NasionalTokoh

Sultan Najamudin: “Bengkulu Adalah Pengabdian.”

Calon Senator, Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD-RI) no 31

Sultan Najamudin: "Bengkulu Adalah Pengabdian."
1.59KViews

Sultan Najamudin: "Bengkulu Adalah Pengabdian."Sultan Najamudin: "Bengkulu Adalah Pengabdian."Sultan Najamudin: "Bengkulu Adalah Pengabdian."

MATRANEWS.id — Masyarakat Bengkulu masih terkenang dengan kepemimpinan Sultan B. Najamudin, mantan Wakil Gubernur Bengkulu.

Besok, tanggal 17 April 2019, dari emak-emak hingga kaum milenial bersiap menusuk calon senatornya, untuk Provinsi Bengkulu.

Dari sekian nama kandidat Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Sultan yang masuk radar rakyat Bengkulu, versi pooling di kawasan Bumi Raflesia.

Semata karena pengabdian dan keterpanggilan dia sebagai putra daerah. Sultan diketahui sudah pernah anggota DPD RI pada rentang waktu 2009-2013 untuk mengurusi komisi hubungan luar negeri.

Belum genap 30 tahun Sultan ia sudah menjadi anggota DPD-RI. Ia juga dipercaya sebagai Ketua Panitia Hubungan Antar Lembaga DPD RI. Posisi ini terbilang cukup prestisius karena mewakili Indonesia di dunia internasional, hampir separoh negara di dunia ini sudah didatanginya.

Pria kelahiran Anggut, 11 Mei 1979 itu juga pernah menjadi ketua KNPI Provinsi Bengkulu, kemudian namanya juga tercatat di beberapa pengurus organisasi diantaranya KONI, Kadin DKI Jakarta, Parfi dan lainnya.

Usia yang muda, tak menghalanginya terus berkarya di dunia politik, membangun jejaring di nasional maupun internasional.

Memiliki basis masa loyal yang susah untuk berpindah ke lain hati. Sosoknya yang mudah akrab dan ramah membuatnya mudah diterima semua kalangan masyarakat Provinsi Bengkulu.

Karena memang, Sultan punya sejarah yang lekat di Bengkulu. Ia cucu pendiri Bengkulu. Sang kakek, Sultan Yakoeb Bachtiar, tokoh sentral terbentuknya Provinsi Bengkulu.

Berita Menarik :  Ryamizard Ryacudu Ajak Asosiasi Media Digital (AMD) Indonesia Berperan Aktif di Bangsa ini

Adik kandung mantan Gubernur Bengkulu, Agusrin Maryono Najamuddin itu selalu berprestasi menjadi juara kelas. Selama SMA sudah menunjukkan kepiawaiannya berorganisasi dengan menjadi empat kali Ketua OSIS.

Merantau ke Jakarta, bersama sang kakak Agusrin M Najamudin dia berjuang, bertahan hidup sekaligus mengejar takdir.

Berbagai jenis usaha dia jalani. Tidur di masjid bukan hal baru lagi selama dia berjuang di Jakarta. Dia pernah menjadi penjual makanan dan tukang AC keliling. Berkat kegigihannya, Sultan akhirnya menjadi pengusaha sukses yang menangani usaha bertaraf nasional dan internasional.

Pemimpin Perusahaan Majalah HealthNews, yang merupakan bagian dari United Nations On Drug and Crime (UNODC-Badan Dunia PBB), kerja sembari kuliah. Menyelesaikan pendidikan S1 di Universitas Indonesia (UI) dan melanjutkan program master di bidang sosial dan politik.

Di diri Sultan, mengalir darah dari berbagai suku. Ada darah Rejang, Padang dan Selatan. Sang kakek adalah keturunan langsung kerajaan Pagaruyung Padang. Sementara saudara kakeknya banyak yang berdarah Rejang.

Meskipun asli putra daerah, Sultan tidak canggung berkomunikasi dan bertindak layaknya masyarakat Jawa. Bahkan banyak orang dari suku Jawa menilai Sultan lebih Jawa dari orang Jawa.

Maklum saja karena sejak kecil dia bergaul dengan masyarakat Jawa. Anak angkat ayahnya semuanya warga tranmigrasi. Sementara kakaknya beristrikan orang Jawa bahkan dari golongan ningrat Jawa.

Pengusaha multitalenta ini sibuk mengembangkan Healthnews, berbasis digital. Ia sudah menyiapkan bisnis digital, urusan kesehatan dikaitkan dengan Financial tecnology (Fintech). Tapi, bila kelak dipilih menjadi senator, anggota DPD, Sultan sudah menyiapkan semuanya dengan baik, apa yang sudah diprogram.

Berita Menarik :  Mantan KSAL, Ade Supandi Menikmati Libur Alam Pedesaan

“Buatku, Bengkulu adalah pengadian,” ujar Sultan Najamudin, menegaskan. Pria yang dikenal idealis, bersih dan berpengalaman ini mohon suport dan doa-nya. “SBN is back, kembali mengabdi,” paparnya dengan sikap santun.

baca juga: majalah MATRA edisi cetak — klik ini —

Sultan Najamudin: "Bengkulu Adalah Pengabdian."

Sultan Najamudin: "Bengkulu Adalah Pengabdian."

Sultan Najamudin: "Bengkulu Adalah Pengabdian."

Konvergensi Majalah MATRA

Tinggalkan Balasan

Translate »