MATRANEWS.id — Bamsoet Dukung Produksi Film “Palagan Ambarawa” oleh Yayasan Panglima Soedirman
Anggota Komisi III DPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum Bidang Hubungan Antar Lembaga Partai Golkar, Bambang Soesatyo (Bamsoet), memberikan dukungan penuh kepada Yayasan Panglima Soedirman yang dipimpin oleh Ganang Priyambodo Soedirman dalam upaya produksi film nasional berjudul Palagan Ambarawa.
Film ini akan mengisahkan perjuangan heroik rakyat Indonesia di bawah kepemimpinan Kolonel Soedirman dalam menghadapi tentara Sekutu yang memiliki persenjataan lebih modern dan canggih pada saat itu.
“Film nasional bertema kepahlawanan memiliki peran strategis dalam membentuk karakter bangsa, memperkuat identitas nasional, serta mengedukasi generasi muda tentang sejarah dan nilai-nilai perjuangan,” ujar Bamsoet saat menerima Ketua Umum Yayasan Panglima Soedirman, Ganang Priyambodo Soedirman, di Jakarta, Rabu (12/2/25).
Lebih lanjut, Ketua MPR RI ke-15 dan Ketua DPR RI ke-20 ini menekankan bahwa film bertema kepahlawanan dapat memberikan pelajaran moral yang mendalam kepada penonton.
Dengan menyajikan kisah heroik, masyarakat dapat memahami lebih dalam nilai-nilai kepahlawanan seperti keberanian, pengorbanan, dan persatuan.
“Di tengah derasnya arus globalisasi dan dominasi budaya asing, film-film bertema kepahlawanan menjadi instrumen penting dalam menjaga semangat nasionalisme dan patriotisme. Oleh karena itu, rencana produksi film Palagan Ambarawa harus kita dukung bersama,” tegas Bamsoet.
Sebagai contoh, Bamsoet mengutip film Soekarno: Indonesia Merdeka (2013), yang tidak hanya menyajikan drama sejarah tetapi juga menggugah rasa nasionalisme masyarakat dengan menampilkan betapa beratnya perjuangan kemerdekaan bangsa.
Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila dan Wakil Ketua Umum/Kepala Bela Negara FKPPI ini juga menyoroti bahwa film kepahlawanan memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mengenang sejarah dan menghargai jasa para pahlawan.
Dengan menampilkan sosok-sosok yang berkontribusi besar dalam perjuangan kemerdekaan, film ini dapat membangun identitas nasional yang lebih kuat.
“Sebuah survei dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menunjukkan bahwa 68% responden merasa bangga ketika menonton film yang mengangkat kisah perjuangan para pahlawan bangsa. Ini membuktikan bahwa film memiliki daya tarik yang besar dalam membangun kesadaran sejarah,” jelas Bamsoet.
Selain itu, Bamsoet menambahkan bahwa produksi film nasional juga memiliki dampak positif terhadap industri kreatif di Indonesia. Berdasarkan data dari Badan Perfilman Indonesia (BPI), sektor film mampu menyumbang 6% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.
Oleh karena itu, produksi film nasional perlu ditingkatkan menjadi 800 judul per tahun guna memenuhi kebutuhan pasar serta menciptakan lapangan kerja baru.
“Film bertema kepahlawanan dapat menjadi salah satu genre unggulan yang menarik minat penonton. Dengan menggali sejarah dan menampilkan kisah heroik bangsa, film seperti Palagan Ambarawa dapat memperkaya industri perfilman nasional serta menanamkan semangat patriotisme kepada generasi penerus bangsa,” pungkas Bamsoet.








