Berita  

Tanggap Darurat, PT Gani Arta Dwitunggal Berikan Bantuan Lima Rescue Boat Untuk Kabupaten Serang

Di akhir tahun 2025 hingga awal tahun baru 2026 bencana banjir melanda sejumlah wilayah di Indonesia, mulai dari wilayah Aceh dan sebagian daerah di Sumatera. Banjir juga melanda di sebagian Pulau Jawa, salah satunya di Kabupaten Serang, Provinsi Banten.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang, mencatat sejak 2 sampai 5 Januari 2026 telah terjadi banjir hingga pergerakan tanah di 20 Desa. Dalam peristiwa tersebut, ada sebanyak 3.164 rumah yang terdampak.

Menurut Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Serang, Ajat Sudrajat, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang terjadi secara berturut-turut sejak 2 Januari 2026.

Kondisi tersebut mengakibatkan banjir di wilayah dataran rendah, angin kencang yang menyebabkan pohon tumbang, serta pergerakan tanah di wilayah perbukitan Kabupaten Serang. Bencana tersebut terjadi di 13 kecamatan.

Kondisi memprihatinkan ini rupanya menggerakkan hati Direktur Utama PT Gani Arta Dwitunggal (Aquatec) Andi Jayaprawira untuk memberikan bantuan Rescue Boat sebagai bentuk tanggap darurat.

Bertempat di Pendopo Kabupaten Serang, Andi Jayaprawira memberikan bantuan 5 (lima) unit Rescue Boat (perahu penyelamat) kepada Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah, Senin (5/1/2026) . Bantuan ini diberikan untuk mempercepat proses evakuasi dan penanganan darurat banjir di wilayah tersebut.

Penyerahan secara simbolis bantuan lima Resque Boat dari Direktur Utama PT Gani Arta Dwitunggal (Aquatec) Andi Jayaprawira kepada Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah.

Hadir juga dalam acara serah terima bantuan ini sejumlah pejabat Kabupaten Serang: Sekretaris Daerah (Sekda) Zaldi Dhuhana, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang Ajat Sudrajat, dan jajaran pejabat Pemda Kabupaten Serang.

Rescue Boat ini merupakan salah satu produk PT Gani Arta Dwitunggal (Aquatec) yang memiliki sejumlah keunggulan: tidak mudah pecah atau robek, tahan panas, dan mudah digunakan untuk proses evakuasi di lokasi banjir.

Perahu yang diserahkan tersebut berbahan High Density Polyethylene (HDPE) dengan sistem sekali cetak yang dirancang tahan ombak dan memiliki umur pakai 20 tahun sehingga cocok untuk medan bencana. Masing-masing perahu dilengkapi dengan Ring Life Buoy standard SOLAS, 4 (empat) Life Jacket, dan 4 (empat) Dayung terapung.

“Harapan kami perahu dan peralatan ini berguna untuk saat ini dan menjadi persiapan antisipasi banjir di masa depan. Bantuan ini bentuk kepedulian perusahaan agar warga di daerah terisolasi dapat segera tertolong,” ujar Andi.

Produk Unggulan Sudah Teruji

Dalam kesempatan ini, Andi juga menjelaskan, salah satu visi perusahaannya adalah agar Indonesia bisa lebih maju dalam pengelolaan potensi hasil-hasil lautnya. Indonesia sangat kaya dengan potensi hasil kelautan, namun masih belum maksimal dalam pengelolaannya.

Hadirnya produk-produk PT Gani Arta Dwitunggal (Aquatec), akan menjadi pendukung usaha di sektor kelautan agar lebih maju dan berdaya saing. Salah satunya, di Provinsi Banten sejak dulu memiliki potensi budi daya rumput laut yang bisa dikembangkan.

“Setahu saya, di sepanjang garis pantai di Banten ombaknya tidak terlalu besar, sehingga cocok untuk budidaya ikan dan rumput laut. Ini potensi yang sangat besar untuk dikembangkan melalui dukungan peralatan produk dari kami,” ujar Andi. PT Gani Arta Dwitunggal (Aquatec) telah mengembangkan sistem budidaya rumput laut modern yang mudah dipasang, tidak perlu dibongkar ketika panen, dan ramah lingkungan.

Dalam kesempatan ini Andi menyampaikan, sangat terbuka jika Bupati dan jajarannya ingin berkunjung ke pabrik PT Gani Arta Dwitunggal untuk melihat secara langsung proses produksi berbagai produk kebutuhan kelautan.

Sementara itu, Direktur Utama PT Multi Sarana Daya Utama, Djamali, yang hadir dalam kesempatan ini memperkenalkan berbagai produk unggulan dari PT Gani Arta Dwitunggal (Aquatec) yang sebagian besar berkaitan untuk kebutuhan sarana kelautan, seperti Dermaga Apung AquaTec, Jukung Anti Tenggelam AquaTec, Keramba Jaring Apung (KJA) Bundar AquaTec, dan sejumah produk unggulan lainnya. Produk-produk Aquatec merupakan produksi dalam negeri yang sudah ber-SNI dan disertifikasi TKDN. PT Multi Sarana Daya Utama merupakan anak perusahaan dari PT Gani Arta Dwitunggal.

“Produk ini sudah teruji ketangguhannya. Selain pasar domestik, produk-produk kami juga sudah diekspor ke Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, Filipina, China, Taiwan, Maldives, Australia, dan Ghana,” kata Djamali.

Menurutnya, selain memberikan bantuan lima Rescue Boat untuk penganggulangan banjir, sebelumnya, pihaknya sudah berdialog dengan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto tentang Program Desa Pesisir.

“Dari sinilah, pas kebetulan ada musibah banjir di Kabupaten Serang, nyambung kami untuk memberikan bantuan lima Rescue Boat ini. Selain di Serang kami juga memberikan bantuan di lokasi bencana lainnya,” katanya.

Bupati Apresiasi Bantuan

Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah menyambut baik bantuan yang diberikan oleh PT Gani Arta Dwitunggal. Menurutnya, bantuan itu sangat krusial mengingat beberapa tempat di daerah setempat sedang banjir sehingga membutuhkan alat transportasi air yang memadai.

“Bantuan lima rescue boat ini sangat tepat. Kami sangat membutuhkan ini, terutama untuk transportasi evakuasi di lokasi-lokasi yang sulit dijangkau,” ujarnya setelah menerima bantuan secara simbolis di Pendopo Bupati Serang.

Ia mengapresiasi langkah cepat pihak swasta dalam membantu penanganan bencana.

Kepada awak media, Zakiyah memberikan apresiasi kepada PT Gani Arta Dwitunggal dan PT Multi Sarana Daya Utama yang telah memberikan bantuan lima unit perahu penyelamat.

“Sekali lagi, secara pribadi saya mengucapkan terima kasih. Kita sangat membutuhkan bantuan tersebut. Apalagi di Kabupaten Serang terjadi banjir. Dan ini sangat dibutuhkan untuk evakuasi,” kata Zakiyah.

Ia mengajak perusahaan lain di Kabupaten Serang turut menyalurkan program tanggung jawab sosial perusahaan guna meringankan beban warga, baik berupa pangan, sandang, maupun logistik lainnya.(abdul kholis)