Brigjen TNI Harzeni Paine, S.H., M.A. Sudah Menerapkan Program Ketahanan Pangan Saat Menjadi Dandim 0703 di Cilacap, Tahun 2013

Harzeni Paine saat menjabat Sebagai Komandan Kodim 0703 Cilacap, Tahun 2013, turun ke sawah bersama anggota dan para petani.

Di era Pemerintahan Presiden Jokowi, hampir setiap tahun Indonesia melakukan impor beras dalam jumlah besar. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan di awal masa jabatannya, tahun 2015 Pemerintahan Jokowi mengimpor beras 861.601 ton atau senilai US$ 351,6 juta. Kemudian, di tahun 2016, impor beras pemerintah melonjak menjadi 1.283.178 ton atau seharga US$ 531,8  juta.

Setahun kemudian, di 2017 angka impor beras sempat menurun menjadi 305.274 ton atau setara US$ 143,6 juta. Namun penurunan tersebut tak terulang di tahun berikutnya, ketika Indonesia mengimpor beras 2.253.824 ton di tahun 2018. Jumlah tersebut setara dengan US$ 1,037 juta.

Usai naik drastis, jumlah beras yang diimpor pemerintah kembali menurun di tahun 2019, karena memasuki masa Pemilu. Sepanjang 2019, Indonesia mengimpor beras sebanyak 444.508 ton atau setara dengan US$ 184,2 juta.

Kondisi ini menjadi keprihatinan banyak kalangan. Bukan apa, Indonesia merupakan negara kaya dan subur. Sumber daya alam juga berlimpah, namun negara masih melakukan impor beras dan kebutuhan pokok lainnya setiap tahun dalam jumlah sangat besar.

Dandim 0703 Cilacap Letkol Inf. Harzeni Paine melakukan panen raya jagung.

Memberdayakan Prajurit

Di era kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto kondisi ini segera dibenahi. Dalam Asta Cita sebagai program pemerintahannya, poin kedua memuat misi: Memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi kreatif, ekonomi hijau, dan ekonomi biru.

Program swasembada pangan menjadi perhatian banyak pihak, karena ini akan menjadi poin penting dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat melalui program ketahanan pangan.

Dan, saat ini program ketahanan pangan sudah berjalan lebih cepat di era Pemerintahan Prabowo Subianto. Tak hanya sipil yang diberdayakan, namun juga melibatkan para prajurit TNI untuk membantu masyarakat. Tentu saja ini akan menambah percepatan dalam pencapaian program ini.

“Nah, saya melihat Pak Prabowo sangat concern dengan program membangun ketahanan pangan. Makanya saat ini, beliau sedang menggalakkan penanaman padi seluas 2000 hektar di Papua dan daerah lainnya,” ujar Brigjen TNI Harzeni Paine, S.H., M.A., Staf Khusus Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD).

Menurut Harzeni, dengan dilibatkannya TNI dalam Program Ketahanan pangan bertujuan untuk percepatan pencapaian. Di saat negara sedang kondisi aman, peran prajurit TNI bisa dikerahkan untuk membantu masyarakat, salah satunya dengan ikut bertani.

“Makanya, TNI ikut bergerak bersama masyarakat untuk membangun pertanian, agar Indonesia tidak kekurangan pangan,” ujarnya.

Menurut jenderal bintang satu ini, keterlibatan TNI dalam urusan ketahanan pangan bukan bertujuan untuk menghidupkan kembali Dwi Fungsi TNI, seperti yang dituduhkan oleh sebagian orang.

Tetapi hal ini semata-mata hanya untuk membantu masyarakat agar lebih giat dan semangat dalam bertani. Hasilnya, akan dikembalikan kepada masyarakat, bukan untuk keuntungan TNI.

Saat ini, ketahanan pangan Indonesia sudah perlahan mulai terwujud, stok beras berlimpah. Apalagi Menteri Pertanian Amran Sulaiman juga orangnya semangat dan tegas memberantas berbagai kecurangan yang terjadi di kementeriannya.

“Kalau sandang dan pangan kita tercukupi, maka Negara akan aman dan kuat. Pak Prabowo sangat memperhatikan soal urusan pangan bagi rakyat,” tambah Harzeni.

Dandim 0703 Cilacap Letkol Inf. Harzeni Paine bersama Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo

Prestasi Saat Jadi Dandim

Bagi Harzeni, gerakan ketahanan pangan juga sudah pernah ia lakukan ketika masih menjabat Komandan Kodim (Dandim) 0703/CLP REM 071/WK KODAM IV/DIP, Cilacap, Jawa Tengah, tahun 2013.

Waktu itu, TNI tengah mengadakan Lomba Pembinaan Teritorial (Binter) di lingkungan TNI secara nasional. Lomba ini dikuti oleh seluruh jajaran TNI di seluruh Indonesia.

Sebagai Dandim, saat itu, Letkol TNI Harzeni Paine mempunyai gagasan untuk membuat Program Ketahanan Pangan di lingkup Kabupaten Cilacap. Program ini dituangkan dalam kegiatan menanam padi seluas 1.000 hektar dana menanam jagung seluas lahan 1.000 hektar.

