
Dari mana sebuah gerak bermula?Barangkali jawabannya tidak selalu dimulai dari apa yang terdengar.

- Rumah Karya Sjuman Mempersembahkan Nada di Balik Tubuh, Babak Baru Perjalanan Artistik Kreativität Dance Indonesia

Rumah Karya Sjuman bersama Kreativität Dance Indonesia (KDI) mempersembahkan Nada di Balik Tubuh pada Minggu, 23 Agustus 2026 di Gedung Putih, Bintaro.
Dalam arahan artistik Aksan Sjuman, tujuh karya koreografi dipertemukan dalam satu panggung. Berangkat dari sudut pandang yang berbeda, masing-masing menelusuri pertanyaan yang sama: Dari mana sebuah gerak bermula?
Gagasan tersebut terus dihidupkan dalam lebih dari tiga dekade perjalanan KDI. Didirikan oleh maestro tari Indonesia Farida Oetoyo pada 1995, KDI tumbuh melalui perjumpaan dengan beragam tradisi tari dan praktik artistik dari berbagai belahan dunia.
Pengalaman-pengalaman itu tidak berhenti sebagai jejak pengaruh semata; sebaliknya, mengakar dan tumbuh menjadi bahasa artistik yang terus berkembang dalam konteks Indonesia. Nada di Balik Tubuh menjadi salah satu perwujudan dari perjalanan tersebut.
“Selama ini penonton cenderung melihat musik sebagai pengiring tari. Melalui Nada di Balik Tubuh, kami ingin mengajak penonton melihat kemungkinan sebaliknya: bagaimana jika gerak tubuh, komposisi musik, bahkan penonton, terlibat dalam sebuah interaksi yang intim. Pertunjukan ini bukan menawarkan satu jawaban, melainkan membuka ruang untuk mengalami pertanyaan itu bersama,” ujar Aksan Sjuman.
Berlangsung dalam format semi-imersif, Nada di Balik Tubuh menjadi ruang perjumpaan antara penari, musisi, dan penonton yang seolah tanpa jarak. Kedekatan itu mengajak penonton tidak hanya menyaksikan, tetapi juga mengalami pertunjukan melalui refleksi yang dipantik secara langsung oleh Aksan Sjuman.
Tujuh karya koreografi hadir dalam Nada di Balik Tubuh. Enam di antaranya merupakan karya baru dari Yudistira Sjuman (dua karya), Nudiandra Sarasvati, Wenny Halim, Althea Sri Bestari, dan Syanindita Prameswari.
Masing-masing tumbuh dari pertanyaan yang sama, tetapi bergerak dengan bahasa yang berbeda, menghadirkan warna dan wacana yang saling melengkapi sepanjang pertunjukan.
Rangkaian tersebut juga menghadirkan kembali fragmen pas de deux dari repertoar ikonik Serdtse karya Farida Oetoyo.
Kehadirannya menjadi penghubung antara warisan artistik yang dibangun KDI sejak 1995 dengan eksplorasi para koreografer generasi kini yang meneruskan pencarian tersebut.
Lanskap musikal pertunjukan dibangun melalui komposisi musik karya Aksan Sjuman dan Indra Lesmana, yang dimainkan secara langsung.
Nada di Balik Tubuh juga berkolaborasi dengan kelompok multidisiplin Ura-Ura. Dalam pertunjukan ini, musik tidak berhenti sebagai pengiring, tetapi ikut memberi napas pada perjalanan setiap karya yang hadir di atas panggung.
Menjelang hari pementasan, Rumah Karya Sjuman dan Kreativität Dance Indonesia membuka kesempatan bagi rekan media, pegiat seni, dan masyarakat untuk mengikuti Latihan Gabungan Terbuka pada 16 Agustus 2026 di Studio Ponpinspace, Jakarta Selatan.
Sesi ini memberi kesempatan untuk melihat bagaimana gagasan dalam pertunjukan tumbuh sejak ruang latihan sebelum akhirnya hadir di atas panggung.
Detail Pertunjukan
Judul Pertunjukan : Nada di Balik Tubuh
Penyelenggara : Rumah Karya Sjuman & Kreativität Dance Indonesia (KDI)
Tanggal : Minggu, 23 Agustus 2026
Waktu : 19.30 WIB
Lokasi : Gedung Putih, Bintaro
Artistic Director : Aksan Sjuman
Koreografer : Yudistira Sjuman (2 karya), Nudiandra Sarasvati, Wenny Halim, Althea Sri Bestari, Syanindita Prameswari, serta fragmen Serdtse karya Farida Oetoyo.
Komposer : Aksan Sjuman & Indra Lesmana
Informasi Tiket : https://goers.id/nadadibaliktubuh

Tentang Kreativität Dance Indonesia (KDI)
Didirikan oleh Farida Oetoyo pada 1995, Kreativität Dance Indonesia (KDI) merupakan kelompok tari kontemporer yang telah menjadi ruang berkarya, belajar, dan berkolaborasi selama lebih dari tiga dekade.
Berangkat dari warisan Farida Oetoyo, KDI terus berkembang melalui dialog dengan berbagai tradisi tari dan musik, sembari membuka ruang bagi lahirnya generasi baru penari dan koreografer Indonesia.







