HarianKami.com — Kepala Bakom RI: 166 Sekolah Rakyat dan Janji Negara pada Anak Miskin Ekstrem
Pemerintah kembali menegaskan perannya dalam urusan paling mendasar: memastikan anak-anak Indonesia bersekolah.
Senin, 12 Januari, Presiden Prabowo Subianto meresmikan 166 Sekolah Rakyat yang tersebar di 34 provinsi.
Program ini ditujukan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem—kelompok yang selama ini kerap tercecer dari layanan pendidikan formal.
Sekolah Rakyat dirancang sebagai sekolah berasrama dengan pembiayaan penuh dari negara.
Pemerintah menyasar anak-anak yang masuk dalam desil 1 dan 2 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Bagi pemerintah, pendidikan bukan sekadar layanan publik, melainkan alat strategis untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI, Angga Raka Prabowo, menyebut peresmian ratusan sekolah tersebut sebagai penanda kehadiran negara dalam menjamin hak dasar warganya.
“Ini adalah penegasan bahwa negara tidak boleh absen ketika anak-anak paling rentan membutuhkan akses pendidikan yang layak,” ujarnya.
Menurut Angga, Presiden Prabowo memberi perhatian khusus pada aspek mental dan pembentukan karakter siswa.
Dalam pidatonya, Presiden menyoroti pentingnya membangun rasa percaya diri anak-anak Sekolah Rakyat—banyak di antaranya tumbuh dalam tekanan ekonomi dan keterbatasan sosial.
Presiden juga mengingatkan agar para siswa tidak memandang latar belakang ekonomi sebagai hambatan permanen.
Pendidikan, kata Prabowo, merupakan jalan utama untuk mengubah nasib sekaligus mengangkat martabat keluarga.
“Keterbatasan bukan penentu masa depan. Yang menentukan adalah kemauan untuk belajar dan ketekunan menghadapi keadaan,” kata Angga mengutip pesan Presiden.
Bagi pemerintah, Sekolah Rakyat bukan sekadar proyek pembangunan gedung. Program ini diposisikan sebagai ruang pembentukan karakter dan harapan.
Sistem berasrama memungkinkan negara hadir lebih jauh—bukan hanya menyediakan ruang kelas, tetapi juga membentuk disiplin, kepercayaan diri, dan cita-cita hidup para siswa.
“Sekolah Rakyat adalah jembatan harapan bagi anak-anak yang selama ini terpinggirkan,” ujar Angga.
Ia menyebut para siswa diharapkan tidak hanya mengubah masa depan pribadi, tetapi juga membawa dampak bagi keluarga dan lingkungan sekitar.
Angga menambahkan, Sekolah Rakyat merupakan bagian dari strategi jangka panjang pemerintah dalam membangun sumber daya manusia yang unggul.
Pemerintah menargetkan lulusan program ini tumbuh sebagai generasi yang tangguh, berkarakter, dan mampu keluar dari jerat kemiskinan ekstrem.
“Ini bukan program seremonial. Ini investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa,” kata Angga.






