MATRANEWS.id — Biaya Tersembunyi dalam Pemakaian Kendaraan Listrik yang Perlu Diperhatikan
Kendaraan listrik (EV) kini menjadi pilihan yang semakin populer bagi konsumen yang ingin beralih ke solusi transportasi yang lebih ramah lingkungan dan efisien. Namun, di balik klaim efisiensi dan kenyamanan yang ditawarkan, terdapat sejumlah biaya tersembunyi yang sering kali luput dari perhatian para calon pembeli.
Meskipun biaya operasional harian mobil listrik cenderung lebih rendah dibanding kendaraan bermesin bensin atau diesel, total biaya kepemilikan (total cost of ownership) tidak hanya mencakup harga beli dan pengisian daya.
Berikut adalah beberapa faktor penting yang patut dipertimbangkan sebelum Anda memutuskan untuk membeli kendaraan listrik:
🔋 1. Penggantian Baterai: Investasi Mahal yang Tak Terhindarkan
Baterai adalah jantung dari kendaraan listrik, dan meskipun memiliki masa pakai yang cukup panjang (rata-rata 8–10 tahun), pada akhirnya baterai akan mengalami degradasi.
Biaya penggantian baterai dapat sangat mahal, berkisar antara US$5.000 hingga US$20.000, tergantung merek dan model kendaraan.
Produsen biasanya menawarkan garansi baterai, tetapi setelah masa garansi habis, biaya ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemilik.
Selain kerusakan, baterai juga dapat kehilangan kapasitasnya secara bertahap, yang mengurangi jarak tempuh mobil dalam satu kali pengisian.
⚡ 2. Mengisi Baterai Bukanlah Gratis
Meskipun lebih murah dari membeli bensin, mengisi daya di stasiun pengisian umum tetap memerlukan biaya.
Pengisian menggunakan charger cepat level 3 bisa menghabiskan US$10 hingga US$30 per sesi, tergantung durasi dan kapasitas pengisian.
Tarif ini bisa lebih tinggi di lokasi-lokasi tertentu, terutama di wilayah metropolitan atau saat jam sibuk.
Pengisian di luar kota saat perjalanan jauh bisa menjadi beban tambahan yang tidak direncanakan.
🏠 3. Pengisian di Rumah: Nyaman tapi Tidak Gratis
Banyak pemilik EV memilih untuk mengisi daya di rumah demi kemudahan dan kenyamanan. Namun, hal ini tetap berdampak pada tagihan listrik bulanan.
Pengisian penuh semalaman bisa menambah puluhan hingga ratusan ribu rupiah per bulan, tergantung frekuensi pemakaian dan tarif listrik.
Dibutuhkan juga instalasi peralatan pengisi daya rumah (home charger), yang bisa menambah biaya awal sebesar jutaan rupiah.
Waktu pengisian di rumah juga relatif lama, bisa mencapai 10–24 jam, tergantung kapasitas baterai dan daya listrik rumah.
🛠️ 4. Biaya Maintenance yang Jarang Dibahas
Kendaraan listrik memang memiliki lebih sedikit komponen bergerak dibandingkan mobil konvensional, namun bukan berarti bebas dari perawatan.
Degradasi baterai bisa menyebabkan penurunan performa dan efisiensi kendaraan.
Dalam kondisi ekstrem seperti cuaca sangat panas atau dingin, performa baterai bisa turun drastis, yang berdampak langsung pada jangkauan perjalanan (range).
Beberapa komponen tetap memerlukan pengecekan berkala seperti rem, ban, sistem suspensi, dan perangkat lunak sistem kelistrikan.
📌 Kesimpulan: Perhitungkan dengan Cermat, Pilih dengan Bijak
Kendaraan listrik menawarkan solusi yang menjanjikan untuk masa depan mobilitas berkelanjutan. Namun, agar tidak terjebak dalam euforia tren, calon pembeli perlu memahami secara utuh seluruh aspek biaya, termasuk yang tidak langsung terlihat.
Mengadopsi teknologi baru memang membawa banyak manfaat, tetapi juga membutuhkan kesiapan finansial dan pengetahuan yang memadai agar investasi jangka panjang ini tetap menguntungkan dan sesuai harapan.
Jika Anda sedang mempertimbangkan untuk membeli kendaraan listrik, pastikan Anda tidak hanya melihat harga di brosur, tetapi juga menimbang biaya tersembunyi yang bisa muncul dalam perjalanan panjang Anda sebagai pemilik EV.








