MUSDA I DPD ARUN Jakarta

MATRANEWS.id MUSDA I DPD ARUN Jakarta

Di sebuah sudut kuliner yang ramai di kawasan Peninggaran, Jakarta Selatan, suasana Orangebox Food Corner sore itu terasa berbeda.

Bukan sekadar pertemuan santai, melainkan rapat strategis yang penuh semangat. Puluhan anggota Dewan Pimpinan Daerah Aliansi Rakyat Untuk Nusantara (DPD ARUN) Daerah Khusus Jakarta (DKJ) berkumpul, merumuskan langkah-langkah besar menuju agenda penting:

Musyawarah Daerah (Musda) I dan Dialog Publik bertajuk “Mewujudkan Asta Cita Menuju Indonesia Emas 2045”.

Lebih dari Sekadar Seremoni

“Kegiatan ini adalah titik tolak konsolidasi gerakan rakyat yang berorientasi pada penguatan hukum dan demokrasi. Kami ingin melibatkan berbagai pemangku kepentingan untuk berbicara secara terbuka dan solutif,” tegas Ketua Panitia Musda, M. Deka Sapei, dengan mata berbinar penuh optimisme.

Pernyataan Deka bukanlah basa-basi. Musda ini dirancang bukan sebagai forum seremonial belaka, melainkan sebagai momentum mengokohkan arah organisasi dan memperkuat jejaring advokasi rakyat di ibu kota.

Terlebih, isu-isu seputar hukum, demokrasi, dan keadilan sosial kini menjadi tantangan serius di tengah dinamika sosial politik Jakarta yang kian kompleks.

Deretan Nama Besar di Panggung Dialog

Musda I DPD ARUN DKJ yang digelar di Hotel Sofyan, Jakarta Pusat, menjanjikan diskusi publik yang bernas.

Deretan tokoh nasional hadir dalam rapat persiapan: Parlindungan Rumohorbu (Badan Intelijen Negara), DR. Suhardi, SH, MH (ahli pertahanan), Brigjen (Purn) Erwin Chahara, SH (Penasehat Khusus Presiden Bidang Politik dan Keamanan), serta DR. Bob Hasan, MH (Ketua Badan Legislasi DPR RI).

Diskusi nantinya akan dipandu oleh SS Budi Raharjo MM, Ketua Asosiasi Media Digital Indonesia (AMDI).

Kehadiran nama-nama besar ini menegaskan bahwa Musda bukan hanya agenda internal, melainkan jembatan dialog publik lintas sektor.

“Kami ingin mengundang beragam perspektif, bukan hanya dari politisi dan akademisi, tetapi juga aktivis sosial serta pimpinan OPD Jakarta,” tambah Deka.

Pelantikan Pengurus: Awal Babak Baru

Agenda puncak Musda I adalah penetapan dan pelantikan pengurus baru DPD ARUN DKJ. Menurut Ketua DPD ARUN DKJ, Paisal Sangadji, langkah ini bukan semata-mata memenuhi amanat Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), tetapi juga bagian dari pembaruan kepemimpinan.

“Kami ingin menghadirkan struktur kepemimpinan yang mampu menjawab tantangan zaman serta menjangkau berbagai lapisan masyarakat secara lebih efektif,” ujar Paisal.

Rangkaian acara akan ditutup dengan pelantikan pengurus baru oleh Ketua Umum DPP ARUN, Dr. Bob Hasan, MH, yang juga Anggota DPR RI sekaligus Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI.

Pelantikan ini menjadi tonggak arah baru organisasi yang lebih solid dan memiliki daya dorong tinggi dalam advokasi hak-hak masyarakat.

Jakarta, Etalase Demokrasi

Sebagai ibu kota negara, Jakarta memiliki peran sentral dalam menentukan arah kebijakan nasional. Tidak mengherankan bila ARUN menempatkan Musda DPD DKJ sebagai momentum penting.

Paisal Sangaji, Ketua DPD ARUN DKJ, menegaskan, “Jakarta adalah pusat pemerintahan dan simbol kebangsaan. Kita harus menjadi teladan dalam mengawal demokrasi yang berpihak kepada rakyat.”

Dengan jaringan di 34 provinsi, ARUN dikenal konsisten memperjuangkan keadilan sosial, demokrasi partisipatif, dan perlindungan hak-hak dasar rakyat.

Kehadiran ARUN di Jakarta dipandang strategis untuk memastikan suara masyarakat tersalurkan dengan baik dan kebijakan pemerintah lebih responsif terhadap kebutuhan warga.

Jejak Kesuksesan di Berbagai Daerah

Musda DPD ARUN DKJ ini menyusul sukses pelaksanaan Musda serupa di Kalimantan Tengah, Lampung, Bali, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Gorontalo, dan Jawa Tengah.

Setiap Musda membawa warna dan keunikan tersendiri, tetapi satu benang merah yang sama: memperkuat konsolidasi internal dan memperluas peran advokasi rakyat.

Dengan mengusung visi Asta Cita dan semangat Indonesia Emas 2045, ARUN ingin mengokohkan posisinya sebagai garda terdepan advokasi rakyat di tengah arus perubahan zaman yang begitu cepat.

Menatap Indonesia Emas 2045

Musda I DPD ARUN DKJ bukan hanya tentang pelantikan pengurus baru atau diskusi satu hari. Ia merupakan perjalanan panjang untuk menjawab tantangan pembangunan, supremasi hukum, dan penguatan demokrasi menuju Indonesia yang lebih adil dan inklusif.

Seperti dikatakan Deka dalam rapat persiapan, “Musda ini adalah tentang masa depan. Tentang bagaimana kita bisa menjadi bagian dari sejarah menuju Indonesia Emas 2045.”

Dengan semangat kolektif dan visi besar yang diusung, Musda I DPD ARUN Jakarta diharapkan menjadi batu loncatan penting dalam mewujudkan cita-cita luhur bangsa—Asta Cita menuju Indonesia Emas yang berdaulat, adil, dan sejahtera.