Rokok Murah Tanpa Cukai Info Dari Kabar Kabari 13-84

MATRANEWS.id — Rokok Murah Tanpa Cukai Membuat Para Perokok  Semakin Sulit Berhenti Ngudut

Fenomena rokok murah tanpa cukai semakin merebak di berbagai penjuru negeri. Rokok ilegal ini kini bukan lagi barang langka.

Rokok dengan merek aneh-aneh, hadir bahkan di balik etalase warung kecil, menyelusup lewat grup media sosial, atau ditawarkan diam-diam dalam ajang temu penggemar otomotif.

Harga yang ditawarkan sangat menggiurkan: hanya sekitar Rp80.000 hingga Rp100.000 per slop—jauh di bawah harga rokok resmi yang dikenakan beban cukai.

Dari perbincangan di medsos alumni SMP disebut bahwa rokok ilegal cenderung menarik bagi kalangan perokok aktif yang merasa tercekik oleh kenaikan harga rokok legal.

Dalam kondisi ekonomi yang penuh tantangan, tak sedikit perokok yang memutar otak untuk tetap bisa merokok tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam. Pilihannya? Rokok murah, yang sayangnya seringkali ilegal.

“Indikasi umum rokok ilegal adalah harganya yang murah dan mereknya mirip dengan rokok terkenal,” ujar seorang pecinta otomotif yang juga perokok.

Di momen reuni, Bw mengaku sering menemukan rokok-rokok ini beredar di komunitas pecinta kendaraan maupun obrolan santai sesama perokok.

Ciri-Ciri Rokok Ilegal

Rokok ilegal memiliki berbagai bentuk pelanggaran, antara lain: Tanpa pita cukai (rokok polos), Menggunakan pita cukai palsu atau Menggunakan pita cukai bekas.

Mereknya juga unik.

Beberapa merek yang kerap muncul antara lain Dalil, GA Bold, JD Mild, Flash, Arrow, Rastel Bold, Thanos Bold, Seven, dan Cappucino Stick Twenty.

Ada juga yang cukup dikenal di kalangan penikmat tembakau murah seperti Power Bold, O Gold, Classy Bold, Luffman, dan SP 86.

Dalam obrolan itu, BW menyebut banyak perokok mengaku beralih ke rokok murah karena keterpaksaan atau iseng. Dimana akses yang makin mudah ke rokok ilegal.

Gimana menurut Anda, Apakah Ada info lain?

sumber info: https://www.hariankami.com/keuangan-kami/23615443516/rokok-murah-tanpa-cukai-membuat-para-perokok-semakin-sulit-berhenti-ngudut