MATRANEWS.ID – Di tengah hiruk-pikuk industri musik Indonesia yang sering diwarnai tema percintaan klise, Maysha Jhuan hadir dengan warna berbeda lewat single terbarunya berjudul Setidaknya.
Lagu ini bukan sekadar curhat cinta, tetapi potret jujur tentang perjuangan mempertahankan hubungan yang perlahan kehilangan kejelasan.
Dirilis pada 9 Mei 2025, bertepatan dengan hari ulang tahun Maysha, Setidaknya langsung mencuri perhatian berkat liriknya yang mengaduk perasaan.
Ditulis oleh Ade Govinda, musisi yang dikenal mahir merangkai emosi dalam lagu, karya ini sukses membawa pendengar masuk ke dalam ruang batin seseorang yang mencoba bertahan, tapi akhirnya harus menyerah dengan berani. (9/5/2025)
“Setidaknya aku pernah berjuang, setidaknya ingin kau juga berjuang,” begitu kutipan lirik yang menggambarkan rasa sakit sekaligus kelegaan.
Lagu ini bukan tentang menang atau kalah, tetapi tentang keikhlasan setelah usaha yang tulus.
Ini adalah pengakuan bahwa ada saatnya melepaskan bukan berarti menyerah, tapi justru bentuk cinta yang paling jujur.
Perasaan itu makin kuat saat disampaikan melalui vokal khas Maysha Jhuan.
Nada-nada yang ia lantunkan tak hanya enak didengar, tapi juga membawa bobot emosional yang jarang ditemui dalam lagu pop masa kini.
Lagu ini menyasar mereka yang pernah berada dalam hubungan abu-abu—dimana harapan jadi racun, dan kepastian tak pernah benar-benar datang.
Maysha menjelaskan, “Lagu ini sangat personal. Aku ingin pendengar merasa tidak sendirian.
Kadang, kita memang harus menyuarakan luka agar bisa sembuh.”
Suara Kejujuran dalam Musik Pop
Dalam belantara musik digital yang semakin cepat berubah, Setidaknya tampil menonjol bukan karena beat yang catchy, melainkan kejujuran yang ditawarkan.
Lagu ini tidak dibungkus metafora berlebihan atau drama murahan.
Ia bicara apa adanya—bahwa cinta tak selalu berujung bahagia, dan tak semua perjuangan berbuah manis.
Ade Govinda, yang dikenal lewat karya-karya seperti “Tanpa Batas Waktu”, membawa sentuhan khasnya pada lagu ini.
Bersama William Chow sebagai produser dan Stephan Santoso sebagai mastering engineer, Setidaknya lahir sebagai produk musikal yang matang, rapi, dan emosional.
Dalam produksi, lagu ini juga tak asal jadi. Mixing oleh Jones Roma dan mastering oleh Stephan Santoso menghasilkan kualitas audio yang mumpuni, setara rilisan label-label besar.
Diproduksi di bawah MyMusic Records, lagu ini menunjukkan bahwa Maysha tidak main-main dalam berkarya.
Yang menarik, Setidaknya dirilis dalam format digital di seluruh platform musik dan disertai video klip di kanal YouTube MyMusic Records.
Dengan visual yang menggambarkan kesendirian dan pencarian makna dalam keheningan, klip ini menjadi pelengkap sempurna dari narasi lirik yang dalam.
“Lagu ini juga cerminan kejujuran dalam cinta,” tambah Maysha dalam wawancara singkat.
Perjalanan Karier yang Konsisten dan Mengesankan
Nama Maysha Jhuan bukan nama asing di kalangan penikmat musik Indonesia. Sejak kecil, ia telah mencuri perhatian lewat ajang The Voice Kids Indonesia (2018) dan menembus posisi keempat di X Factor Indonesia (2021). Tapi perjalanan kariernya tidak hanya soal sorotan panggung.
Lahir pada 9 Mei 2006, Maysha tumbuh sebagai remaja yang tidak hanya berbakat di bidang seni, tapi juga berprestasi secara akademik. Saat lulus dari SMP BPK Penabur Serang, ia mencetak nilai sempurna di mata pelajaran Matematika. Kini, ia tengah menempuh pendidikan di jurusan Information Systems, Binus Alam Sutera.
Ia telah merilis beberapa lagu sebelumnya, seperti Ga Boleh Pacaran Dulu (2017), Pakai Hati, Apa Kabar Indonesia, hingga Janji Tak Menangis (2023). Namun, Setidaknya bisa dibilang menjadi karya paling dewasa dan emosional yang pernah ia rilis.
Dengan konsistensi dan kemampuan artistik yang terus berkembang, Maysha Jhuan bukan hanya penyanyi yang menjual suara, tapi juga cerita. Ia adalah seniman muda yang tahu apa yang ingin ia sampaikan, dan bagaimana menyampaikannya.
Menjawab Kebutuhan Emosional Generasi Saat Ini
Di tengah gempuran lagu-lagu cinta yang sering bersandar pada euforia asmara, Setidaknya hadir seperti jeda yang menenangkan. Ia memberi ruang bagi pendengar untuk merenung, berdamai dengan luka, dan mengakui bahwa tidak semua cerita harus berakhir bahagia untuk bisa bermakna.
Karya ini relevan bagi generasi muda yang sedang mencari jati diri dalam hubungan, atau mereka yang mulai menyadari bahwa cinta sehat tak selalu berarti bertahan. Setidaknya memberi representasi emosional bagi pengalaman yang kerap tak terucapkan—terjebak dalam hubungan tanpa kepastian.
Dengan mengangkat tema yang real dan relatable, lagu ini memiliki potensi menjadi lagu penyembuh. Ia tidak menggurui, tapi menemani. Tidak menghakimi, tapi memahami.
Menyuarakan Luka, Menemukan Kekuatan
Setidaknya adalah bukti bahwa musik bisa lebih dari sekadar hiburan. Ia bisa menjadi ruang refleksi, tempat beristirahat dari tuntutan untuk selalu terlihat kuat, dan medium untuk menyuarakan luka yang selama ini diam.
Di tengah budaya populer yang sering menuntut semua harus terlihat sempurna, Maysha Jhuan hadir membawa pesan bahwa rapuh pun punya tempatnya. Lagu ini bukan hanya tentang patah hati, tetapi juga tentang proses menjadi lebih kuat setelahnya.
Bagi pendengar, Setidaknya bisa menjadi pengingat bahwa keberanian tidak selalu tentang bertahan. Terkadang, keberanian adalah ketika kita akhirnya berani melepaskan dan tetap memilih mencintai diri sendiri.
Dengan kualitas produksi yang solid, lirik yang menyentuh, dan pesan yang kuat, Setidaknya pantas mendapat tempat dalam daftar lagu Indonesia paling emosional tahun ini—dan mungkin, paling dibutuhkan juga.







