MATRANEWS.id — Geger Coretan ACAB 1312: Simbol Perlawanan atau Sekadar Vandalisme?
Fenomena coretan ACAB dan 1312 makin ramai menghiasi dinding kota, halte bus, hingga jembatan penyeberangan. Benarkah Sentimen Anti Aparat?
Bagi sebagian orang, ini cuma corat-coret tak bermakna. Tapi siapa sangka, ternyata ada sejarah panjang, kontroversi, hingga ideologi di baliknya!
Apa sih arti ACAB 1312?
Secara harfiah, ACAB adalah singkatan dari “All Cops Are Bastards” atau “Semua Polisi Bajingan.” Versi angkanya, 1312, merujuk pada posisi huruf di alfabet: A (1), C (3), A (1), B (2).
Kedengarannya kasar, tapi maknanya ternyata jauh lebih kompleks.
Sebagian aktivis mencoba memaknai ulang menjadi “All Cops Are Bad”, yang terdengar lebih ringan.
Kalangan anarkis bahkan menegaskan, bukan berarti semua polisi jahat, melainkan setiap polisi “terikat” dalam sistem yang menindas. Jadi masalahnya ada pada struktur institusi, bukan individu semata.
Dari Inggris 1920-an, Punk Rock, hingga TikTok
Istilah ini bukan barang baru. Catatan sejarah menyebut frasa “All Coppers Are Bastards” sudah dipakai sejak 1920-an di Inggris, terutama oleh kelas pekerja yang sering bentrok dengan aparat.
Popularitasnya meledak lagi saat subkultur punk berkembang di era 1970–1980-an. Band The 4-Skins bahkan merilis lagu berjudul A.C.A.B, menjadikannya slogan perlawanan anak muda. Dari musik, istilah ini menyeberang ke grafiti, kaos, hingga jadi ikon jalanan.
Di era digital, ACAB kembali viral setelah tragedi George Floyd (2020) yang memicu gelombang protes Black Lives Matter. Tagar #ACAB dibanjiri jutaan unggahan di TikTok dan Twitter, menjadikannya simbol global kritik pada kekerasan aparat.
Meski populer, istilah ini menimbulkan perdebatan panas. Kevin L. Clark dari Complex menilai penggunaan ACAB, khususnya oleh demonstran kulit putih, justru bisa memperparah kekerasan polisi.
Kritik lain menyebut, menuliskan ACAB di fasilitas umum hanyalah vandalisme yang merugikan masyarakat.
Namun, bagi para aktivis, coretan itu adalah suara perlawanan—cara diam-diam untuk menunjukkan ketidakpercayaan pada hukum yang timpang.
Cinta atau benci, suka atau kesal, satu hal jelas: ACAB 1312 bukan sekadar kata-kata kotor. Ia adalah simbol panjang perlawanan terhadap penyalahgunaan kekuasaan. Dari dinding kota industri Inggris, ke panggung punk, hingga linimasa TikTok, ACAB selalu menemukan jalannya.
Jadi, saat Anda melihat coretan 1312 di jalanan… apakah itu hanya vandalisme liar, atau sebenarnya teriakan protes yang tak terdengar di ruang resmi?












