MATRANEWS.id — Kombinasi Tahun Baru Islam (1 Muharram) dan 1 Suro Jumat Kliwon seperti yang terjadi pada Kamis malam – Jumat 27 Juni 2025 adalah peristiwa langka karena melibatkan sinkronisasi dua sistem kalender yang berbeda:
- Hijriyah (berbasis bulan, 354–355 hari)
- Kalender Jawa (gabungan kalender Islam dan siklus pasaran 5 harian: Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon)
Langkah Perhitungan:
Siklus pasaran Jawa berlangsung 5 hari.
Siklus hari Masehi 7 hari.
Gabungan 7 × 5 = 35 hari menghasilkan siklus kombinasi hari dan pasaran.
Tapi karena kalender Hijriyah tidak sejajar dengan kalender Masehi (karena berbeda jumlah hari per tahun), sinkronisasi antara 1 Muharram dan Jumat Kliwon tidak terjadi dalam siklus pendek.
Untuk mendapatkan kemunculan serentak, kita perlu mencari common multiple antara siklus Kalender Jawa dan Kalender Hijriyah–Masehi.
Hasil Pengamatan Historis (dengan bantuan software astronomi dan konversi kalender): 1 Muharram 1447 H = Jumat Kliwon, 27 Juni 2025
Sebelumnya terjadi pada 1 Muharram 1393 H = Jumat Kliwon, 9 Februari 1973
Jadi, selisihnya adalah:
1447 H – 1393 H = 54 tahun Hijriyah
atau 2025 – 1973 = 52 tahun Masehi
Jadi, Peristiwa 1 Muharram jatuh tepat pada Jumat Kliwon terjadi kira-kira setiap 52–54 tahun Masehi sekali. Namun, karena siklusnya tidak teratur, ini bukan pola yang eksak, melainkan berdasarkan kecocokan kalender yang kebetulan sinkron pada tahun-tahun tertentu.
Sampai bertemu di 1 Muharram kembali jatuh pada Jumat Kliwon berikutnya, sekitar 60 tahun lagi ya.