Harzeni mengerahkan seluruh anggota Kodim 0703 Cilacap untuk berpartisipasi dalam lomba ini bersama para petani setempat. Tidak tanggung-tanggung, sebagai Dandim, Harzeni juga turun langsung ke sawah untuk menanam padi, termasuk ke ladang kebun jagung. Tidak hanya berpangku tangan dan memerintah.

“Kegiatan tanam padi dan jagung ini inisiatif saya. Nah, bersama para anggota Kodim dan para petani, setiap hari saya ke sawah dan ladang. Sampai kulit saya jadi kelihatan hitam. Tidak masalah, yang penting program ini waktu itu harus sukses,” ujarnya sembari tertawa.

Hasil dari kerja keras yang dilakukan secara gotong royong antara anggota TNI  Kodim dan masyarakat membuahkan hasil yang menggembirakan. Saat musim panen tiba, hasil padi dan jagung benar-benar melimpah di Kabupaten Cilacap.

“Yang lebih menggembirakan lagi, kami mendapat Juara 1 dalam Lomba Binter ini. Ini prestasi luar biasa buat saya, para anggota, dan masyarakat petani disana,” ujar Harzeni.

Harzeni menuturkan, penanaman padi dan jagung waktu itu menggunakan mesin bantu tanam, sehingga lebih efektif. Saat panen raya tiba, Gubernur Jawa Tengah saat itu Bibit Waluyo turut menyaksikan kegiatan tanam padi dan jagung ini dan merasa bangga dengan yang dilakukan jajaran Kodim Cilacap.

Apresiasi yang diberikan oleh Gubernur Bibit Waluyo, menambah semangat para prajurit Kodim 0703 Cilacap dalam membantu masyarakat untuk mewujudkan ketahanan pangan di kota ini.

“Hasil kegiatan tanam padi dan jagung waktu itu seluruhnya dinikmati masyarakat, bukan untuk saya. Kegiatan ini sekaligus sebagai bentuk rasa syukur saya sebagai Dandim di sana,” ucapnya.

Piagam Penghargaan Juara 1 Lomba Binter se-Kodam IV Diponeg0ro

Merenovasi Bangunan Kodim

Tak hanya urusan pangan saja yang jadi perhatian Harzeni saat menjabat sebagai Komandan Kodim di Cilacap. Ia juga sangat peduli dengan kondisi bangunan sarana dan prasarana di lingkungan Kodim. Mulai dari kondisi toilet, bangunan pagar Kodim, gapura Kodim, genteng gedung, dan sarana lainnya semua direnovasi menjadi lebih layak, tertata rapi dan bersih.

Sebelumnya, kondisi sarana dan prasarana di Kodim 0703 Cilacap sangat memprihatinkan. Terlihat kumuh dan jauh dari rasa nyaman. Padahal, menurut Harzeni, anggaran untuk perbaikan infrastruktur bisa didapatkan. Tapi entah kenapa tidak terealisasi.

“Waktu itu saya lihat, Cilacap itu kota yang kaya. Di sana ada Pertamina, ada pabrik Semen, dan lainya, tapi kok kantor Kodimnya jelek. Makanya, begitu saya jadi Dandim di sana segera saya lakukan perubahan,” ungkapnya.

Hadirnya Lektol Infanteri Harzeni saat itu mampu membuat perubahan dan menata sebagian besar sarana dan prasarana di lingkungan Kodim. Lingkungan Kodim menjadi lebih bersih, lebih indah, lebih sehat, dan nyaman. Para anggota dan seluruh staf Kodim pun menjadi senang dan betah dalam menjalankan tugasnya.

Beberapa contoh perbaikan yang dilakukan Letkol Infanteri Harzeni saat menjabat sebagai Komandan Kodim 0703 Cilacap, antara lain merenovasi kamar mandi, memperbaiki ruangan kosong menjadi ruang kantor, membuat garasi yang semula tidak ada, pengadaan laptop, lemari, kursi sofa di ruang Dandim, perbaikan gapura Kodim, serta mengganti barang-barang yang sudah tidak layak pakai dengan yang baru.

Menurut Harzeni, perubahan drastis kondisi bangunan dan perabotan kantor ini yang juga menjadi poin penilaian sehingga Kodim 0703 Cilacap bisa meraih Juara 1 dalam Lomba Pembinaan Teritorial se-Kodam IV Diponegoro. Ini salah satu prestasi bersejarah bagi Harzeni dalam karir militernya.

Ternyata, insiatif Harzeni dalam menggagas dan menjalan Program Ketahanan Pangan dan kepeduliannya memperbaiki infrastruktur lingkungan Kodim diakuinya merupakan buah hasil gemblengan Prabowo, sosok yang mengajarkan kesejahteraan para prajuritnya semasa di Kopassus.

“Ini bagian dari prinsip keteladanan yang saya ambil dari beliau. Sebagai Dandim waktu itu, saya berprinsip rakyat tidak boleh lapar dan harus terpenuhi kebutuhan pangannya. Begitu juga tempat kerja dan lingkungannya harus rapi dan layak,” pungkas Harzeni. (abdul kholis)

GALERI FOTO

Kondisi Bangunan di Lingkungan Kodim 0703 Cilacap, Sebelum Dipimpin Dandim Letkol. Inf. Harzeni Paine

Kondisi Bangunan di Lingkungan Kodim 0703 Cilacap, Setelah Pembenahan oleh Dandim Letkol. Inf. Harzeni Paine