MATRANEWS.id — Pemilik Rumah Retret Kristen di Sukabumi Sumbangkan Rp 100 Juta dari Kang Dedi Mulyadi (KDM) untuk Bangun Masjid
Berbagi kasih. Di tengah luka dan duka akibat aksi perusakan rumah retret oleh massa intoleran, muncul secercah harapan dan kasih yang menyentuh hati seluruh bangsa.
Adalah Maria Veronica Nina, pemilik vila retret di Kampung Tangkil, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, yang menjadi korban pengrusakan saat kegiatan retret siswa Kristen.
Dan, alih-alih membalas kebencian dengan amarah, ia justru menunjukkan teladan luar biasa: menyumbangkan dana Rp 100 juta dari Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi (KDM) untuk membangun masjid di lingkungan sekitar.
Keputusan yang menggetarkan nurani ini disampaikan oleh Jongki Dien (56), penjaga vila sekaligus perwakilan keluarga Maria Veronica, Rabu (2/7/2025).
“Saya Jongki Dien, penjaga vila di sini, mengatasnamakan Ibu Maria Veronica Nina, menyampaikan terima kasih atas perhatian Pak Dedi Mulyadi. Bantuan itu, atas kebesaran hati beliau, akan disumbangkan untuk pembangunan masjid atau musala di sekitar RT 02, Cidahu,” ujarnya.
Langkah ini sontak menuai pujian dari berbagai kalangan. Di tengah panasnya isu intoleransi, tindakan ini menjadi oase perdamaian dan simbol nyata toleransi antarumat beragama.
Seperti diketahui, sebelumnya Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menyalurkan bantuan Rp 100 juta sebagai bentuk solidaritas atas perusakan vila milik Maria Veronica oleh sekelompok massa saat acara retret pemuda Kristen.
“Dana ini bentuk kepedulian agar masalah ini bisa diselesaikan dengan baik, tidak menimbulkan konflik berkepanjangan dan tetap menjaga harmonisasi antarwarga,” ujar Dedi Mulyadi saat berkunjung ke lokasi pada Senin (30/6/2025).
Namun keputusan pihak keluarga Maria untuk mengalihkan dana bantuan itu ke pembangunan masjid sungguh tak terduga.
Dalam pernyataannya, Jongki juga menegaskan bahwa mereka akan berkoordinasi dengan tokoh masyarakat setempat agar bantuan tepat sasaran.
“Kami akan musyawarahkan dengan pengurus masjid dan warga. Ini bentuk kasih yang ingin kami sampaikan kepada saudara-saudara Muslim di sini,” ungkapnya penuh haru.
Dari Luka Menjadi Cinta
Langkah penuh cinta dari Maria Veronica dan keluarganya ini menjadi tamparan halus bagi para pelaku intoleransi. Mereka membuktikan bahwa iman sejati melahirkan kedamaian, bukan permusuhan.
Netizen di media sosial pun ramai-ramai mengangkat kisah ini. Tagar #DariLukaMenjadiCinta dan #ToleransiSukabumi menjadi trending.
Banyak yang menilai bahwa aksi ini layak menjadi pelajaran toleransi nasional dan contoh nyata bagaimana perbedaan keyakinan tidak boleh menghalangi persaudaraan.
“Luar biasa. Mereka tidak hanya memaafkan, tapi juga memberi. Ini yang disebut kasih dalam tindakan. Semoga viral dan menjadi inspirasi bangsa,” tulis seorang pengguna X (Twitter).
Keteladanan yang Menyatukan
Di tengah gelombang berita yang sering mengangkat sisi kelam intoleransi, kisah dari Sukabumi ini menjadi cahaya terang. Bahwa masih ada mereka yang memilih memeluk saudaranya meski baru saja dijatuhkan.
Maria Veronica Nina dan keluarga, melalui donasi masjid ini, telah membangun lebih dari sekadar tempat ibadah – mereka sedang membangun jembatan hati.
- https://www.hariankami.com/hukum-kami/23615487261/pemilik-rumah-retret-kristen-di-sukabumi-sumbangkan-rp-100-juta-dari-kdm-untuk-bangun-masjid









