- Mako Gegana Eks Polres Jakpus diJarah
MATRANEWS.id — Situasi unjuk rasa di sejumlah titik Jakarta pada Jumat (29/8) malam berujung ricuh.
Informasi yang beredar dari pesan singkat seorang Perwira Seksi Operasi (Pasi Ops) dengan pangkat AKP menyebutkan adanya dugaan penjarahan senjata api oleh kelompok massa.
Dalam pesan tersebut disebutkan, sekitar 10–20 pucuk senjata api “hitam manis” laras pendek beserta amunisi kaliber 5,56 mm raib dijarah dari eks Gedung Mapolres Metro Jakarta Pusat di Jalan Kramat Raya, yang kini difungsikan sebagai markas Tim Gegana Korps Brimob Polri.
Bahkan beberapa pucuk Styer AUG diduga turut diambil oleh kelompok yang disebut sebagai anarko.
Massa aksi mengambil berbagai perlengkapan seperti tameng, pentungan, borgol, satu set baju, sepatu, hingga alat pelindung diri. Sejumlah pelajar juga mengambil hal yang sama dan meneriakan dirinya sebagai intel atau petugas polisi yang menjalankan fungsi intelijen untuk menjadi mata dan telinga Polri.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Mabes Polri terkait kabar penjarahan senjata api tersebut.
Selain itu, massa yang berjumlah sekitar seratusan orang juga melakukan pembakaran terhadap dua unit bus polisi yang terparkir di halaman eks Mapolres Jakarta Pusat.
Tidak hanya itu, sejumlah fasilitas umum turut menjadi sasaran.
Halte Transjakarta Senen Toyota Rangga serta Halte Transjakarta Polda Metro Jaya di Jalan Sudirman, Jakarta Selatan, dibakar pada malam yang sama.
Aksi Susulan Pascakematian Affan Kurniawan
Kericuhan ini disebut sebagai buntut dari insiden sehari sebelumnya di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis (28/8).
Saat itu, seorang pengemudi ojek daring bernama Affan Kurniawan (21) tewas terlindas kendaraan taktis Brimob di tengah bentrokan antara massa dan aparat.
Kadiv Propam Polri, Irjen Pol Abdul Karim, pada Jumat (29/8) dini hari mengonfirmasi bahwa ada tujuh personel Brimob yang berada di dalam rantis tersebut. Saat ini, ketujuhnya masih dalam pemeriksaan Propam.
Kematian Affan memicu gelombang protes lanjutan, termasuk unjuk rasa besar di depan Mako Brimob, Kwitang, Jakarta Pusat, pada Jumat malam yang diikuti ratusan massa, termasuk sejawat pengemudi ojek daring.
Kondisi Terkini
Hingga Sabtu pagi, aparat kepolisian masih melakukan pengamanan ketat di sejumlah titik rawan di Jakarta. Namun, kabar terkait dugaan penjarahan senjata api masih menimbulkan keresahan.
Pihak Mabes Polri maupun Polda Metro Jaya belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai jumlah senjata yang raib maupun langkah antisipasi penyalahgunaannya.
sumber info: Mako Gegana Eks Polres Jakpus diJarah, Beberapa Styer AUG dijarah Anarko – Harian Kami









