lakukan penyuntikan dibantu perawat saya, kemudian saya gosok alkohol seperti prosedur biasa dan saya suntikan. Setelah saya suntik bapak tidak merasa sakit sedikitpun. Bapak komentarnya sampai ke dalam juga demikian,” tambah Abdul Muthalib.

Setelah disuntik, Presiden Jokowi pun beralih ke meja 4 untuk mendapatkan kartu tanda suntik pertama telah dilakukan.

Lalu, apa yang Presiden Jokowi rasakan ketika menerima suntikan dosis vaksin tersebut?

“Enggak, enggak terasa apa-apa. Waktu suntik ya. Tapi setelah dua jam tadi agak pegal sedikit,” jawabnya.

Untuk diketahui, Prof. dr. Abdul Muthalib, Sp.PD-KHOM. yang merupakan seorang Wakil Ketua Dokter Kepresidenan adalah vaksinator yang menyuntikkan dosis vaksin kepada Presiden dalam proses vaksinasi tadi.

Namun, saat penyuntikan berlangsung, banyak pihak yang memperhatikan bahwa sang vaksinator tampak gemetar. Mengapa?

“Mungkin karena ini juga vaksin pertama kali dan mungkin juga yang disuntik Presiden, apalagi ini juga disiarkan secara langsung di TV-TV. Jadi mungkin beliau, Prof. dr. Abdul Muthalib, sedikit agak gemetar dan saya lihat memang,” kata Presiden.

“Tapi, beliau ini kan dokter yang sudah sangat berpengalaman dan handal. Jadi waktu disuntik tadi tidak terasa sakit sama sekali,” imbuhnya.

Vaksinasi Covid-19 ini tampaknya akan menjadi sebuah sejarah baru bagi Indonesia di mana diharapkan sebanyak 70 persen dari seluruh penduduk Indonesia memperoleh vaksin tersebut agar tercipta kekebalan komunal. Kekebalan komunal tersebut nantinya akan mencegah infeksi virus korona yang pada akhirnya dapat menjadikan pandemi Covid-19 terkendali.

Terkait hal tersebut, kira-kira kapan terakhir kali Presiden Joko Widodo mengikuti vaksinasi?

“Disuntik vaksin terakhir? Waduh, sudah lama ya. Saya sudah lupa. Tapi mungkin pas mau haji itu ada suntik untuk meningitis dan flu,” tuturnya.

Apapun itu, Kepala Negara sangat menaruh harapan besar terhadap program vaksinasi yang diberikan secara gratis kepada masyarakat. Oleh karena itu, Presiden Joko Widodo juga meminta tolong agar masyarakat mau berpartisipasi dalam program ini demi kemaslahatan bangsa.

“Tentunya saya berharap, nanti seluruh masyarakat, seluruh rakyat, bersedia divaksin karena ini adalah upaya kita untuk bebas dari pandemi. Mengenai waktunya kapan semuanya harus bersabar karena akan diatur dan dilakukan secara bertahap. Tapi yang pasti vaksin ini gratis,” ucap Presiden.

Terakhir, Presiden kembali mengingatkan agar seluruh pihak yang telah menerima vaksin Covid-19 untuk tetap berdisiplin dalam menjalankan protokol kesehatan, yakni mengenakan masker, rutin mencuci tangan, menjaga jarak, serta menghindari kerumunan.

“Ingat, walaupun sudah divaksin, nantinya kita tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan. Yang paling penting itu,” ujarnya yang sekaligus mengakhiri sesi tanya jawab.

Sejumlah tokoh lain yang juga menjalani vaksinasi perdana bersama Presiden Jokowi.

Yang juga divaksin adalah Ketua Ikatan Dokter Indonesia Daeng M. Faqih, Sekjen Majelis Ulama Indonesia Amiesyah Tambunan, Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Ishomuddin, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Pol Idham Azis serta selebriti Raffi Ahmad.

Pada sesi 2 dilakukan penyuntikan terhadap Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Ketua Umum PB Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Unifah Risyidin.

Juga divaksin perwakilan dari Persatuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) Ronal Tapilatu, perwakilan dari KWI Agustinus Heri, perwakilan dari PDHI I Nyoman Suarthanu, perwakilan dari Permabudhi Partono Bhikkhu N. M dan perwakilan dari Matakin Peter Lesmana.

