Kemampuan Intelijen Brigjen TNI Harzeni Paine, S.H.,M.A. Dalam Membongkar Kasus di Kesatuannya

Brigjen TNI Harzeni Paine, S.H.,M.A. bersama istri.

MATRANEWS.id Dalam perjalanan karirnya, salah satu penugasan yang sulit dilupakan Brigjen TNI Harzeni Paine, S.H.,M.A., Staf Khusus Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD), selama menjadi prajurit adalah saat menjabat sebagai KASI INTEL REM 072/PMK KODAM IV/DIP bertugas di Yogyakarta, tahun 2014-2015.

Saat itu Harzeni masih berpangkat Kolonel. Kiprahnya sangat diperhitungkan di Kesatuan ini. Membuka mata dan nurani para prajurit lainnya, karena banyak pelanggaran para oknum prajurit yang dibongkar dan diselesaikan olehnya.

Kehadiran sosok Kolonel Harzeni membuat perubahan signifikan di kesatuan ini. Sejumlah pelanggaran yang dilakukan oleh oknum prajurit yang selama lima tahun lebih “terpendam”, akhirnya terkuak dan terbongkar melalui kemampuan intelijen Harzeni.

Menurutnya, sejak dulu Kota Yogyakarta memang dikenal dengan kota yang tenang dan minim gejolak politik dan sosial. Tetapi ibarat air, bagian permukaan memang tampak tenang, namun di bagian bawah arus bergerak cukup kuat.

“Itu yang saya rasakan dan perhatikan saat menjadi Kasi Intel di Korem Yogyakarta,” ucapnya.

Bongkar Pelanggaran Oknum Prajurit

Harzeni mengisahkan, saat bertugas di Korem Yogyakarta, di tengah tenangnya suasanya kota, ternyata banyak laporan yang masuk berkaitan dengan sejumlah pelanggaran yang dilakukan beberapa oknum prajurit TNI. Kasus-kasus tersebut sudah terjadi sekitar lima tahun, sebelum Harzeni bertugas sebagai Kasi Intel di Korem ini.

“Jadi laporan-laporan pelanggaran yang masuk ke saya itu merupakan kasus lama. Salah satunya, kasus yang melibatkan Bank BRI di sana,” ungkapnya.

Harzeni menceritakan, saat itu ada dua oknum TNI berpangkat Prajurit Kepala (Praka) dan Prajurit Satu (Pratu). Kedua prajurit ini melakukan tindak pelanggaran memanipulasi surat dan tanda tangan Komandan Bataliyon (Danyon), tanda tangan Komandan Kompi (Danki), dan tanda tangan juru bayar di kesatuannya.

Pemalsuan tanda tangan ini dilakukan oleh kedua oknum tersebut untuk mengajukan pinjaman kredit ke Bank BRI. Awal informasinya, nilai pinjamannya hanya mencapai Rp 150 juta.

“Nah, waktu itu juga ada kesalahan dari orang pihak bank yang langsung mempercayai kedua oknum ini. Mestinya kan pegawai bank harus menemui Danyon lebih dulu sebelum menyetujui pinjaman. Ini tidak dilakukan,” ujar Harzeni.

Menurut Harzeni, persoalan pelanggaran ini sudah lama terjadi, namun tidak pernah terpecahkan. Entah ada apa di balik itu semua, faktanya tidak terselesaikan. Meski sudah beberapa ganti personil Kasi Intel di Korem ini, namun tidak pernah terbongkar.

Gerak Cepat Harzeni

Begitu mendapat laporan dan mempelajarinya, Harzeni langsung gerak cepat. Naluri intelijennya bergerak menyasar ke titik-titik yang diduga menjadi sumber persoalan. Ketemu.

Namun rupanya, kedua oknum prajurit tadi sudah membaca gelagat bahwa kasusnya akan terbongkar. Keduanya mulai memainkan “lakon” baru dengan cara mendadak menghadap ke Harzeni. Kasi Intel yang baru ini pun kaget.

“Rupanya mereka berusaha untuk melakukan pendekatan ke saya, tapi saya langsung kurung dua oknum itu. Tidak ada ampun. Saya tidak akan mau dipengaruhi dengan cara apapun. Hukum harus saya tegakkan,” ujarnya dengan nada bersemangat.

