Tokoh

Mantan KASAL Asyik Sama Cucu

797Views
Akung n anger Maska, anaknya Laras n Dimas paling besar.

MATRANEWS.id — Terus asyik kuliah untuk mengambil gelar Doktor, Ade Supandi dikabarkan sedang membangun Museum Graha Maritim di kawasan Batujajar, Banuraja Bandung, Jawa Barat. Bocoran yang diterima Matra, museum itu akan diresmikan pada bulan September 2019.

Ketika dikonfirmasi detil museum itu kepada yang bersangkutan lewat whatsapps. “Sabar, sekarang masih off the record,” ujar mantan Kepala Staf Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (KSAL TNI) Laksamana TNI (Purn) Ade Supandi, dengan emoticon senyum.

Mantan tentara ini memang meluncurkan dua buku mengenai kemaritiman Indonesia. Bukunya bahkan laris dan sempat dicetak ulang.

Buku pertama diberi judul: “Kasal Kedua Dari Tanah Pasundan”. Sedangkan buku kedua diberi titel: “Fondasi Negara Maritim”.

“Saya belajar nulis dari apa yang saya alami, saya lihat, dan saya praktekkan,” ujar pria yang pada 1 Juni 2018 lalu beristirahat sebagai tentara angkatan laut .

Besar di Korps Pelaut, lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL) TNI angkatan ke-28 tahun 1983 ini berbagai jabatan strategis pernah diembannya.

Jabatan diantaranya Komandan Gugus Keamanan Laut (Danguskamla) Komando Armada RI Wilayah Barat tahun 2009, Gubernur Akademi Angkatan Laut (AAL) tahun 2011, Panglima Armada RI Wilayah Timur (Pangarmatim) dan Asrena Kasal.

Jabatan strategis setelahnya adalah sebagai Kepala Staf Umum TNI (Kasum TNI), berdasarkan Keputusan Panglima TNI Nomor: Kep/327/V/2014 tanggal 12 Mei 2014.

Selanjutnya pada 31 Desember 2014, ia dilantik oleh Presiden Jokowi sebagai Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) menggantikan Laksamana Marsetio yang memasuki masa pensiun.

Lama tak terdengar beritanya, majalah MATRA mendapat foto menarik dari sumber yang dapat dipercaya.

Sebagai purnawirawan TNI, ia termasuk yang “menyelam” dari dunia politik usai pensiun, bukan terjun.

“Tetap jalankan hobi atau passion yang positif seluas-luasnya, kembangkan sehingga setiap hari tetap ada kepuasan dalam berkegiatan. Kecuali olah raga harus dibatasi,” ujar pria kelahiran 26 Mei 1960, Batujajar, Bandung, Jawa Barat itu.

“Kita harus bersyukur bila makan dan tidur masih enak dan nyenyak. Karena yang dikatakan sehat itu bugar badan, jiwa, sosial dan spiritual,” pria yang kini rajin olahraga bersepeda ini menegaskan.

Karena, “Pensiun itu retired. Retired itu beristirahat. Yang jelas, melanjutkan membina keluarga dulu.”

Suami dari Dra. Endah Esti Hartanti Ningsih ini sangat asyik dengan mainan barunya, yakni anak dari Dimas dan Dr. Anindita Rivylarasati yang berprofesi koas dokter gigi. Ade Supandi dikaruniai dua orang anak, masing-masing putra putri. Andaru Dhimas Nugraha Vidianto, mengikuti jejak sang ayah sebagai Perwira Angkatan Laut.

“Pola makan, semua jenis makanan boleh dimakan asal jangan berlebihan. Jangan terlalu banyak mikir, stres yang akan membebani otak,” demikian Ade Supandi memberi kiat sehat.

Antara lain, kalau lagi tidur dan bangun jangan langsung berdiri dan jalan, tetapi duduk dulu beberapa saat, baru jalan. “Biar jangan kena serangan jantung,” ujar Ade.

Olah raga jalan pagi sangat baik untuk kesehatan selama 50 menit. Minimal 1 minggu 3x. Ade pun setuju dengan resep seorang dokter yang menyebutkan, tidak olah raga berat. Perlu menu makanan harian yang tepat, bergerak badan memadai, stres terkendali, serta chek up kesehatan secara rutin.

Ade Supandi yang sibuk di sektor kebudayaan, juga disebut menjadi sosialpreneur bersama sang istri, yang membangun klinik harga murah tapi layanan prima, laiknya pasien VIP.

“Kita harus bersyukur bila makan dan tidur masih enak dan nyenyak. Karena yang dikatakan sehat itu bugar badan, jiwa, sosial dan spiritual,” pria yang kini rajin olahraga bersepeda ini menegaskan.

Redaksi
the authorRedaksi

Tinggalkan Balasan

Translate »