MATRANEWS.ID – Pemerintah melalui Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos) memastikan bahwa program bantuan sosial atau bansos akan tetap dilanjutkan pada tahun 2025.
Bantuan ini menyasar masyarakat miskin dan rentan yang masuk ke dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Nilainya pun tidak sedikit—dapat mencapai jutaan rupiah per tahun, tergantung jenis program yang diikuti.
Tiga program utama yang akan digulirkan antara lain Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau Kartu Sembako, serta bansos berbasis DTKS lainnya.
Bantuan ini bersifat reguler dan ditujukan untuk membantu kelompok masyarakat rentan menghadapi tekanan ekonomi.
Menurut keterangan resmi Kemensos, data penerima manfaat diperoleh berdasarkan usulan pemerintah daerah dan diverifikasi secara berkala.
Artinya, hanya warga yang terdaftar di DTKS yang memiliki peluang untuk mendapatkan bantuan tersebut.
Siapa yang Berhak Menerima?
Penerima bansos adalah warga negara Indonesia dengan kondisi ekonomi lemah, memiliki penghasilan di bawah standar UMR, tidak memiliki aset yang signifikan, dan memiliki tanggungan keluarga.
Status pekerjaan, kondisi rumah, hingga jumlah anggota keluarga menjadi bagian dari parameter penilaian.
Namun, tak sedikit warga yang belum tahu apakah dirinya termasuk penerima bantuan.
Untuk itu, Kemensos menyediakan cara mudah dan transparan untuk mengecek status penerima, cukup melalui aplikasi resmi di ponsel.
Cara Daftar dan Cek Bansos 2025:
- Unduh aplikasi “Cek Bansos” dari Play Store.
- Masuk ke menu “Cek Bansos” pada halaman utama aplikasi.
- Masukkan data diri sesuai KTP, seperti nama lengkap, provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, dan desa atau kelurahan.
- Klik tombol “Cari Data” dan tunggu hasil pencarian.
- Jika nama Anda muncul, artinya Anda terdaftar sebagai penerima. Jika tidak, Anda bisa mengajukan melalui fitur “Usul dan Sanggah”.
Fitur “Usul” memungkinkan warga yang merasa layak tetapi belum terdaftar untuk mengajukan permohonan secara mandiri.
Sedangkan fitur “Sanggah” berguna jika Anda ingin melaporkan penerima yang dinilai tidak tepat sasaran.
Penting untuk Diketahui
Pengajuan tidak otomatis membuat Anda langsung menjadi penerima bantuan. Proses verifikasi tetap dilakukan oleh petugas dari dinas sosial setempat.
Data yang diunggah akan disesuaikan dengan dokumen kependudukan resmi seperti KTP dan KK.
Kemensos menekankan pentingnya keterbukaan data dan partisipasi masyarakat dalam pengawasan bansos agar bantuan benar-benar sampai kepada mereka yang berhak.
Pemerintah berharap, lewat kelanjutan program bansos ini, daya beli masyarakat tetap terjaga dan ketimpangan ekonomi dapat ditekan.
Masyarakat diminta proaktif mengecek status dan memperbarui data kependudukan mereka agar tidak terlewat dari bantuan yang sangat dibutuhkan ini.






