Salam Para Kepala BNN Lintas Generasi untuk Kapolri: Silaturahmi Jenderal, Menyambung Pengabdian kepada Negeri

Salam Para Kepala BNN Lintas Generasi untuk Kapolri: Silaturahmi Jenderal, Menyambung Pengabdian kepada Negeri

MATRANEWS.id — Salam Para Kepala BNN Lintas Generasi untuk Kapolri: Silaturahmi Jenderal, Menyambung Pengabdian kepada Negeri

Dari pemberantasan narkotika hingga pengabdian di tubuh Polri, pertemuan para mantan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) menjadi momentum untuk merawat persaudaraan, mengenang perjalanan institusi, dan menyampaikan salam kepada Kapolri.

Ada persahabatan yang tidak berhenti ketika jabatan berakhir. Ada pula ikatan pengabdian yang tetap terjaga meskipun para pelakunya telah menempuh jalan karier yang berbeda.

Semangat itulah yang tergambar dalam pertemuan para Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) lintas generasi. Mereka berkumpul, bersilaturahmi, dan mengenang perjalanan panjang dalam menghadapi ancaman narkotika di Indonesia.

Di antara percakapan dan kehangatan pertemuan tersebut, terselip sebuah pesan sederhana: salam dari para Kepala BNN pada masanya untuk Bapak Kapolri.

Salam itu bukan semata-mata basa-basi antartokoh. Ia merefleksikan hubungan kelembagaan dan persaudaraan yang terbentuk melalui perjalanan panjang pengabdian di lingkungan kepolisian dan pemberantasan narkotika.

Dari BNN ke Polri, estafet pengabdian berlanjut

Perjalanan BNN menyimpan jejak para pemimpin yang datang dari latar belakang dan pengalaman berbeda.

Yang di foto ini, mereka pernah berada di garis depan dalam upaya pencegahan, pemberantasan peredaran gelap narkotika, rehabilitasi, serta perlindungan generasi muda dari bahaya penyalahgunaan narkoba.

Nama-nama seperti I Made Mangku Pastika, Gories Mere, Anang Iskandar, Budi Waseso, Heru Winarko, dan Petrus Reinhard Golose merupakan bagian dari sejarah kepemimpinan BNN.

Mereka melanjutkan estafet kepemimpinan yang kemudian diteruskan oleh Marthinus Hukom dan Suyudi Ario Seto.

Dalam kegiatan silaturahmi Kepala BNN dari masa ke masa yang digelar pada 9 Oktober 2025, BNN juga memberikan penghormatan kepada sejumlah tokoh yang pernah memimpin lembaga tersebut.

Para pendahulu yang hadir antara lain Ahwil Lutan, Da’i Bachtiar, Nurfaizi Suwandi, Togar M. Sianipar, Raden Makbul Padmanagara, Sutanto, I Made Mangku Pastika, Anang Iskandar, Budi Waseso, Heru Winarko, dan Petrus Reinhard Golose.

Pertemuan tersebut menjadi pengingat bahwa membangun institusi tidak selesai ketika seseorang meninggalkan kursi pimpinan. Pengalaman, nilai, dan jejaring yang dibentuk selama bertugas tetap menjadi bagian dari modal kelembagaan.

Salam untuk Kapolri

Dalam konteks hubungan BNN dan Polri, salam dari para mantan Kepala BNN memiliki makna tersendiri.

BNN dan Polri mempunyai tanggung jawab yang saling berkaitan dalam menghadapi kejahatan narkotika. Kerja sama penegakan hukum, pertukaran informasi, pengembangan kapasitas personel, serta koordinasi lintas lembaga menjadi bagian penting dari upaya melindungi masyarakat.

Kini, Suyudi Ario Seto menempati babak baru dalam perjalanan kariernya. Setelah dilantik sebagai Kepala BNN pada 25 Agustus 2025, ia resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Kapolri pada 1 Oktober 2026, menggantikan Listyo Sigit Prabowo.

Perjalanan tersebut mempertemukan dua institusi penting dalam satu rangkaian pengabdian: BNN yang berfokus pada penanggulangan narkotika dan Polri yang memikul tanggung jawab menjaga keamanan serta menegakkan hukum.

Salam dari para pendahulu, dalam konteks ini, dapat dibaca sebagai simbol kesinambungan hubungan dan penghormatan di antara para insan penegak hukum.

Persaudaraan melampaui masa jabatan

Silaturahmi para Kepala BNN lintas generasi juga mengingatkan bahwa perang melawan narkotika tidak dapat dibebankan kepada satu lembaga atau satu periode kepemimpinan.

Tantangan narkotika terus berubah. Jaringan peredaran gelap bergerak lintas wilayah dan negara, memanfaatkan teknologi, serta menyasar kelompok masyarakat yang rentan. Karena itu, pengalaman para pemimpin terdahulu tetap relevan sebagai bagian dari pembelajaran bagi generasi berikutnya.

Di balik seragam, pangkat, dan jabatan, ada perjalanan panjang yang mempertemukan banyak orang dalam satu tujuan: menjaga keselamatan masyarakat dan masa depan bangsa.

Pertemuan itu pun menjadi ruang untuk merawat komunikasi, memperkuat persaudaraan, dan menjaga semangat pengabdian.

Sebab, jabatan pada akhirnya memiliki batas waktu. Namun, persahabatan yang tumbuh dalam pengabdian kepada negara dapat terus terpelihara.

Salam dari para Kepala BNN pada masanya untuk Bapak Kapolri. Sebuah pesan persaudaraan dari mereka yang pernah mengemban amanah, menempuh perjalanan panjang, dan tetap terhubung oleh pengabdian kepada Indonesia.