Berita  

Konser Bersama Memperingati 75 Tahun Hubungan Diplomatik Indonesia dan Rusia

Ismeth Wibowo beserta Dubes Rusia untuk Indonesia, H.E Sergei Tolchenov dan Ibu Hartini Hartarto

MATRANEWS.idForum Bisnis Rusia-Indonesia 2025 dan Konser Bersama Memperingati 75 Tahun Hubungan Diplomatik Indonesia dan Rusia

Bersama mantan Dubes Rusia untuk Indonesia, H.E Lyudmila Vorobieva

Menjelang Senja Diplomasi: Forum Bisnis Indonesia–Rusia sebagai Simfoni Sinergi Dua Bangsa

 

 

 

 

 

 

Forum Bisnis Indonesia–Rusia yang digelar hari ini bukan sekadar pertemuan formal antar negara, melainkan sebuah simfoni, harmoni yang menghubungkan nadi bisnis, semangat kebudayaan, dan cita-cita kemitraan strategis yang kian erat antara dua bangsa besar: Indonesia dan Rusia.

Lebih dari 30 perusahaan asal Rusia, membawa semangat dari Moskow hingga Vladivostok, berderap menuju forum ini.

Mereka datang tak hanya membawa proposal bisnis atau tabel proyeksi keuntungan, tapi juga harapan dan rasa ingin tahu—tentang Indonesia yang luas dan dinamis, tentang kemungkinan yang belum terjamah di sektor digital, pangan, industri berat, hingga solusi teknologi mutakhir.

Inisiatif forum ini lahir dari ikhtiar Yayasan Roscongress melalui Roscongress International, berkolaborasi dengan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia.

Sebuah persilangan niat baik dalam rangkaian pertemuan ke-13 Sidang Komisi Bersama Indonesia-Rusia Bidang Kerja Sama Perdagangan, Ekonomi, dan Teknik. Di sini, kata-kata tak lagi sebatas diplomasi, tapi berubah menjadi jembatan bisnis dan langkah-langkah konkret.

Dalam sesi pleno bertajuk Russia-Indonesia Strategy of Partnership, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto, tampil bukan hanya sebagai negarawan, tetapi sebagai dirigen yang menyelaraskan kepentingan kedua pihak.

“Kerja sama antara KADIN Indonesia dan Roscongress Foundation menjadi kunci untuk menghadirkan solusi nyata sesuai kebutuhan pelaku bisnis kedua negara,” ujar Menko Airlangga—sebuah pernyataan yang menyiratkan tekad untuk mengubah forum menjadi panggung implementasi, bukan sekadar retorika.

Dari sisi Rusia, hadir sosok penting, Denis Manturov—Deputi Pertama Perdana Menteri Federasi Rusia. Dengan tatapan yang tegas dan nada yang bersahabat, ia mengutarakan harapan besar pada kerja sama di sektor pertanian dan energi. Ia pun menyoroti pentingnya percepatan finalisasi perjanjian perdagangan bebas antara Indonesia dan Uni Ekonomi Eurasia (EAEU).

“Untuk mendukung keberlanjutan kerja sama, perjanjian perdagangan bebas ini diharapkan dapat segera terwujud dan ditandatangani tahun ini,” ucapnya—seakan menulis babak baru dalam buku hubungan internasional.

Menko Airlangga pun memaparkan peta jalan Indonesia—dari penguatan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) hingga hilirisasi industri dan transformasi digital. Ia menyebut 25 KEK yang membentang dari Aceh hingga Papua sebagai panggung pertumbuhan yang menanti untuk disambut para investor.

“Hilirisasi sektor seperti nikel, tembaga, dan petrokimia adalah kunci menambah nilai di dalam negeri. Kita tidak bisa terus menjadi eksportir bahan mentah,” ujar Airlangga, sembari menyisipkan visi tentang ekonomi digital Indonesia yang diproyeksikan mencapai hampir USD1 triliun pada 2030.

Sebuah visi masa depan yang membuka peluang kolaborasi dengan Rusia di bidang teknologi siber, pendidikan, kesehatan, dan pariwisata.

Hadir pula tokoh-tokoh penting yang menambah makna forum ini. Ada Edi Prio Pambudi, Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Kemenko Perekonomian; Alexander Stuglev, CEO Roscongress Foundation; Veronika Nikishina dari Russian Export Center; serta James Riady dari KADIN dan Ahmad Siddik Badruddin dari PT Pertamina.

Tidak ketinggalan, hadir pula Ismeth Wibowo, Komisaris PT SUNRA Retail Indonesia, yang merupakan pemerhati hubungan bisnis dan perdagangan Rusia-Indonesia. Ismeth juga cucu dari Pahlawan Nasional Ir. H. Djuanda—sebuah benang merah antara masa lalu, masa kini, dan masa depan diplomasi.

Malam hari, kisah ekonomi bersambung dalam nada dan harmoni. Di Ciputra Artpreneur Theater, sebuah konser bersama digelar sebagai perayaan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia–Rusia. Alunan musik menggantikan pidato, denting piano berbicara dalam bahasa universal yang sama: persahabatan.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menpora Dito Ariotejo, dan Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha turut hadir, menyaksikan bagaimana simfoni kebudayaan mampu menyatukan dua bangsa dalam satu irama. Dimulai pukul 18.45 WIB, konser ini menjadi penutup yang puitis atas hari yang penuh diplomasi dan harapan.

Hari ini, sejarah tak ditulis dengan tinta saja, melainkan dengan pertemuan, kerja sama, dan kepercayaan. Forum Bisnis Indonesia–Rusia adalah sebuah awal—bukan akhir—dari sebuah simfoni panjang bernama kemitraan strategis.

Dalam simfoni itu, tak ada nada yang berdiri sendiri. Semua harus selaras, seperti dua bangsa yang melangkah bersama ke masa depan