MATRANEWS.id — Di tengah meriahnya perhelatan BNI Java Jazz Festival 2025, perhatian tak hanya tertuju pada panggung-panggung musik megah dan artis-artis dunia, tetapi juga pada sosok yang berjalan tanpa pengawalan, menyapa kru dan relawan, mencermati operasional di lapangan, dan berdialog dengan para pengunjung.
Ia adalah Putrama Wahju Setyawan, Direktur Utama Bank Negar Indonesia (BNI) — bank yang
selama dua dekade telah menjadi sponsor utama ajang musik jazz terbesar di Asia ini.
Berbeda dari gaya kepemimpinan pejabat tinggi yang kerap dikelilingi protokoler
dan pengamanan berlapis, Putrama justru hadir dengan gaya yang bersahaja dan
terbuka.
Tidak meminta dilayani, tidak menghindari kritik, bahkan turun langsung ke lapangan
untuk mengevaluasi jalannya kegiatan — dari jam ke jam.
“Beliau memantau tidak hanya performa timnya, tetapi juga pengalaman langsung
pengunjung. Apa yang kurang, apa yang bisa ditingkatkan, semuanya ia perhatikan secara
detail,” ujar salah satu panitia yang enggan disebut namanya.
“Beliau memantau tidak hanya performa timnya, tetapi juga pengalaman langsung pengunjung. Apa yang kurang, apa yang bisa ditingkatkan, semuanya ia perhatikan secara detail,” ujar salah satu panitia yang enggan disebut namanya.
Di balik kesuksesan Java Jazz Festival, hadir dukungan penuh dari berbagai pihak, dan BNI — di
bawah kepemimpinan Putrama — menjadi mitra yang bukan sekadar menaruh logo, tetapi
berkomitmen pada mutu dan keberlanjutan acara.
Ia bahkan menolak untuk diagung-agungkan, memilih bekerja seperti staf biasa, namun dengan pengaruh besar terhadap arah perusahaan dan dampaknya bagi masyarakat.
“Kita percaya bahwa budaya perusahaan tercermin dari sikap pemimpinnya. Kalau pimpinan
rendah hati, mau turun langsung, dan tidak merasa harus selalu dipuja, maka energi
positif itu akan menjalar ke seluruh organisasi,” kata seorang staf BNI yang bertugas
di arena festival.
Dukungan aktif dan partisipatif seperti ini menjadi contoh bagi BUMN dan korporasi lainnya di
Indonesia.
BNI Java Jazz Festival telah membuktikan bahwa bila eksekusi tepat dan kualitas terjaga, maka dukungan dari sektor swasta akan datang dengan sendirinya — bukan karena kewajiban, tetapi karena percaya pada visi dan kerja nyata.
Kehadiran Putrama di tengah keramaian festival bukan hanya simbol komitmen BNI terhadap seni, tapi juga refleksi harapan baru terhadap budaya kepemimpinan Indonesia yang rendah
hati, profesional, dan berpihak pada Rakyat.

sumber: Editor In Chief: Peter F. Gontha
RIBMA — Rakyat Indonesia Berhak Maju
Klik e-paper: https://online.fliphtml5.com/iywok/uqve/#p=1