Tapi upaya kedua oknum tersebut tak berhenti sampai di sini. Orang tua dan kakak dari kedua orang tersebut tadi tiba-tiba mendatangi rumah Dinas Harzeni. Untuk kedua kalinya Harzeni juga mengaku kaget, dari mana orang-orang ini tahu alamat rumahnya.

Harzeni menduga, mereka mendapat info lokasi rumah Harzeni dari oknum Provost di kesatuannya. Saat ke rumah Harzeni, kedua orang tersebut membawa dua kantong plastik berisi uang. Namun Harzeni tak pernah tahu berapa jumlahnya.

“Saya segera lapor ke Danrem (Komandan Korem, Red), tapi beliau bilang begini: ‘Harzeni hati-hati, saya sebentar lagi mau Lemhanas, kasus ini jadi bola panas di kita’. Maka itu, segera suruh pulang mereka,” lanjutnya.

Ternyata Kasus Besar

Waktu itu, Harzeni masih diliputi rasa penasaran dengan kasus ini: apakah benar hanya urusan Rp 150 juta atau lebih besar lagi. Setelah ditelusuri, terbongkarlah ternyata BRI kena Rp 15 miliar.

“Waktu itu orang bank datang ke kantor saya sambil nangis-nangis, tapi saya bilang ‘Kalian juga salah. Kenapa kalian tidak menemui Danyon dan juru bayar kami dulu sebelum pinjaman bank disetujui’,” sambungnya.

Akibat dari kejadian ini, banyak anggota lainnya yang kena sanksi karena terlibat. Namun dua oknum berpangkat Praka dan Pratu tadi akhirnya dipecat dari kedinasan TNI.

Menurut Harzeni, kejadian di atas hanyalah salah satu kasus yang berhasil ia bongkar. Masih ada beberapa kasus lain yang bermotif uang dan motif lainnya yang berhasil ia bongkar selama menjabat sebagai KASI INTEL REM 072/PMK KODAM IV/DIP.

“Masih ada beberapa kasus lain, tapi kurang tepat kalau saya publikasikan,” ucapnya.

Jabatan Yang Tepat

Terbongkarnya kasus-kasus di lingkup institusi TNI di tempat penugasannya memang sangat berkait erat dengan kemampuan intelijen Harzeni. Selain itu, integritas dan kepatuhannya terhadap penegakan hukum juga menjadi poin penting bagi sosok prajurit TNI ini.

Kepiawaian dan kemampuan Harzeni dalam menjalankan peran intelijen, diakuinya, banyak belajar dari sosok Prabowo Subianto ketika masih di Kopassus. Banyak ilmu yang ia dapatkan di Kesatuan Baret Merah itu.

Di mata teman-teman sesama perwira tinggi, semestinya, Brigjen TNI Harzeni Paine, S.H.,M.A. dianggap layak untuk mendapatkan posisi yang tepat sesuai dengan kemampuannya. Namun sayangnya tingginya jiwa integritas, profesionlisme sebagai prajurit, dan sejumlah prestasi Harzeni, saat ini kurang mendapat apresiasi dari atasannya. Ada saja yang tak suka dan menjegal karirnya.

Brigjen TNI Harzeni Paine, S.H., M.A. yang semestinya mendapat posisi strategis di TNI AD, malah ditempatkan di posisi Staf Khusus KASAD, sejak 2023. Di jabatan ini, tentu saja Harzeni tak bisa berkarya lebih baik lagi. Padahal, kemampuannya dan integritasnya sebagai prajurit yang profesional sangat dibutuhkan oleh TNI.

Sudah saatnya Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian dan memberikan peluang kepada Brigjen TNI Harzeni Paine, S.H., M.A. agar kemampuan dan integritas prajurit ini bisa menjadi kebanggaan dan perubahan di tubuh TNI, juga untuk Bangsa dan Negara.

#Abdul Kholis

  • https://www.hariankami.com/profile-kami/23615292217/wajib-militer-dan-bela-negara-di-mata-brigjen-tni-harzeni-paine-sh-ma