MATRANEWS.id — Profil Low Tuck Kwong: Raja Batu Bara Indonesia dan Filantropis Asia
Pada awal Juni 2025, daftar orang terkaya di Indonesia versi real-time Forbes kembali mengalami pergeseran.
Nama Low Tuck Kwong kini bertengger di puncak, menggeser taipan Prajogo Pangestu yang sebelumnya menduduki posisi pertama pada akhir 2024.
Berdasarkan data yang dipantau pada Minggu (8/6), total kekayaan Low Tuck Kwong mencapai USD 27,4 miliar atau setara dengan Rp 446,2 triliun (kurs Rp 16.285), menjadikannya orang terkaya di Tanah Air sekaligus menempatkannya di posisi ke-72 dalam daftar orang terkaya dunia.
Low Tuck Kwong dikenal luas sebagai pendiri dan pemilik Bayan Resources, sebuah perusahaan pertambangan batu bara besar di Indonesia.
PT Bayan Resources Tbk (BYAN) bergerak di bidang pertambangan terbuka (open cut mining) dan mengelola sejumlah proyek besar di Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan.
Produksi batu bara Bayan Resources terus menunjukkan tren peningkatan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Pada 2018, perusahaan mencatat produksi sebesar 28,9 juta ton. Jumlah ini meningkat menjadi 31,8 juta ton pada 2019, 30,2 juta ton pada 2020, 37,6 juta ton pada 2021, 38,9 juta ton pada 2022, dan mencapai 45 juta ton pada 2023.
Adapun lokasi tambang utama Bayan Resources antara lain: Tambang Teguh Sinar Abadi (TSA)/Firman Ketaun Perkasa (FKP) di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, Tambang Perkasa Inakakerta di Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur
Tambang Tabang/Pakar di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Tambang Wahana Baratama Mining di Kabupaten Satui, Kalimantan Selatan
Komitmen pada Filantropi dan Pendidikan
Di balik kesuksesan bisnisnya, Low Tuck Kwong juga dikenal sebagai figur dermawan yang aktif dalam kegiatan filantropi, khususnya di bidang pendidikan dan sosial.
Pada tahun 2025, Yayasan Low Tuck Kwong memberikan donasi senilai 8 juta dolar Singapura kepada Nanyang Technological University (NTU), Singapura.
Dana ini akan digunakan untuk menyediakan beasiswa bagi mahasiswa sarjana dan menarik mahasiswa terbaik dari Indonesia untuk menempuh pendidikan magister penuh waktu di NTU.
Tidak berhenti di situ, pada tahun 2023, Lee Kuan Yew School of Public Policy (LKYSPP) dari National University of Singapore (NUS) juga menerima donasi fantastis sebesar 101 juta dolar Singapura dari yayasan yang sama.
Donasi ini difokuskan pada pemberian beasiswa bagi generasi muda Asia agar dapat mengakses pendidikan tinggi dan turut membentuk kebijakan publik di masa depan.
Yayasan Low Tuck Kwong berkomitmen untuk meningkatkan kualitas hidup dan memberdayakan masyarakat, terutama melalui tiga bidang utama: pendidikan, kesehatan dan penelitian medis, serta kesejahteraan sosial.
Upaya ini mencerminkan visi Low Tuck Kwong untuk menciptakan perubahan yang berkelanjutan bagi masyarakat di Singapura, Indonesia, dan kawasan Asia secara lebih luas.
Low Tuck Kwong bukan hanya seorang pengusaha tambang sukses yang kini menjadi orang terkaya di Indonesia, tetapi juga seorang dermawan yang memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan manusia melalui pendidikan dan sosial.
Kepemimpinan dan visi jangka panjangnya di sektor energi dan filantropi menjadikannya figur yang berpengaruh dan patut dicontoh, baik di dalam negeri maupun di kancah internasional.
10 Orang Terkaya di Indonesia Awal Juni 2025
1. Low Tuck Kwong
Kekayaan 2 Juni 2025: US$ 27,6 miliar
Kekayaan 1 Mei 2025: US$ 26,7 miliar
Status: Pendiri dan Presiden Direktur Bayan Resources
2. Prajogo Pangestu
Kekayaan 2 Juni 2025: US$ 24,1 miliar
Kekayaan 1 Mei 2025: US$ 18,1 miliar
Status: Pendiri PT. Barito Pacific Tbk
3. Robert Budi Hartono
Kekayaan 2 Juni 2025: US$ 23,0 miliar
Kekayaan 1 Mei 2025: US$ 21,7 miliar
Status: Pemilik Djarum Group
4. Michael Hartono
Kekayaan 2 Juni 2025: US$ 22,1 miliar
Kekayaan 1 Mei 2025: US$ 20,8 miliar
Status: Pemilik Djarum Group
5. Sri Prakash Loha
Kekayaan 2 Juni 2025: US$ 8,5 miliar
Kekayaan 1 Mei 2025: US$ 8,3 miliar
Status: Pendiri dan Ketua Indorama Corporation
Baca Juga: 10 Perusahaan Tambang Emas Terbesar di Dunia, Freeport Salah Satunya
6. Ottot Toto Sugiri
Kekayaan 2 Juni 2025: US$ 7,1 miliar
Kekayaan 1 Mei 2025: US$ 7,2 miliar
Status: Pendiri dan CEO DCI Indonesia
7. Dato’ Sri Tahir
Kekayaan 2 Juni 2025: US$ 5,2 miliar
Kekayaan 1 Mei 2025: US$ 5,1 miliar
Status: Pendiri Mayapada Group
8. Marina Budiman
Kekayaan 2 Juni 2025: US$ 5,0 miliar
Kekayaan 1 Mei 2025: US$ 5,1 miliar
Status: Pendiri dan Presiden Komisaris DCI Indonesia
9. Dewi Kam
Kekayaan 2 Juni 2025: US$ 4,8 miliar
Kekayaan 1 Mei 2025: US$ 4,7 miliar
Status: Pemilik saham minoritas di Bayan Resources
10. Agoes Projosasmito
Kekayaan 2 Juni 2025: US$ 4,8 miliar
Kekayaan 1 Mei 2025: US$ 4,8 miliar
Status: Presiden Komisaris Amman Mineral Internasional.







