MATRANEWS.id — Dari Asisten Raffi ke Kursi Komisaris
Lowongan kerja itu pernah menjadi incaran ribuan orang. Empat tahun kemudian, kursi itu kembali kosong.Benarkah?
Ada masa ketika menjadi asisten pribadi Raffi Ahmad dianggap sebagai pekerjaan impian.
Pada Oktober 2022, akun media sosial RANS Entertainment mengumumkan lowongan yang tidak biasa. “URGENT!! Raffi Ahmad butuh Personal Assistant TERBEDA segera!” demikian bunyi pengumumannya.
Daftar tugasnya panjang. Menjadi kontak pertama Raffi Ahmad, mengatur jadwal yang padat, mengelola perjalanan, menyusun presentasi, mendampingi berbagai kegiatan, hingga membuat konten media sosial yang menggambarkan keseharian sang selebritas.
Pelamar juga dituntut fasih berbahasa Inggris, kreatif, mampu bekerja di bawah tekanan, serta siap bepergian kapan saja mengikuti agenda kerja.
Yang paling menarik perhatian justru bagian manfaatnya. Selain bekerja dengan teknologi masa depan di berbagai sektor, kandidat terpilih dijanjikan menjadi “sahabat Raffi Ahmad dan Nagita Slavina”.
Empat Tahun Berselang, Posisi itu Kembali Jadi Sorotan
Bukan karena lowongan baru dibuka, melainkan karena orang yang pernah mengisinya kini menempati jabatan strategis sebagai Komisaris PT Krakatau Posco.
Nama Mufli Budi Ananda kini tercantum dalam susunan Dewan Komisaris PT Krakatau Posco, perusahaan patungan antara PT Krakatau Steel (Persero) Tbk dan POSCO Korea yang mengoperasikan pabrik baja terpadu di Cilegon, Banten.
Informasi tersebut memicu gelombang perhatian publik sejak akhir Juni 2026.
Belum ada penjelasan resmi dari perusahaan maupun dari Mufli mengenai latar belakang penunjukan tersebut.
Kekosongan informasi itu justru memancing rasa ingin tahu masyarakat.
Mesin pencari dipenuhi pertanyaan mengenai siapa sebenarnya Mufli, bagaimana rekam jejak pendidikannya, dan apa pengalaman profesional yang dimilikinya sebelum menduduki posisi komisaris.
Jejak Pendidikan
Data Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti) menunjukkan Mufli memulai pendidikan Diploma III Teknik Listrik pada 24 September 2007. Setelah dinyatakan lulus, ia melanjutkan pendidikan ke jenjang sarjana.
Sekitar 2014, Mufli tercatat sebagai mahasiswa Program Studi Teknik Industri di Institut Sains dan Teknologi Nasional (ISTN) Jakarta. Namun, berdasarkan data akademik, ia mengajukan pengunduran diri pada Tahun Ajaran 2018/2019 sehingga tidak menyelesaikan program sarjana tersebut.
Riwayat pendidikan itu menjadi salah satu aspek yang paling banyak dibahas di media sosial setelah namanya muncul dalam jajaran komisaris perusahaan.
Lingkaran Orang Dekat
Penunjukan Mufli juga memperpanjang daftar figur yang memiliki kedekatan dengan Raffi Ahmad dan kemudian mengisi posisi strategis di institusi atau perusahaan milik negara.
Sebelumnya, Barry Tamin dipercaya menjadi Komisaris PT Sarinah. Sementara Tubagus Fiki Chikara Satari memperoleh penugasan sebagai Direktur Utama Pengganti Antarwaktu (PAW) TVRI.
Fenomena tersebut memunculkan diskusi mengenai pola rekrutmen pejabat di lingkungan BUMN. Sebagian publik melihatnya sebagai konsekuensi dari jejaring profesional yang dibangun selama bertahun-tahun. Sebagian lain mempertanyakan apakah kedekatan personal turut menjadi faktor yang menentukan.
Sorotan Tata Kelola
Pengamat kebijakan publik Agus Pambagio menilai jabatan komisaris bukan sekadar posisi seremonial. Komisaris, menurut dia, merupakan representasi pemegang saham yang bertugas mengawasi direksi, mengevaluasi strategi perusahaan, serta memastikan tata kelola berjalan sesuai prinsip-prinsip korporasi.
Karena itu, pengisian jabatan tersebut semestinya mempertimbangkan kompetensi, pengalaman, dan rekam jejak yang relevan. Proses yang transparan juga diperlukan agar tidak menimbulkan spekulasi maupun menggerus kepercayaan publik terhadap perusahaan negara.
Hingga kini, belum terdapat penjelasan resmi mengenai pertimbangan yang mendasari penunjukan Mufli Budi Ananda sebagai Komisaris PT Krakatau Posco. Ketiadaan informasi itulah yang membuat ruang tafsir semakin lebar.
Yang jelas, perjalanan Mufli menghadirkan ironi yang menarik. Empat tahun lalu, publik mengenalnya sebagai sosok di balik kesibukan seorang selebritas. Kini, namanya berada di papan komisaris salah satu perusahaan baja terbesar di Indonesia.








