MATRANEWS.id — IPDN-Kemendagri turut serta melaksanakan monitoring pelaksanaan Trantibumlinmas di Provinsi Sumatera Selatan pada tanggal 12 s.d 13 September 2025.
Rektor IPDN yang pada kegiatan ini diwakilkan oleh Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Dr. Arief M. Edie., M.Si melaksanakan monitoring sesuai dengan arahan dari Mendagri.
Wakil Rektor IPDN, Arief M. Edie, yang pernah menjabat sebagai Direktur Polisi Pamong Praja (Pol PP) dan Bupati Bangkalan, menjadi bagian dari pelaksanaan 11 arahan utama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian yang wajib dilaksanakan pemerintah daerah bersama unsur masyarakat.
Arief M. Edie menegaskan pentingnya langkah-langkah strategis Mendagri dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di daerah, salah satunya melalui sosialisasi dan penguatan Trantibumlinmas (Ketenteraman dan Ketertiban Umum serta Perlindungan Masyarakat).
Dalam monitoring pelaksanaan Trantibumlinmas di Provinsi Sumatera Selatan 12-13 September 2025, Arief mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga keamanan lingkungan melalui edukasi, peningkatan kesadaran, serta kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.
Monitoring dan Rapat Forkopimda
Kegiatan ini ditandai dengan monitoring Trantibumlinmas pada 12 September 2025 di:
Pos Kamling RT 34 RW 05, Kelurahan Sukodadi, Kecamatan Sukarami, Kota Palembang.
Pos Kamling RT 04 RW 02, Kelurahan Talangsemut, Kecamatan Bukit Duri, Kota Palembang.
Turut hadir Asisten Pemerintahan dan Kesra Provinsi Sumsel, Kasatpol PP Provinsi Sumsel, Kasatpol PP Kota Palembang, camat, lurah, Ketua TP PKK Kelurahan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Ketua RW/RT, tokoh masyarakat, Satgas Linmas, serta Karang Taruna.
Selanjutnya, pada 13 September 2025, Arief menghadiri Rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Sumatera Selatan yang dihadiri Ka. Badan Kesbangpol Prov. Sumsel, Kasat Pol PP Prov. Sumsel, Karo Umum dan Perlengkapan, serta Tim TGUPP.

Hidupkan Kembali Siskamling
Dalam arahannya, Arief mengingatkan kembali peran vital siskamling (sistem keamanan lingkungan) sebagai strategi preventif di tingkat paling bawah.
Menurutnya, siskamling harus dihidupkan kembali dengan penguatan peran Satlinmas, Satpol PP, RT/RW, dan tokoh masyarakat.
Ia bahkan ikut turun langsung ke pos kamling untuk memantau dan berpatroli bersama warga.
“Partisipasi masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, dan organisasi kemasyarakatan sangat penting untuk menjaga stabilitas sosial, politik, dan keamanan,” ujar Arief M Edie.
Arief juga mengingatkan masyarakat agar mewaspadai potensi hoaks, ujaran kebencian, dan tindakan provokatif yang dapat memecah belah persatuan.
Peran Strategis Satpol PP dan Satlinmas
Dalam kesempatan itu, ia menegaskan kembali fungsi Satpol PP dan Satlinmas bukan hanya sebagai penegak perda, tetapi juga garda terdepan penyelenggara ketertiban umum, ketenteraman masyarakat, dan perlindungan warga secara profesional, humanis, dan berwibawa.
Selain itu, sesuai Kepmendagri No. 300.1.4/E.1/BAK tentang Peningkatan Peran Satlinmas, ia mendorong peningkatan peran Satgaslinmas di Sumatera Selatan. Langkah ini juga diperkuat dengan Surat Edaran Gubernur terkait antisipasi dampak unjuk rasa di wilayah Sumsel.
Pemberdayaan Masyarakat
Arief mengapresiasi inisiatif warga Sukodadi dan Talangsemut yang telah menghidupkan kembali siskamling secara swadaya akibat meningkatnya kasus pencurian dan penjambretan.
Menindaklanjuti penugasa Mendagri, Arief juga mendorong: Optimalisasi Posyandu melalui peran TP PKK untuk menekan angka stunting.
Kemudian Pemanfaatan UMKM lokal guna mendukung kebutuhan konsumsi kegiatan warga. Pendataan penghuni rumah kontrakan/kos untuk meningkatkan pengawasan.
Penyediaan kendaraan siaga masyarakat untuk keadaan darurat kesehatan. Pemasangan CCTV di rumah maupun titik strategis lingkungan.
“Dengan kebersamaan, siskamling, serta penguatan peran Satlinmas dan Satpol PP, kita dapat menjaga keamanan dan ketertiban sekaligus membangun rasa percaya masyarakat kepada pemerintah,” tegas Arief.
Diskusi dan terjun langsung ke lapangan ini, sejalan dengan upaya Mendagri dalam menguatkan Trantibumlinmas serta memperkokoh stabilitas nasional melalui partisipasi aktif masyarakat, kolaborasi antar-instansi, dan strategi komunikasi positif yang membangun kepercayaan publik.








