Tokoh Islam Apresiasi Surat Belasungkawa Prabowo atas Wafatnya Pemimpin Iran

HarianKami.com — Sejumlah tokoh Islam menyampaikan apresiasi terhadap sikap Presiden RI Prabowo Subianto yang menyampaikan surat belasungkawa atas wafatnya pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Khomeini. Langkah tersebut dinilai mencerminkan sikap kemanusiaan sekaligus kepedulian Indonesia terhadap dinamika geopolitik global.

Apresiasi itu disampaikan sejumlah tokoh Islam dan ulama menjelang serta setelah acara buka puasa bersama Presiden Prabowo di Istana Negara, Kamis, 5 Maret.

Ketua Dewan Penasihat Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia, Jimly Asshiddiqie, menilai langkah Prabowo menyampaikan belasungkawa kepada pemerintah dan rakyat Iran merupakan sikap tepat. Menurut dia, sikap itu mencerminkan solidaritas Indonesia sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia.

“Tepat sekali kemarin Presiden sudah menyampaikan turut berduka kepada seluruh rakyat Iran. Jadi, saya rasa kita sebagai negeri muslim terbesar, yang menganut Pancasila, Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, ini tidak bisa menerima pembunuhan biadab,” ujar Jimly.

Ia menambahkan, Indonesia sudah saatnya memainkan peran lebih strategis dalam menjembatani konflik dan ketegangan di antara negara-negara Islam, terutama mengingat posisi Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia di luar kawasan Asia Barat.

Pernyataan senada disampaikan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Yahya Cholil Staquf. Menurut dia, penyampaian belasungkawa oleh Prabowo merupakan sikap yang wajar dan manusiawi ketika terjadi peristiwa duka.

Namun, kata dia, yang lebih penting adalah upaya nyata untuk menghentikan kekerasan dan konflik bersenjata yang terus berlangsung.

“Kita tidak punya pilihan selain berjuang sekuat tenaga supaya damai. Berhenti perang, damai sekarang. Tidak ada alternatif lain. Karena kalau tidak begitu, tidak ada yang selamat. Kekerasan ini harus dihentikan dengan cara apa pun,” kata Yahya.

Ia juga menekankan pentingnya memanfaatkan berbagai forum kerja sama internasional yang dimiliki Indonesia untuk mendorong perdamaian, termasuk keanggotaan Indonesia dalam Board of Peace.

“Lihat, kita cari caranya memanfaatkan BoP untuk upaya perdamaian itu. Apa pun yang sudah ada di tangan, mari kita gunakan. Kalau kita butuh menggali lubang, tidak ada sekop, kita gali pakai sendok,” ujarnya.

Sebelumnya, pada Rabu, 4 Maret, Presiden Prabowo mengirimkan surat resmi belasungkawa kepada Presiden Iran Masoud Pezeshkian atas wafatnya pemimpin tertinggi Iran yang dilaporkan meninggal dunia akibat serangan militer oleh Amerika Serikat dan Israel.

Surat tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Luar Negeri Sugiono kepada Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi di Jakarta sebagai bentuk penghormatan diplomatik pemerintah Indonesia.

Melalui langkah tersebut, pemerintah menyampaikan empati mendalam kepada pemerintah dan rakyat Iran atas kehilangan tokoh penting yang memiliki pengaruh besar dalam perjalanan politik serta kehidupan masyarakat Iran. Pemerintah juga menegaskan komitmen Indonesia untuk terus menjaga hubungan persahabatan dan kerja sama yang baik antara kedua negara.