Dr H Ferry Joko Juliantono: Aktivis dan Politikus yang Konsisten Berjuang, Kini Jadi Menteri Koperasi

MATRANEWS.idDr. H. Ferry Joko Juliantono: Aktivis dan Politikus yang Konsisten Berjuang, Kini Jadi Menteri Koperasi

 Sejarah panjang perjuangan bangsa Indonesia tak bisa dilepaskan dari kiprah para aktivis mahasiswa. Dari masa ke masa, mereka hadir sebagai lokomotif perubahan, melawan arus ketidakadilan, dan berani mengambil risiko demi membela kepentingan rakyat.

Mantan Sekretaris Pemenangan Prabowo-Hatta di Provinsi Jawa Barat, yang pernah menjadi kandidat Gubernur Jateng ini merupakan potret aktivis dan pergerakan.

Dari panggung perjuangan itulah, lahir sosok Dr. H. Ferry Joko Juliantono—mantan aktivis mahasiswa yang kini resmi diangkat menjadi Menteri Koperasi setelah sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri.

Aktivis Kampus yang Menjadi Penggerak

Lahir pada tahun 1967, Ferry J. Juliantono dikenal sejak muda sebagai mahasiswa Universitas Padjadjaran Bandung yang gigih dan vokal. Ia termasuk barisan aktivis yang berani menentang pemberlakuan NKK/BKK—kebijakan rezim Orde Baru yang membungkam kehidupan demokrasi di kampus dan membekukan Dewan Mahasiswa.

Alih-alih tunduk, Ferry justru semakin aktif bergerak di luar kampus. Ia kerap mengorganisir demonstrasi, terutama dalam isu-isu rakyat kecil, seperti perjuangan petani dan masyarakat yang mengalami ketidakadilan.

Puncaknya, pada tahun 1993 ia ditahan aparat Orde Baru setelah memimpin aksi menolak pencalonan kembali Presiden Soeharto. Tindakan itu menorehkan namanya dalam daftar panjang aktivis pemberani yang rela mempertaruhkan kebebasannya demi menyuarakan aspirasi rakyat.

Dari Jalanan ke Panggung Politik

Jejak aktivisme itu kemudian membawanya ke panggung politik. Konsistensi Ferry dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat bawah menjadi modal utama ketika ia terjun ke dalam ranah kebijakan publik. Dengan latar belakang aktivis, ia tak pernah kehilangan sentuhan kerakyatannya.

Sebagai Wakil Menteri Koperasi, Ferry menunjukkan perhatian serius pada pemberdayaan pelaku usaha kecil, mikro, dan menengah. Ia menekankan pentingnya koperasi sebagai wadah gotong royong ekonomi bangsa, bukan sekadar institusi formal, melainkan sarana pemberdayaan rakyat.

Kini, dengan kepercayaan yang lebih besar sebagai Menteri Koperasi, Ferry J. Juliantono dihadapkan pada tantangan lebih besar: membawa koperasi ke level strategis dalam pembangunan nasional.

Konsistensi Perjuangan

Ferry adalah potret aktivis yang tak kehilangan idealismenya meski berada di lingkaran kekuasaan. Dari jalanan hingga kursi menteri, ia tetap dikenal sebagai sosok yang kritis, konsisten, dan berpihak pada rakyat kecil.

Sejarah panjang perjuangannya membuktikan, bahwa aktivisme bukanlah sekadar romantisme masa muda, melainkan fondasi yang membentuk karakter kepemimpinan Ferry hari ini. Dari mahasiswa yang ditahan karena melawan tirani, kini ia berdiri di barisan depan kabinet untuk menggerakkan kekuatan ekonomi rakyat melalui koperasi.

Biodata: FERRY J. JULIANTONO SE Ak,. Msi

DATA PRIBADI

Tempat/Tanggal lahir : Jakarta, 27 Juli 1967

Istri : Ir. Sita Komaladewi

Anak : 1. Jodipati Alif Fitrahillah, 2. Rendrahadi Nezar Musyaffa

Pendidikan :

SD Duren Tiga 07 Pagi Jakarta (1980)
SMP Sumbangsih Jakarta (1984)
SMA Mahardhika Surabaya (1987)
Universitas Padjajaran Bandung (Unpad) Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi (1993)
Universitas Indonesia (UI) Program Pasca Sarjana, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jurusan Studi Hubungan Internasional. Kekhususan Ekonomi Politik Internasional (2006).
Universitas Indonesia Program Doktor Sosiologi (2015).