Sedangkan pada sesi 3 disuntuk Kepala BPOM Penny Kusumastuti Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Rosan Roeslani Perkasa, Sekjen Ikatan Bidan Indonesia Ade Zubaedah, perawat Nur Fauzah, apoteker Lusy Noviani, buruh Agustini Setiyorini dan perwakilan pedagang Narti.

Sebelumnya Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memberikan izin penggunaan darurat atau “Emergency Use Authorization” (EUA) untuk vaksin COVID-19 produksi Sinovac pada Senin (11/1).

EUA diberikan setelah BPOM mendapatkan data dari uji klinis tahap ketiga yang dilakukan di Bandung, Turki, dan Brazil.

BPOM menyebut data efikasi virus Sinovac berdasarkan uji klinis tahap ketiga di Bandung adalah sebesar 65,3 persen atau telah memenuhi ambang batas Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yakni 50 persen. Sebelumnya hasil uji klinis tahap ketiga di Turki menunjukkan efikasi sebesar 91,25 persen dan di Brazil sebesar 78 persen.

Pada aspek keamanan pun dipastikan vaksin Sinovac tidak memiliki efek samping berat namun hanya ringan hingga sedang yaitu nyeri, iritasi, pembengkakan, serta efek samping sistemik berupa nyeri otot, kelelahan dan demam.

Sedangkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada Jumat (8/1) memastikan vaksin COVID-19 produksi Sinovac suci dan halal.

Keputusan itu dihasilkan setelah diskusi panjang rapat komisi fatwa pasca mempelajari data vaksin Sinovac terkait penggunaan bahan-bahan yang sifatnya tidak halal.

 

Setelah disuntik, Presiden Jokowi pun beralih ke meja 4 untuk mendapatkan kartu tanda suntik pertama telah dilakukan.

Daftar Tokoh yang Disuntik Vaksin Sinovac Setelah Jokowi
Tiga kelompok yang akan menerima vaksinasi vaksin Corona perdana periode 13 Jan 21 :
Kelompok 1
1. Presiden Jokowi,*
2. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin,
3. Menteri BUMN Erick Thohir,*
4. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi,
5. Mendiknas Nadiem Makarim,
6. Panglima TNI, Kapolri,
7. Ketua Satgas Covid-19, Kepala BPOM.
Kelompok 2 :
1. Ketua IDI Daeng M Faqih,
2. Ketua PPNI Harif Fafilah,
3. Ketua PP IBI Emi Nurjasmi,
4. Ahli vaksin milenial Dirgayuza Rambe,
5. Ketua Muhammadiyah COVID-19
6. Command Center Agus Syamsudin,
7. Ketua Satgas NU Peduli COVID-19 M. Makky Zamzam,
8. Najwa Shihab,
9. Dokter Tirta,
10. Bunga Citra Lestari,
11. Raffi Ahmad
Kelompok 3: 
1. Ketua PBNU Marsyudi Syuhud,
2. Perwakilan Muhammadiyah,
3. Sekjen MUI Amirsyah Tambunan,
4. Ustaz Das’ad Latif,
5. Perwakilan organisasi Kristen, Katolik, Hindu, Buddha.

Penerima Vaksin

Tanggal 14 dan 15 Januari 21: 

1. Gubernur,
2. Kepala dinas kesehatan,
3. Sekda,Pangdam,
4. Kapolda dan
5. Dirut RSUD Rujukan Covid-19.
6. Pengurus Asosiasi Profesi Tenaga Kesehatan dan
7. Key Opinion Leader Kesehatan Daerah.
8. Tokoh agama daerah yakni perwakilan Nahdatul Utama, Perwakilan Muhammadiyah, Perwakilan Organisasi Kristen, Khatolik, Budha.

”Saudara-saudara sebangsa dan setanah air.  Pada pukul 9.42 WIB pagi ini, saya memulai ikhtiar besar sebagai warga negara Indonesia untuk terbebas dari pandemi ini dengan menerima vaksin Covid-19.”

“Vaksin Covid-19 inilah yang lama kita tunggu-tunggu dan baru disuntikkan setelah BPOM mengeluarkan izin penggunaan darurat, dan Majelis Ulama Indonesia menyatakan suci dan halal untuk digunakan.”

“Saya berharap vaksinasi Covid-19 yang tahapannya sudah dimulai hari ini berjalan dengan lancar,”* ungkap Presiden Joko Widodo melakukan vaksinasi perdana di Istana Negara pada akun Instagram resmi @jokowi.”

 3 total views

Exit mobile version