Becak Listrik untuk Pengayuh Senja

MATRANEWS.id Becak Listrik untuk Pengayuh Senja

BLITAR — Di usia 60 tahun, Yanu Aryanto masih setia menunggu penumpang di sekitar Pasar Hewan, Kota Blitar, Jawa Timur.

Dua dekade terakhir, becak kayuh menjadi sumber nafkahnya. Setiap hari ia mengayuh pedal, mengantar warga dari satu sudut kota ke sudut lainnya.

Memang, usia tak bisa ditawar. Pinggangnya kini sering nyeri setiap kali harus mendorong becak menanjak atau membawa penumpang dengan barang bawaan. Tenaga yang dulu terasa cukup, kini kerap terasa berat.

Pekan ini, Yanu merasakan perubahan yang tak kecil. Ia menjadi salah satu penerima bantuan becak listrik dari Presiden Prabowo Subianto. Becak baru itu diserahkan dalam program bantuan bagi pengemudi becak lansia di Kota Blitar.

Saat ditemui di halaman Kantor Wali Kota Blitar pada Jumat, 7 Maret 2026, Yanu berkali-kali mengusap pinggangnya—kali ini bukan karena nyeri, melainkan karena rasa lega.

“Ringan sekali. Enggak terasa pegal,” katanya sambil tersenyum.

Selama ini, becak kayuh yang digunakannya menuntut tenaga penuh dari tubuh yang semakin renta. Dengan becak listrik, pedal tak lagi harus diputar dengan kekuatan penuh. Mesin kecil membantu mendorong kendaraan, membuat perjalanan terasa lebih ringan.

“Senang sekali saya. Terima kasih Pak Prabowo,” ujar Yanu.

Pengalaman serupa dirasakan Mujiran, penarik becak berusia 75 tahun. Ia mengaku kakinya sering terasa pegal setelah seharian bekerja.

Bagi Mujiran, becak listrik bukan sekadar kendaraan baru, melainkan juga kesempatan untuk tetap bekerja tanpa harus memaksa tubuh yang semakin rapuh.

“Enggak perlu mengayuh lagi seperti dulu. Penumpang juga lebih nyaman,” katanya.

Yanu dan Mujiran hanyalah dua dari 200 pengemudi becak yang menerima bantuan serupa di Blitar. Program tersebut disalurkan melalui Pemerintah Kota Blitar bekerja sama dengan Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (YGSN). Penyerahan dilakukan di halaman Kantor Wali Kota Blitar sehari sebelumnya.

Pemerintah berharap bantuan ini dapat membantu meningkatkan kesejahteraan para pengemudi becak—banyak di antaranya sudah berusia lanjut—sekaligus mempertahankan becak sebagai bagian dari identitas transportasi tradisional kota.

Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin, menyebut bantuan tersebut sebagai bentuk perhatian terhadap masyarakat kecil yang masih menggantungkan hidup dari pekerjaan tradisional.

“Pemerintah Kota Blitar menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo dan Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional yang telah menyalurkan bantuan becak listrik bagi para pengemudi becak di kota ini,” katanya.

Bagi Yanu, perubahan itu terasa sederhana, tetapi berarti besar. Ia masih akan menunggu penumpang di tempat yang sama seperti biasa.

Bedanya, kini ia tak lagi harus melawan nyeri setiap kali pedal mulai berputar