Car Free Night Jakarta dari Sudirman-Thamrin hingga Monas Batal Digelar, Ini Penjelasan Pemprov

MATRANEWS.id Car Free Night Jakarta dari Sudirman-Thamrin hingga Monas Batal Digelar, Ini Penjelasan Pemprov

Rencana uji coba Car Free Night (CFN) di Jakarta yang semula akan digelar pada Sabtu, 5 Juli 2025, resmi dibatalkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

CFN tersebut sebelumnya dirancang menjadi bagian dari rangkaian acara Jakarta Muharram Festival 2025, dalam menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1447 H dan perayaan HUT ke-498 Kota Jakarta.

Acara yang sedianya akan memulai debutnya di ruas jalan protokol Sudirman-Thamrin hingga Monas ini, dijadwalkan berlangsung mulai pukul 19.00 WIB hingga tengah malam.

Berbagai kegiatan semarak seperti pawai obor elektrik, tausiah, hingga pertunjukan musik dari musisi ternama seperti Opick dan Gigi telah disiapkan untuk mengisi malam bebas kendaraan tersebut.

Namun, dalam konferensi pers di Balai Kota pada Jumat (4/7), Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Publik, Chico Hakim, menyampaikan bahwa acara CFN resmi dibatalkan.

“Kami memohon maaf kepada masyarakat. Setelah mempertimbangkan satu dan lain hal, Pemprov DKI memutuskan untuk mendorong peringatan di tingkat komunitas dan membatalkan Jakarta Muharram Festival 2025. Jadi yang batal konsep acaranya, bukan peringatan 1 Muharram,” ujar Chico.

Rute dan Tujuan Car Free Night

Sebelum pembatalan diumumkan, CFN dijadwalkan berlangsung di kawasan Bundaran Hotel Indonesia hingga Monumen Nasional—ruas jalan ikonik yang juga menjadi lokasi reguler Car Free Day. Jalanan sepanjang MH Thamrin dan Jenderal Sudirman akan ditutup sementara bagi kendaraan bermotor, kecuali untuk kendaraan darurat dan layanan penting.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno sebelumnya menyatakan bahwa 10.000 peserta dari kalangan santri dan warga dijadwalkan mengikuti pawai obor elektrik dari Monas menuju Bundaran HI. Obor yang digunakan bersifat ramah lingkungan karena tidak menimbulkan asap.

“Obornya elektrik ya, bukan obor asap. Kira-kira 10 ribu oranglah,” ungkap Rano.

Selain pawai, juga direncanakan tausiah dan panggung hiburan di sekitar air mancur Bundaran HI, sebagai bentuk perayaan yang memadukan nilai keagamaan dan hiburan publik.
Komitmen Pemprov DKI: Tetap Ramah Lingkungan & Inklusif

Meski CFN dibatalkan, Pemprov DKI menegaskan komitmennya terhadap upaya menciptakan ruang kota yang ramah lingkungan, mengurangi emisi karbon, dan meningkatkan ruang interaksi warga di tengah kota.

Pemprov juga sebelumnya telah menjamin bahwa pelaksanaan CFN tidak akan mengganggu kegiatan ekonomi, termasuk resepsi pernikahan dan operasional hotel di sekitar kawasan Sudirman-Thamrin. Hal ini menunjukkan upaya menjaga keseimbangan antara aktivitas publik dan kepentingan bisnis.

Pembatalan CFN mungkin mengecewakan sebagian warga yang sudah menantikan acara tersebut, namun semangat untuk menjadikan Jakarta sebagai kota inklusif, hijau, dan religius tetap menjadi bagian penting dari arah pembangunan ibu kota ke depan.

Pemprov DKI membuka kemungkinan agar Car Free Night bisa digelar secara berkala di masa depan, dengan perencanaan dan evaluasi yang lebih matang.

  • https://www.hariankami.com/hukum-kami/23615479481/car-free-night-jakarta-dari-sudirman-thamrin-hingga-monas-batal-digelar-klik-ini-penjelasannya