LKBN ANTARA gelar Bootcamp Content Creator cetak kreator inspiratif dan berdaya saing
MATRANEWS.id — Bukan Sekadar Cari Viral! Cara ANTARA Gembleng Content Creator Ini Bikin Banyak Orang Terkejut
Di saat banyak kreator berlomba mengejar algoritma, LKBN ANTARA justru mengajarkan satu hal yang mulai langka: membuat konten yang berdampak dan menghasilkan.
Ketika sebagian besar content creator berlomba mengejar jutaan views, likes, dan viralitas, LKBN ANTARA justru mengambil langkah yang berbeda.
Lembaga Kantor Berita Nasional itu menggelar Bootcamp Content Creator untuk mencetak generasi kreator yang tak hanya kreatif, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial dan daya saing profesional.
Selama dua hari, 30–31 Juli 2026, ANTARA Heritage Center di Pasar Baru, Jakarta Pusat, berubah menjadi ruang belajar bagi 20 anak muda berusia 17–20 tahun.
Mereka tidak hanya diajari membuat video menarik, tetapi juga memahami bagaimana sebuah konten dapat memengaruhi opini publik, membangun kepercayaan, hingga melawan hoaks yang semakin marak di media sosial.
Direktur Utama LKBN ANTARA, Benny Siga Butar Butar, menegaskan bahwa tujuan bootcamp ini jauh melampaui pelatihan teknis.
“Kami ingin membangun generasi muda yang bukan hanya mampu membuat konten menarik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ujarnya.
Program yang digagas Lembaga Pendidikan ANTARA (LPA) tersebut menggandeng berbagai mitra, mulai dari Pemprov DKI Jakarta, BNI, Perum BULOG, Jasindo, hingga Tempo.
Kolaborasi ini menunjukkan bahwa membangun ekosistem digital yang sehat bukan lagi tugas media semata, melainkan tanggung jawab bersama.
Selama pelatihan, peserta dibimbing menyusun ide, menentukan sudut pandang, membangun storytelling, hingga memproduksi konten yang informatif sekaligus menarik.
Dan, ada satu materi yang menjadi pembeda dibanding pelatihan kreator pada umumnya: literasi media.
ANTARA menanamkan pemahaman bahwa setiap unggahan di media sosial memiliki konsekuensi.
Konten bukan hanya alat hiburan, tetapi juga dapat membentuk cara berpikir masyarakat.
“Setiap konten yang dipublikasikan akan memberikan pengaruh terhadap masa depan. Karena itu, kreativitas harus mampu menginspirasi dan membawa manfaat,” kata Benny.
Tak hanya berbicara soal idealisme, ANTARA juga melihat profesi content creator sebagai peluang ekonomi yang besar.
Karena itu, peserta didorong memiliki kompetensi profesional agar karya mereka tidak hanya berkualitas, tetapi juga bernilai ekonomi secara berkelanjutan.
Dukungan juga datang dari Kepala Bidang Informasi Publik Diskominfotik DKI Jakarta, Syali Gestanon, yang menilai ruang digital saat ini membutuhkan lebih banyak kreator berbasis fakta, bukan sekadar sensasi.
“Kami berharap lahir content creator yang mampu menyajikan informasi berdasarkan data yang benar sehingga masyarakat memperoleh informasi yang bermanfaat dan tidak menyesatkan,” ujarnya.
Di tengah banjir konten yang sering kali hanya mengejar engagement, langkah ANTARA ini menjadi angin segar.
Bootcamp tersebut mengirimkan pesan kuat bahwa ukuran keberhasilan seorang kreator tidak selalu ditentukan oleh jumlah followers atau viralitas, melainkan oleh seberapa besar pengaruh positif yang mampu ia hadirkan bagi masyarakat.








