
MATRANEWS.id — Tumbuh Bersama Menuju Masa Depan Emas Anak Indonesia. Setahun Program Makan Bergizi Gratis

Setiap pagi, sebelum bel sekolah berbunyi, antrean kecil terbentuk di sudut halaman sebuah sekolah dasar negeri di pinggiran kota.
Anak-anak berseragam lusuh menunggu giliran menerima kotak makan berisi nasi, lauk, sayur, dan segelas susu. Menu sederhana itu kini menjadi rutinitas baru—bukan sekadar pengganjal perut, melainkan penanda hadirnya negara di ruang paling dasar kehidupan: gizi anak.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) genap berusia satu tahun. Diluncurkan sebagai kebijakan strategis nasional, MBG dirancang untuk menjawab persoalan klasik Indonesia: ketimpangan gizi, stunting, serta rendahnya kualitas kesehatan anak usia sekolah.
Tahun pertama menjadi fase krusial—masa membangun sistem, memperbaiki pelaksanaan, sekaligus menguji apakah manfaat program benar-benar sampai ke piring anak-anak yang dituju.
Pemerintah menandai tonggak satu tahun ini.
Program Makan Bergizi Gratis dan Operasional Perdana Program MBG digelar Kamis, 8 Januari 2026, di SMK Negeri 1 (Sawah Besar, Gambir) Jakarta.
Dalam rangka peringatan setahun program MBG, Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia bersama Badan Gizi Nasional lakukan kunjungan.
Tampak hadir dalam dialog interaktif di ruang kelas siswa adalah kepala sekolag, penanggung jawab SPPG setempat.
Ada Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S. Deyang serta Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus. Hadir pula Deputi 4 Bakom RI, bapak Noudy Valdryno (Ryno).
Dalam konferensi pers, sejumlah pertanyaan kritis disampaikan jurnalis, antara lain terkait:
Optimisme BGN dalam mencapai target 82,9 juta penerima MBG hingga akhir 2026 serta kecukupan pendanaannya.
Pernyataan BGN bahwa capaian MBG telah mencapai 55,1 juta penerima per hari, dengan jumlah SPPG berada di kisaran 19.800-an unit. Angka ini digunakan untuk menegaskan skala operasional MBG yang kini jauh melampaui target awal 6 juta penerima.
Seluruh pertanyaan tersebut dapat dijawab dengan baik dan komprehensif oleh Wakil Kepala BGN dan Wakil Menteri Kesehatan RI, dengan menegaskan komitmen pemerintah terhadap transparansi, akuntabilitas, serta keberlanjutan Program MBG sebagai investasi jangka panjang pembangunan sumber daya manusia Indonesia.
Usai acara resmi, sejumlah jurnalis masih meminta keterangan tambahan dari Wakil Menteri Kesehatan RI, dengan topik di luar MBG, yakni terkait isu Super Flu.
Sebagai bagian dari rangkaian Kick Off MBG 2026, BGN pada hari ini juga secara serentak melakukan kunjungan ke 21 titik penerima manfaat MBG di berbagai daerah.
Kepala BGN secara langsung mengunjungi SDN 01 Kalibaru, Cilincing, lokasi yang sebelumnya sempat mengalami insiden yang melibatkan kendaraan SPPG, sebagai bentuk komitmen pengawasan dan evaluasi berkelanjutan.
Pemerintah menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis akan terus diperkuat dari sisi tata kelola, kualitas layanan, serta kebermanfaatannya, demi mewujudkan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.
Memasuki tahun kedua, arah program mulai diperjelas.
Pemerintah berjanji memperluas cakupan penerima, meningkatkan standar gizi, serta melibatkan lebih banyak pelaku lokal—petani, UMKM pangan, dan koperasi daerah—agar manfaat ekonomi turut dirasakan di tingkat akar rumput.
Satu tahun MBG memang belum cukup untuk menyimpulkan keberhasilan. Namun ia telah menandai sebuah pilihan kebijakan: bahwa masa depan anak Indonesia tidak boleh ditentukan oleh isi piring yang kosong. Dari dapur-dapur sekolah itulah, harapan tentang generasi emas perlahan ditumbuhkan—pelan, namun disengaja.
Di lapangan, pelaksanaan MBG tidak lepas dari tantangan. Distribusi logistik ke wilayah terpencil, kesiapan dapur penyedia makanan, hingga pengawasan mutu gizi menjadi pekerjaan rumah yang kompleks. Namun pemerintah menilai satu tahun awal ini sebagai fondasi penting.
Pola koordinasi antar-lembaga mulai terbentuk, mekanisme evaluasi dijalankan, dan standar operasional terus disempurnakan.
Cal center Makan Bergizi Gratis (MBG): 127
- BACA JUGA: majalah MATRA edisi JANUARI 2025, Klik ini









