Pesan Presiden di Balik Program Mudik Gratis BUMN 2026

MATRANEWS.id Pesan Presiden di Balik Program Mudik Gratis BUMN 2026

 

 

Di tengah hiruk-pikuk persiapan arus mudik Lebaran tahun ini, Presiden Prabowo Subianto menyelipkan pesan sederhana namun sarat makna bagi para pemudik.

Melalui program “Mudik Nyaman Bersama BUMN 2026”, pemerintah tak hanya memfasilitasi perjalanan pulang kampung, tetapi juga menghadirkan sentuhan emosional yang mengikat hubungan antara negara dan rakyatnya.

“Selamat mengikuti Mudik Nyaman Bersama BUMN 2026. Sampaikan salam hangat saya untuk seluruh keluarga di kampung halaman,” ujar Prabowo dalam pesannya yang disampaikan kepada peserta mudik.

Pesan itu terdengar seperti sapaan personal—ringkas, hangat, dan akrab.

Dalam tradisi tahunan yang selalu dipenuhi kerinduan akan rumah, negara hadir bukan sekadar sebagai regulator, tetapi juga sebagai pengantar harapan.

Presiden juga menyampaikan ucapan khas Lebaran: Taqabbalallahu minna wa minkum, taqabbal yaa karim. Ia mengucapkan selamat merayakan Idul Fitri 1447 H serta memohon maaf lahir dan batin kepada seluruh masyarakat Indonesia.

Namun, yang menarik, Prabowo menutup pesannya dengan pantun—sebuah gaya komunikasi yang jarang muncul dalam pidato resmi kenegaraan:

Sepanjang jalan terlihat tanaman
Penuh keindahan menuju Baturaden
Mudik aman berbagi harapan
Mudik nyaman bersama BUMN

Pantun itu, sederhana namun simbolik, menggambarkan perjalanan mudik bukan hanya sebagai perpindahan fisik, tetapi juga perjalanan batin menuju kebersamaan.

Jalan yang dilalui bukan sekadar lintasan aspal, melainkan jalur pulang menuju akar—keluarga, tradisi, dan kenangan.

Program mudik gratis BUMN sendiri menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk mengurangi beban masyarakat sekaligus menekan risiko kecelakaan akibat kepadatan lalu lintas.

Di balik kebijakan itu, terselip upaya membangun rasa aman dan nyaman bagi jutaan warga yang setiap tahun bergerak menuju kampung halaman.

Pesan Prabowo, dengan segala kesederhanaannya, menunjukkan bahwa dalam momentum Lebaran, komunikasi politik tak melulu soal kebijakan dan angka. Ia bisa hadir dalam bentuk yang lebih manusiawi: doa, salam, dan sebaris pantun di ujung perjalanan.

Klik juga: https://www.hariankami.com/pembaca-kami/23616882537/mudik-gratis-dari-pak-prabowo-bikin-rakyat-bahagia-bisa-pulang-kampung