
MATRANEWS.id –Profil Istri Andy Rachmianto: Perempuan Sabar yang Merajut, Merajuk, dan Melestarikan Wastra Nusantara

Di balik langkah diplomasi yang mantap dan rapi dari Andy Rachmianto—Direktur Jenderal Protokol dan Konsuler Kementerian Luar Negeri RI—ada sosok perempuan yang tak pernah berhenti menganyam cinta, budaya, dan makna.
Pendamping hidup dari pria yang ex-officio bertugas sebagai Kepala Protokol Negara (KPN). Jabatan yang diemban sejak 19 Juni 2020. Diplomat senior yang telah mengabdi di Kementerian Luar Negeri RI selama tiga dekade.
Ismi Rohimaningsih bukan hanya istri pendamping hidup. Sang suami yang anak kebayoran Jaksel ini juga bersaksi, dirinya bekerja dengan tenang mengatur protokoler Presiden Prabowo. Sebelumnya ia juga yang mengatur Presiden Jokowi.
“Karena saya punya pendamping paling pengertian,”ujar pria nol kilometer dari Presiden ini menyebut sang istri adalah figur lembut, tapi prinsipnya kuat. Sabar bukan sekadar watak, tapi laku harian.
“Dia vitamin C saya—vitamin cinta,” ujar Andy bercerita tentang istrinya yang sejak dirinya berkarir dan menjadi pasangan hidup. Selalu punya ritual, mengantar suaminya jika hendak luar kota sampai ke bandara atau terminal, bahkan rela menyetir sendiri.
Ini berlaku sampai sekarang, bagaimana membagi waktu dengan anak-anak, menjadikan makan malam bersama, kadang dilakukan diwaktu mengantar di bandara sebagai momen keluarga.
Andy menyebutnya dengan senyum, “Dia suka merajut, dan kadang merajuk. Ha-ha-ha”
Bukan sekadar keterampilan tangan, tetapi juga wujud kreativitas seni merajut dari bros, tas kecil hingga dompet rajut sampai selimut.
Tentang sosok yang merajuk manja pada suami, tapi tegar di tengah kompleksitas dunia diplomatik. Sang istri, kata Andy tak minta panggung. “Ada seseorang yang sudah 30 tahun mendampingi saya”.
Pencinta Wastra yang Jadi Socialpreneur
Andy juga bercerita, sang istri demikian cinta pada wastra—batik dan tenun dari berbagai daerah di Indonesia. Bukan sekadar pemakai, tetapi perawat budaya. Ia teliti membaca filosofi kain, mencari makna di balik motif.
Sang istri tak ragu menjelajah hingga ke pasar tradisional seperti pasar Mayestik, dari pasar tradisional hingga rumah tenun di pelosok NTT. Dari sana, lahir gagasan tentang fesyen yang bukan sekadar indah di tubuh, tapi juga bermakna bagi budaya.
Dan dari semua penugasan, jabatan, hingga pencapaian, mungkin inilah peran yang paling ia syukuri—sebagai suami dari perempuan sabar yang diam-diam menjadi penjaga budaya dan penjaga cinta.
Juga sahabat seperjalanan, fashion designer tak resmi, fotografer dadakan, socialpreneur yang tekun, sekaligus penjaga warisan wastra Nusantara. Dalam banyak acara kenegaraan, Ismi menjadi representasi perempuan Indonesia yang elegan, cerdas, dan peka sosial.
Masih kata Andy, istrinya gemar riset kecil-kecilan, menyusun koleksi kain sesuai cerita. Aksesoris pun tak asal padan. Ada kurasi, ada benang merah budaya. Ia menyiapkan setiap ada momen kumpul.
Kini, pasangan Andy dan Ismi dikenal di komunitas atau acara diplomasi sebagai trensetter, banyak menunggu mereka memakai baju apa nih di setiap acara. “Kalau hadir, pasti banyak yang bertanya-tanya: kali ini mereka pakai baju apa?” ujar pria bertinggi 180 cm/75 kg yang mengaku pasrah diatur sang istri untuk urusan fesyen di acara yang mereka sering hadiri.
My Journey: Indonesia, Yordania, dan Palestina dalam Lensa Wastra
Ada cerita. Salah satu karya paling mengesankan lahir secara tidak sengaja—saat mereka tugas di Yordania, negeri para nabi.
Sebagai duta besar, ada momen supir disuruh istirahat. Sementara, pasangan ini berjalan kaki berdua menyusuri situs-situs bersejarah: Dari Goa Yesus, makam para sahabat Nabi, reruntuhan kota tua. Dengan ponsel seadanya, mereka berfoto dengan latar sejarah dan pakaian khas Indonesia.
Dari situlah muncul ide: membuat buku dokumentasi perjalanan yang memadukan tiga budaya: Indonesia, Yordania, dan Palestina.
Pakaian, latar, dan narasi digabung jadi satu. Buku tersebut semula dibuat sebagai souvenir perpisahan saat lepas tugas jadi dubes. Tak disangka, buku itu justru dicetak ulang oleh Kinokuniya dan jadi koleksi banyak diplomat.
Tak hanya menjadi pengguna, ia juga membawa wastra ke panggung-panggung global. Di Bali, Jakarta, hingga Bajo, wastra yang ia kenakan selalu menjadi percakapan. Sarimbit kembar dengan Andy pun menjadi daya tarik tersendiri—kombinasi estetika dan diplomasi lunak.
Cerita ini hanya sepenggal cerita obrolan sisi-sisi lain dari kisah tentang cinta yang membalut diplomasi. Tentang perempuan yang sabar, yang merajut sejarah kecil dalam benang-benang wastra.
Andy kini disebut-sebut bakal mendapat amanah baru sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) untuk Kerajaan Belgia. Merangkap Luksemburg dan Uni Eropa, yang berkedudukan di Brussel.

bersama Pemred Indonews, Matra, Editor dan Bulir







