viral  

Kejaksaan Jadi Ikon Baru Penegakan Hukum, Publik Apresiasi Kinerja Pemerintahan Prabowo–Gibran

MATRANEWS.idKejaksaan Jadi Ikon Baru Penegakan Hukum, Publik Apresiasi Kinerja Pemerintahan Prabowo–Gibran

Jelang 80 Tahun Indonesia Merdeka, Optimisme Muncul di Awal Pemerintahan Baru

Suasana publik Indonesia menjelang peringatan 80 tahun kemerdekaan terasa berbeda. Jika pada awal pemerintahan baru biasanya muncul nada skeptis, kali ini yang terdengar justru optimisme.

Hasil survei Public Watch Integrity (PWI) yang dirilis pertengahan Juli 2025 menunjukkan 80 persen responden menyatakan puas dengan kinerja Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

“Angka ini relatif tinggi, bahkan jika dibandingkan dengan awal periode sebelumnya,” ujar Jojo, Direktur Eksekutif PWI.

“Kepuasan publik ini tidak hanya terkait program ekonomi, tetapi juga perubahan persepsi terhadap lembaga hukum, khususnya Kejaksaan Agung.”

Kejaksaan Agung: Dari Lamban Jadi Ikon Baru

Kejaksaan Agung tiba-tiba menjadi buah bibir. Lembaga yang dulu kerap dipandang lamban dan eksklusif, kini dinilai lebih terbuka dan cepat bergerak.

Dalam setahun terakhir, sejumlah kasus korupsi besar ditangani dengan kecepatan yang dianggap di atas rata-rata.

Asri Hadi, jurnalis yang juga dosen mengaku merasakan perbedaannya. “Biasanya kasus korupsi bertahun-tahun baru ada hasil, sekarang terasa lebih cepat. Seperti ada keberanian baru,” katanya.

Dalam versi PWI, Public Watch Integrity kepercayaan terhadap lembaga penegakan hukum berkontribusi signifikan pada tingginya tingkat kepuasan publik.

“Publik melihat Kejaksaan sekarang bukan hanya menindak, tetapi juga memberi sinyal bahwa hukum tidak lagi pandang bulu,” tegasnya.

Stabilitas Ekonomi dan Tantangan Investasi

Selain penegakan hukum, isu ekonomi menjadi sorotan kedua yang paling banyak disebut responden.

Sebanyak 72 persen menyatakan harga pangan relatif stabil, terutama beras, yang pada bulan-bulan terakhir tidak mengalami lonjakan signifikan.

Namun, sektor investasi yang gencar dipromosikan pemerintah belum sepenuhnya dirasakan manfaatnya di tingkat akar rumput.

Dedi (41), buruh kelapa sawit di Riau, mengaku belum merasakan efek proyek hilirisasi. “Proyeknya bagus di atas kertas, tapi di sini pekerjaan baru belum datang,” keluhnya.

Ketimpangan wilayah juga menjadi catatan. Ketidakpuasan sebesar 20 persen responden sebagian besar terkait harga kebutuhan pokok di beberapa daerah dan kesenjangan ekonomi yang masih terasa di luar Jawa.

Peta Kepuasan Publik: Wilayah dan Generasi

Hasil survei PWI menunjukkan variasi kepuasan berdasarkan wilayah:

Pulau Jawa: 82% puas, 18% tidak puas

Pulau Kalimantan: 78% puas, 22% tidak puas

Pulau Sumatera: 79% puas, 21% tidak puas

Berdasarkan kelompok usia, Generasi Z mendominasi tingkat kepuasan tertinggi dengan 81,1 persen, disusul Generasi Y sebesar 75,4 persen.

Generasi X yang lebih senior justru paling kritis, dengan hanya 49 persen yang menyatakan puas.

Survei dengan Metodologi Ketat

Survei dilakukan pada 15–22 Juli 2025 menggunakan metode multistage random sampling dengan teknik Computer-Assisted Self Interview (CASI).

Sebanyak 1.800 responden berusia 17–55 tahun tersebar di 12 kota besar di Jawa, Kalimantan, dan Sumatera. Margin of error ±2,5 persen, dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Modal Politik, Ekspektasi Tinggi

Tingkat kepuasan yang tinggi memberi modal politik kuat bagi pemerintahan baru. Namun, modal itu juga datang dengan ekspektasi besar.

“Pemerintah mendapat apresiasi, tapi itu tidak berarti tanpa kritik. Publik menginginkan stabilitas harga dan hasil nyata dari investasi yang dijanjikan,” kata Jojo.

Ruang publik kini penuh dengan perbincangan yang hangat dan penuh harapan. Jika kepercayaan pada Kejaksaan terus terjaga dan dampak ekonomi benar-benar dirasakan hingga ke lapisan bawah, pemerintahan Prabowo–Gibran berpeluang besar mencatatkan rekor sebagai pemerintahan yang mampu menjaga momentum kepercayaan publik di awal periode.