KEGIATAN SOSIAL DAN ORGANISASI

-Ketua Umum Pimpinan Pusat Dewan Tani Indonesia, tahun 2005 –
-Sekretaris Jenderal Jaringan Aktivis Pro Demokrasi, tahun 2006 – –
-Wakil Direktur Pelaksana Induk Koperasi Tani Nelayan (INKOPTAN), tahun 2006 –
-Anggota Dewan Pakar Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI), tahun 2006 –
-Ketua Dewan Pengurus Nasional Gabungan Serikat Pekerja Merdeka Indonesia (GASPERMINDO) 1999
-Penasehat Lembaga Agricultural Policy Institute (API) , tahun 2006 –
-Dewan Pakar Tabloid Mingguan Agropolitan.
-Sekretaris Jenderal Komite Bangkit Indonesia, tahun 2008.

PENGALAMAN KERJA

-Auditor Keuangan di Yayasan Mandiri pada proyek kerjasama USAID, tahun 1991
-Konsultan Pengembangan Industri Kecil pada Yayasan Mandiri, tahun 1993.
-Konsultan Prudential Banking Sistem di Bank BNI 1946, tahun 1994 – 1995.
-Kepala Departemen Pengembangan Masyarakat CIDES (Center for Information and Development Studies).

-Lembaga ThinkTank ICMI, tahun 1997 – 1999. Banyak membuat proyek-proyek manajemen usaha pertanian, peternakan, dll.

PELATIHAN DAN SEMINAR

-Panitia Pelaksana Konvensi Kedua East Asian Economic Association, tahun 1990.
-Mengikuti pelatihan Bank Syariah, Prospek dan Operasional yang diselenggarakan oleh Lembaga Pendidikan dan Pengembangan Bank Syariah di Jakarta, tahun 1996.
-Kursus Bela Negara yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan, Departemen Pertahanan republik Indonesia, tahun 2003.
-Seminar Internasional “Asian NGO Perspective on Agrarian reform and Access to Land”, yang diselenggarakan oleh Asian NGO Coalition for Agrarian Reform and Rural Development (ANGOC) di Filliphina, tahun 2005.
-Seminar International “No Patent On Life” diselenggarakan oleh Organisasi Petani Asia (Asian Peasant Coalition) di Bandung, tahun 2006.
-Seminar International tentang Pembaruan Agraria sebagai Jalan Memberantas Kemiskinan di Negara-negara Dunia Ketiga yang diselenggarakan oleh International Land Coalition (ILC) di Jakarta, tahun 2006.
-Seminar Reunifikasi Data Perberasan yang diselenggarakan oleh BEM se-Jawa Barat, tahun 2006.
-Program Pengkajian Ulang Data Produksi Padi, bekerjasama dengan Badan Pusat Statistik (BPS), tahun 2006.
-Pelatihan tentang “Impact of Import Surges on Developing Countries”, yang diselenggarakan oleh Pusat -Analisis Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian Departemen Pertanian RI bekerjasama dengan Action Aid International di Jakarta, tahun 2007.
-Regional Workshop on ASEAN : Firming Up Asian Farmer Campaign on ASEAN Regional Intergration In Agriculture, yang diselenggarakan di Jakarta, tahun 2007.
-Menjadi pembicara di banyak acara kegiatan pelatihan dan seminar di dalam negeri.

UNDANGAN RESMI

-Perhimpunan Pelajar Mahasiswa Indonesia di Jordania dalam rangka Penyerahan Kedaulatan Otoritas Palestina, tahun 1994.
-Wakil Serikat Pekerja Indonesia untuk Konferensi ILO (International Labour Organization) di Jenewa, Swiss tahun 2001.
-Wakil Serikat Buruh dalam International People’s Forum dalam rangka persiapan menghadapi KTT Bumi Johannesburgh, Afrika Selatan yang diselenggarakan di Bali tahun 2002.
-Kedutaan Besar Republik Indonesia di Malaysia dalam seminar mengenai situasi politik Indonesia menjelang Pemilu tahun 2004.

-KARYA TULIS

-Menulis berbagai makalah untuk presentasi dalam seminar di dalam maupun luar negeri.
-Buku dengan Judul “Tanah Untuk Rakyat”, tahun 2001.
-Buku dengan Judul “WTO dan Liberalisasi Pertanian Indonesia: tinjauan kritis terhadap Liberalisme Pertanian”, tahun 2007. Dll.