MATRANEWS.id — Panggung Gembira The Castilla: Malam Merah Putih yang Tak Terlupakan
Malam ini, Sabtu 23 Agustus 2025, langit Castilla seolah ikut bersorak. Lapangan Castilian Camp, yang sehari-hari teduh oleh pepohonan, berubah rupa menjadi panggung pesta.
Lampu warna-warni menari, musik berdentum, dan riuh tawa warga berpadu dalam sebuah perayaan: Panggung Gembira The Castilla, puncak HUT RI ke-80 di salah satu kawasan prestisius Bumi Serpong Damai.
Suasana tak ubahnya konser berskala besar. Tata lampu megah, sound system yang lantang, hingga koreografi sorot lampu ke langit menguatkan kesan modern.
“Kalau upacara bendera 17 Agustus kemarin itu formal, malam ini gayanya Castilla banget: energik, kreatif, dan guyub,” kata seorang warga sambil membetulkan syal merah putih di pundaknya.
Musik, Joget, dan Tawa yang Menyatu
Dari panggung, suara band remaja Castilla membuka malam dengan lantunan lagu pop nasional.
Di panggung anak-anak tak mau kalah: gerak lagu dan fashion show memantik decak kagum. Lalu karaoke massal membuyarkan batas panggung dan penonton—semua larut dalam nada.
Puncak tawa pecah saat sesi joget bersama, yang menandai pengumuman pemenang lomba 17-an: makan kerupuk, kepit balon, hingga estafet tepung.
“Kami ingin Castilla punya daya juang, semangat tinggi, power untuk maju dan bertahan di tengah tantangan zaman. Semangat gotong royong inilah yang terus kami rawat,” ujar Hendrawan, Ketua Panitia, menekankan makna di balik pesta.
Memang, dress code merah putih di malam acara malam ini tak mendominasi lapangan. Bahkan, sekelompok warga muncul dengan nuansa hitam, cosplay ala karakter One Piece.
Dari Bazar hingga Sedekah
Begitulah kerukunan antar warga The Castilla sudah ramai. Dalam momen bazar bertajuk “dari warga untuk warga” memajang aneka kuliner dan produk kreatif rumahan: jajanan pasar, kopi racikan, hingga pernak-pernik handmade.
Warga RT 01-03 juga menyelipkan program sosial “Castilla Berdaya untuk Indonesia Jaya”.
Menjadi rangkaian acara, warga menyumbangkan pakaian layak pakai, boneka, buku bacaan, hingga mainan anak untuk TK Pelangi Kasih. Yayasan Amal Khair Yasmin juga menerima barang berkualitas, sebagai simbol berbagi di tengah perayaan.
Bahkan tim security, petugas kebersihan, dan pengelola camp ikut mendapat perhatian—sebuah pengingat bahwa kebersamaan tidak boleh berhenti di panggung.
Yang membuat perayaan tahun ini istimewa: panitia tidak menarik iuran.
Semua biaya ditopang sponsor—deretan nama perusahaan hingga individu warga Castilla yang memilih tak mau disebutkan. Dukungan mengalir dari Jejak Imani, Pihu, Merche, LebSolution, PMK, Mayora, BioMedilab, Webgloss, Prodia, Synergy, SAP, Gestalt Karya Abadi, Optik Lov, hingga Kopi Aseng.
Kembali tentang malam puncak Castilla Berdaya untuk Indonesia Raya ini, ditutup dengan ramah tamah dan santap malam bersama.
Di bawah cahaya lampu panggung yang kian meredup, obrolan ringan antarwarga justru kian menguat. Di sanalah perayaan menemukan maknanya: bukan sekadar pesta, melainkan ruang memperbarui ikatan sosial.
Lebih dari Sekadar Perayaan
Panggung Gembira The Castilla tahun ini lebih dari sebuah pesta lampu, musik, dan tawa. Ia menjadi pengingat bahwa di tengah dinamika zaman, energi terbesar sebuah komunitas terletak pada solidaritas dan gotong royong.
Dan mungkin, seperti kata seorang warga sambil menatap langit penuh bintang, “Indonesia yang jaya itu dimulai dari hal kecil—dari tetangga yang saling menguatkan.”












