MATRA Insight
- Serikat Musisi Temanggung menghadirkan Lawang Pitu bersama musisi lintas band dalam Bolo Pitu Rust & Riff.
- Asisi Basuki dan Eet Syahrani memberikan perhatian pada keberagaman generasi serta kiprah musisi asal Temanggung.
- Repertoar Cokelat, Boomerang, Edane, hingga God Bless mengisi pertunjukan di halaman Gedung Perpustakaan Daerah Temanggung.
MATRANEWS.ID — “Temanggung Rock City!” Suara Trison Manurung menyapa penonton yang memadati halaman Gedung Perpustakaan Daerah Temanggung. Bersama Lawang Pitu, ia membuka konser dengan “Dagelan”, lagu yang membawa satire tentang perebutan kekuasaan ke tengah hentakan musik cadas.
Sapaan dan pembuka itu tergambar dalam materi rilis Raditia Yoni yang dimuat Telegraf. Setelah “Dagelan”, Lawang Pitu melanjutkan penampilannya dengan “Instink”.
Di panggung Bolo Pitu Rust & Riff, perhatian juga tertuju pada pertemuan musisi dari berbagai generasi. Serikat Musisi Temanggung, penyelenggara acara, mempertemukan delapan band lokal dengan sejumlah nama yang dikenal melalui perjalanan rock Indonesia.
Eet Syahrani, John Paul Ivan, Edwin Marshal, Irang Arkad, David dari Jet Liar, dan Windy Saraswati hadir bersama Lawang Pitu. Di antara rangkaian lagu, terselip apresiasi kepada para musisi yang tumbuh di Kota Tembakau.
Ruang bagi Musisi Temanggung
Sebelum penampilan Lawang Pitu, band-band lokal telah mengisi panggung sejak sore. DVCD membuka rangkaian tersebut, dilanjutkan The Resistant, Jack Rocks, Horizon, Robot, Stroom Accu, Buas, dan Baronx Killer.
Keberagaman usia musisi Temanggung menarik perhatian bassis Lawang Pitu, Asisi Basuki. Dalam rilis tersebut, ia mengapresiasi keberadaan pegiat rock dari usia anak-anak hingga lanjut usia.
“Temanggung asik, adem, ayem, musisinya hebat-hebat,” kata Asisi.
Ia turut menyebut Bayu Randu, musisi asal Temanggung yang dalam materi rilis disebut pernah terlibat dalam berbagai proyek bersama Lawang Pitu, Edane, Funky Kopral, Voodoo, dan Sawung Jabo.
Eet Syahrani menyampaikan apresiasi serupa dengan menyinggung Prison of Blues. Menurut gitaris Edane itu, band asal Temanggung tersebut telah membawa penampilannya hingga Eropa.
Nama-nama itu memberi konteks pada panggung yang berlangsung malam tersebut: musisi Temanggung memiliki perjalanan yang turut menjadi bagian dari percakapan para penampil.
Lagu-Lagu yang Mempertemukan Lintas Band
Pergantian penampil membawa perubahan repertoar. Edwin Marshal tampil bersama Windy Saraswati membawakan “Karma”, “Luka Lama”, dan “Bendera”.
Giliran John Paul Ivan dan Irang Arkad menyusul. “Skak Mat” dan “Seribu Puisi” masuk dalam rangkaian penampilan mereka, disertai “Terlalu Manis” milik Slank.
Lagu-lagu Boomerang kemudian mengisi panggung melalui “Tragedi”, “Pelangi”, dan “Bawalah Aku”. Sepanjang pertunjukan, karya dari berbagai band hadir bergantian melalui kolaborasi para musisi.
Menjelang akhir acara, Trison kembali tampil membawakan lagu Metallica. Ia kemudian berkolaborasi dengan Eet melalui “Kau Pikir Kaulah Segalanya”, lagu Edane dari masa ketika Trison masih menjadi vokalisnya, sebagaimana dijelaskan dalam rilis.
Pertemuan keduanya membawa bagian dari perjalanan Edane ke panggung Temanggung. Setelah itu, seluruh penampil berkumpul membawakan “Kehidupan” milik God Bless.
Konser yang dibuka dengan seruan “Temanggung Rock City” pun berakhir dalam satu penampilan bersama.
© 2026 MATRANEWS.ID. Cantumkan tautan artikel asli saat mengutip.


