Catatan Dirgayuza Setiawan Tentang Sepatu Kets Ibu Nanik Deyang, Kepala BGN yang Baru Ditunjuk Presiden Prabowo

MATRANEWS.id Sepatu Kets Bu Nanik S Deyang.  Artikel diambil dari Catatan Dirgayuza Setiawan
(Asisten Khusus Presiden Prabowo Subianto)

#BadanGizinNasional #MBG #NanikSDeyang #DirgayuzaSetiawan

Di balik perjalanan panjang dua dekade perjuangan Bapak Prabowo Subianto, ada satu sosok perempuan yang selalu mencuri perhatian lewat ketangguhan dan kesederhanaannya.

Beliau adalah Ibu Nanik S. Deyang.

Bagi orang-orang terdekat yang telah lama bersamanya di jalan pengabdian ini, Bu Nanik bukanlah sosok yang mengejar sorotan, melainkan sosok yang mengejar solusi.

Kisah ini bermula sekitar tiga belas tahun yang lalu, tepat menjelang Pemilu 2014.

Di sudut kantor redaksi The Politics di kawasan Menteng, sebuah perjumpaan yang awalnya dikira akan berjalan singkat justru mengalir menjadi diskusi hangat berjam-jam yang ditemani secangkir kopi.

Saat itu, Bu Nanik duduk sebagai Pemimpin Redaksi.

Dari percakapan panjang hari itu, lahirlah salah satu wawancara paling membekas bersama Bapak Prabowo.

Jika dikenang kembali hari ini, ada rasa merinding yang menyelinap; gagasan-gagasan besar yang kala itu terdengar seperti angan-angan yang jauh, kini perlahan mewujud menjadi kenyataan di depan mata.

Namun, dedikasi seorang Nanik Deyang tidak pernah sudi dibatasi oleh meja redaksi.
Hatinya terlalu peka untuk sekadar berdiam diri.

Ia adalah seorang penggerak sejati.

Ketika ia melihat ketidakadilan, ia melangkah maju.

Ketika nyawa Wilfrida Soik terancam hukuman mati, ia ikut pasang badan.

Ketika para pengayuh becak lanjut usia kelelahan menantang zaman, ia menggagas becak listrik untuk meringankan peluh mereka.

Dan saat negara memanggilnya mengabdi sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, ia sendirilah yang turun tangan, menyusuri sudut-sudut wilayah untuk memastikan kelayakan dapur-dapur Program Makan Bergizi Gratis.

Tetapi, dari deretan panjang dedikasi dan jabatannya, ada satu hal yang paling melekat di ingatan rekan-rekan seperjuangannya.

Bukan wibawa posisinya, melainkan sepasang sepatu ketsnya.

Sepatu kets sederhana itulah yang menjadi saksi bisu langkahnya turun ke dapur yang panas, meninjau sekolah-sekolah di pelosok, mendengarkan keluh kesah para petugas, dan mencari jalan keluar dari setiap kebuntuan.

Pernah ada satu momen yang tak terlupakan.

Suatu ketika, beliau mendadak dipanggil ke Istana Negara untuk menerima penghargaan langsung dari Presiden.

Waktu yang begitu mendesak membuatnya terpaksa membeli sepotong baju batik secara terburu-buru di bandara.

Tidak ada waktu untuk berdandan, apalagi mengganti alas kaki.

Hari itu, di tengah kemegahan dan karpet merah Istana yang gemerlap, sepatu kets yang bersahaja itu tetap melekat setia di kakinya.

Bagi mereka yang memahaminya, pemandangan itu justru memancarkan keistimewaan yang amat dalam. Sebuah pesan tanpa suara bahwa tanda kehormatan tertinggi sejatinya bukanlah seberapa mengkilap medali yang disematkan di dada, melainkan seberapa dalam jejak langkah yang ditinggalkan di lapangan untuk rakyat.

Tadi malam, ketika Ibu Nanik Deyang akhirnya dipercaya mengemban amanah baru yang lebih besar sebagai Kepala Badan Gizi Nasional, memori tentang sepatu kets itu kembali memanggil.

Sepasang alas kaki itu seakan menjadi pengingat yang mengharukan: bahwa Ibu Pertiwi selalu merindukan lahirnya lebih banyak pemimpin perempuan yang tak pernah segan mengotori kakinya di lapangan, untuk memastikan harapan rakyat benar-benar tuntas menjadi kenyataan.

Catatan Dirgayuza Setiawan Tentang Sepatu Kets Ibu Nanik Deyang, Kepala BGN yang Baru Ditunjuk Presiden Prabowo Artikel diambil dari Catatan Dirgayuza Setiawan (Asisten Khusus Presiden Prabowo Subianto)

#BadanGizinNasional #MBG #NanikSDeyang #DirgayuzaSetiawan