Berita  

Prabowo Perkaya Pendidikan Anak lewat Digitalisasi

MATRANEWS.id Prabowo Perkaya Pendidikan Anak lewat Digitalisasi
Badan Komunikasi Pemerintah: Transformasi Mulai Terasa di Sekolah

 

Di sebuah kelas yang kini dipenuhi layar sentuh dan perangkat pembelajaran digital, Presiden Prabowo Subianto tampak berdiri memperhatikan para siswa SMP Negeri 4 Kota Bekasi yang sibuk mempraktikkan cara baru memahami pelajaran.

Di depan mereka, buku-buku ajar yang dulu tebal kini menjelma menjadi visual bergerak, grafik interaktif, hingga simulasi yang bisa disentuh.

Di sekolah inilah, Senin pagi, pemerintah meluncurkan Digitalisasi Pembelajaran—program yang sejak awal masa pemerintahannya dijanjikan Prabowo sebagai pintu modernisasi pendidikan nasional.

Peluncuran dilakukan secara simbolis, tetapi atmosfer peralihan menuju kelas masa depan segera terasa.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, Angga Raka Prabowo, menyebut langkah ini sebagai “akselerasi perubahan” yang memang ingin dikejar Presiden.

“Beliau yakin pendidikan Indonesia bisa melompat lebih jauh. Dorongan digitalisasi ini diharapkan menjadi percepatan itu,” kata Angga.

Menurut Angga, digitalisasi bukan semata urusan membeli gawai lalu meletakkannya di meja-meja kelas.

“Ini soal mengubah cara belajar dan mengajar. Perangkat hanyalah pintu masuk. Yang diharapkan Presiden adalah transformasi,” ujarnya.

Prabowo, yang hari itu didampingi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, berkeliling kelas untuk melihat langsung cara guru menggunakan platform daring.

Sebuah layar besar menampilkan materi pelajaran yang divisualkan secara dinamis. Di sisi lain, beberapa siswa mempraktikkan simulasi sains yang sebelumnya hanya bisa dibayangkan lewat ilustrasi statis.

“Sebelumnya saya sulit membayangkan konsepnya. Tapi kalau bisa dilihat bergerak begini, lebih cepat paham,” kata seorang siswa kepada Presiden, disambut tawa ringan Prabowo yang menanyakan apa pelajaran favoritnya.

Dari ruang itu, Presiden kemudian melakukan panggilan zoom dengan sekolah di berbagai daerah. Suara-suara dari Sabang hingga Merauke muncul bergantian, menceritakan pengalaman serupa: pembelajaran yang kini lebih visual, lebih interaktif, lebih cepat dicerna.

Namun Prabowo tetap menyelipkan pesan penting: pemerataan.

“Teknologi harus dirasakan merata,” ujar Angga menyampaikan kembali pesan Presiden. “Anak-anak di Bekasi, juga di desa-desa yang jauh, harus punya kesempatan yang sama.”

Para guru yang hadir pun menyampaikan perubahan yang mereka rasakan. Teknologi, kata mereka, bukan hanya menambah variasi metode, tetapi juga mempermudah memantau perkembangan siswa secara berkala. “Lebih akurat, lebih cepat,” kata seorang guru matematika.

Politisi Partai Gerindra itu juga memuji kesiapan SMPN 4 Kota Bekasi, yang menurutnya bisa menjadi model awal penerapan ekosistem pembelajaran digital.

Infrastruktur, kesiapan guru, hingga budaya belajar baru yang mulai terbentuk—semuanya disebut Prabowo sebagai fondasi penting.

“Transformasi ini bukan hanya untuk hari ini,” ujar Prabowo sebelum meninggalkan sekolah. “Ini investasi untuk masa depan generasi kita. Dengan adaptasi yang tepat dan dukungan semua pihak, kita akan melahirkan generasi yang cerdas, tangguh, dan siap menghadapi tantangan era digital.”

Kunjungannya selesai. Namun gema komitmen digitalisasi pendidikan itu tampaknya baru mulai.