Jalesveva Jayamahe: Di Laut Kita Jaya, di Laut Kita Menjaga

MATRANEWS.idJalesveva Jayamahe: Di Laut Kita Jaya, di Laut Kita Menjaga

Angin malam belum sempat tenang ketika gelombang kesunyian di perairan Selatan Tanjung Piai dipecahkan oleh deru dua kapal perang Indonesia: KRI Surik-645 dan KRI Silea-858.

Di balik layar malam yang bersahaja, sebuah operasi senyap namun bertenaga sedang berlangsung—bukan hanya operasi militer, melainkan operasi harapan, operasi perlawanan terhadap racun yang mengintai generasi bangsa.

Di laut, Indonesia tak hanya berjaya—Indonesia berjaga. Dan pada malam Rabu, 21 Mei, bangsa ini membuktikan sekali lagi bahwa laut bukan tempat bagi para pedagang kematian.

Sinergitas yang elok antara TNI Angkatan Laut, Badan Narkotika Nasional (BNN RI), Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, serta Polda Kepulauan Riau, menorehkan sejarah baru dalam perang panjang melawan narkotika.

Sebanyak 2.000.000 gram sabu—ya, dua ton racun kristal—berhasil digagalkan untuk menjejak bumi Nusantara.

Bayangkan saja: 67 kardus, tersimpan rapi di kapal tanker Sea Dragon Tarawa, menyaru sebagai peti dagang biasa, terbungkus dalam plastik teh hijau merek Guanyinwang, seolah menenangkan siapa pun yang melihat. Namun dalam tiap bungkus itu, terpendam kehancuran, luka yang nyaris lahir, dan tangis yang nyaris pecah.

Di balik keberhasilan itu, tertangkap enam manusia yang lupa daratan: empat warga Indonesia, HS, LC, FR, dan RH, serta dua pria asing dari Thailand, WP dan TL.

Mereka tak sadar, bahwa laut ini telah bersumpah setia pada bangsa ini, dan bahwa sumpah itu dijaga oleh putra-putra terbaik Angkatan Laut Republik Indonesia.

Laporan intelijen yang diasah tajam, disulam dalam pemetaan strategis, lalu dituntaskan dengan kehadiran senyap di laut biru, menjadi simfoni kerja sama antar lembaga negara.

Inilah bukti bahwa di negeri ini, perlawanan terhadap narkotika bukan sekadar jargon, tetapi sebuah tekad yang berlayar.

Dalam konferensi pers yang digelar di Dermaga Pangkalan Bea Cukai, Tanjung Uncang, Batam, Laksamana Muda TNI Fauzi—mewakili Kasal Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali—menyampaikan komitmen dalam nada yang tegas, namun teduh:

“Kami melaksanakan tugas ini dengan sungguh-sungguh, TNI AL siap berkolaborasi dengan siapapun juga untuk memberantas narkoba ini. Kami selalu siap menjadi garda terdepan untuk menghadang masuknya narkoba ini ke perairan Indonesia. Kami berjanji tidak ada sejengkal perairan Indonesia yang bisa diraih oleh narkoba ini.”

Ini bukan hanya soal patroli. Ini soal keyakinan. Ini tentang bangsa yang menolak menjadi tuan rumah bagi peredaran barang haram. Ini tentang anak-anak yang masih berseragam putih-merah, yang pantas mewarisi negeri tanpa kabut racun.

Jalesveva Jayamahe. Di laut kita jaya. Dan malam itu, di lautan tenang di perbatasan, kejayaan itu bukan hanya semboyan—ia menjadi kenyataan.