
MATRANEWS.id โ Muhammadiyah Rilis Film Biografi Djuanda: Menyebarkan Dakwah Lewat Seni dan Sejarah

Muhammadiyah melalui Lembaga Seni dan Budaya (LSB) PP Muhammadiyah telah meluncurkan film biografi berjudul Djuanda: Pemersatu Laut Indonesia.
Acara peluncuran film ini berlangsung pada Sabtu (22/2) di Amphiteater E6, Lantai 5 Kampus Terpadu Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, dengan dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Ketua PP Muhammadiyah Irwan Akib, Ketua LSB PP Muhammadiyah Gunawan Budiyanto, serta cucu Djuanda, Ismeth Wibowo Amirullah.
Film yang disutradarai oleh Ery Isnanto ini bertujuan mengenalkan sosok Djuanda Kartawidjaja, pahlawan nasional yang dikenal dengan Deklarasi Djuanda yang disahkannya pada 13 Desember 1957.
Kita tahu, bahwa Deklarasi ini menjadi tonggak penting dalam sejarah Indonesia, yang menegaskan kedaulatan Indonesia atas wilayah lautnya.
Ismeth, cucu Djuanda, dalam kesempatan tersebut mengungkapkan kebanggaannya atas peluncuran film tersebut, dan menjelaskan berbagai posisi strategis yang pernah dijabat oleh kakeknya, termasuk Menteri Pekerjaan Umum, Menteri Keuangan, Menteri Perhubungan, serta Perdana Menteri Indonesia yang terakhir pada periode 1957-1959.
Irwan Akib dalam sambutannya menyatakan bahwa film ini tidak hanya bermanfaat sebagai pengingat sejarah, tetapi juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda.
Ia menekankan bahwa Djuanda adalah salah satu tokoh Muhammadiyah yang sangat berpengaruh, baik dalam dunia politik maupun pendidikan.
Djuanda juga dikenal sebagai pendiri SMA Muhammadiyah Kramat di Jakarta, yang menunjukkan kontribusinya dalam dunia pendidikan.
Film berdurasi 120 menit ini juga menggambarkan berbagai peran Djuanda dalam memperjuangkan kemerdekaan dan kesatuan Indonesia.
Gunawan Budiyanto, Ketua LSB PP Muhammadiyah, menyampaikan harapannya agar film ini menjadi salah satu bentuk dakwah Muhammadiyah yang semakin luas, terutama di bidang seni dan perfilman.
Ia berharap melalui film ini, dakwah Muhammadiyah dapat menjangkau masyarakat lebih luas, tak hanya melalui masjid dan pengajian, tetapi juga melalui media seni yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari, seperti film dan musik.
Film ini memulai produksinya pada tahun 2023, dengan beberapa mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta turut terlibat dalam proses produksinya. Mahasiswa tersebut berperan dalam berbagai aspek produksi, termasuk sebagai asisten sutradara dan koordinator talenta.
Dalam bagian lain, film ini juga menggali lebih dalam tentang kehidupan pribadi Djuanda yang lahir di Tasikmalaya dan pendidikan yang ia tempuh, dari sekolah Belanda hingga kuliah di Technische Hoogeschool te Bandoeng (sekarang ITB).
Sejak usia muda, Djuanda sudah aktif dalam organisasi, termasuk Muhammadiyah dan Paguyuban Pasundan. Selain itu, kisah Deklarasi Djuanda yang menjadi landasan penegasan kedaulatan laut Indonesia akan dipaparkan secara mendetail dalam film ini.
Sebagaimana yang telah dilakukan Djuanda dengan Deklarasi Djuanda, yang menyatukan laut Indonesia, film ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa cinta tanah air serta kesadaran akan perjuangan tokoh-tokoh besar bangsa dalam mewujudkan kemerdekaan Indonesia.
Film Djuanda: Pemersatu Laut Indonesia bukan hanya sekadar dokumentasi sejarah, tetapi juga upaya untuk mengenalkan nilai-nilai perjuangan, nasionalisme, dan semangat kebersamaan kepada generasi muda Indonesia melalui medium seni yang menarik.