MATRANEWS.ID – Film dan musik kerap bertemu dalam satu ruang: emosi. Maka ketika “Layar”—lagu hasil kolaborasi antara diva legendaris Titi DJ dan penyanyi bersuara serak nan kuat, Cakra Khan—diperkenalkan sebagai original soundtrack film Siapa Dia, yang disutradarai Garin Nugroho, publik tak hanya disuguhi sebuah lagu, tapi juga perjalanan batin yang menyentuh.
Dirilis resmi pada 16 Mei 2025 oleh MyMusic Records dan Fabis Musik, lagu ini menyingkap kedalaman cinta, pengorbanan, dan kepedihan dalam satu harmoni penuh nuansa. (16/5/2025)
Diproduksi oleh Faizal Lubis dan William Chow, “Layar” membawa napas musikal yang berbeda. Lirik seperti “Belai sayang darimu tak ada lagi” dan “Biar ku hidup dalam semua ceritamu” menyiratkan kehilangan dan kerinduan yang tak tertanggungkan.
Faizal, yang juga menulis lagu ini, menyebut bahwa Layar bukan hanya simbol layar panggung atau layar kehidupan, melainkan nama seorang lelaki yang harus memilih antara dua cinta.
Dalam pernyataannya, Faizal menegaskan bahwa cinta tidak selalu harus diungkap dengan kata-kata, tapi dengan kehadiran dan perhatian yang nyata.
Harmoni Dua Generasi, Dua Emosi
Kolaborasi antara Titi DJ dan Cakra Khan bukanlah sesuatu yang biasa. Masing-masing datang dengan latar musikal yang kuat dan penuh karakter.
Titi, yang telah puluhan tahun malang melintang di industri, menyebut lagu ini sebagai tantangan emosional yang membawa dirinya kembali pada kenangan pahit dan manis.
Sementara bagi Cakra Khan, kekuatan “Layar” terletak pada lirik dan melodi yang menjerat perasaan pendengar sejak bait pertama.
Yang membuat “Layar” lebih istimewa adalah proses rekaman vokal dan orkestrasinya dilakukan di Praha, Republik Ceko. Di kota yang dikenal dengan arsitekturnya yang romantis dan penuh sejarah ini, The City of Prague Philharmonic Orchestra menyuntikkan nyawa klasik ke dalam lagu.
Proses ini dilakukan di Smecky Music Studios, sebuah studio berkelas dunia yang menjadi saksi lahirnya banyak karya musik internasional.
Orkestra digarap dengan tangan dingin Guntur Nur Puspito, sementara aransemen musik dipoles oleh Faizal Lubis dan Arfin Ali Hasan.
Nuansa orkestra inilah yang kemudian menjadi tulang punggung emosional lagu “Layar”, memberikan ruang pada vokal Titi dan Cakra untuk menjelajah berbagai spektrum rasa: dari haru, sesal, hingga pengharapan yang halus.
“Layar” dan Jiwa Film “Siapa Dia”
Lagu ini bukan hanya penghias film, tapi menjadi napas batin dari cerita yang diangkat.
Film Siapa Dia menyoroti kisah cinta antara Rama dan Sinta yang berliku, berlatarkan pembuatan dokumenter dan teater musikal sejarah sinema Indonesia.
Garin Nugroho, sang sutradara, dikenal piawai memadukan visual dan musik menjadi satu kesatuan narasi.
Dibintangi oleh Nicholas Saputra, Amanda Rawles, Ariel Tatum, hingga Happy Salma dan Morgan Oey, film ini membawa kisah cinta ke dalam ruang diskusi budaya dan sejarah.
Di sinilah “Layar” berperan, menyulam kisah cinta para tokoh dengan lapisan emosional yang dalam, sekaligus menjadi pengikat antara cerita dan penonton.
Faizal Lubis menyebut “Layar” sebagai refleksi sempurna dari jiwa film tersebut. “Titi DJ dan Cakra Khan membawa lagu ini ke tingkat emosional yang luar biasa,” ungkapnya dalam sesi perkenalan lagu ini ke media.
Simfoni Kolaborasi Musik dan Visi
Tak dapat dipungkiri, “Layar” adalah contoh ideal bagaimana kolaborasi antara label musik dan seniman bisa menghasilkan karya yang tak hanya layak dengar, tetapi juga layak dikenang.
MyMusic Records dan Fabis Musik membuktikan bahwa lagu soundtrack tidak harus menjadi pelengkap semata.
Melalui pernyataan resmi, Ade Nurulianto selaku A&R MyMusic Records menyebut proyek ini sebagai langkah strategis dalam menghadirkan musik berkualitas dan menyentuh hati.
Di balik layar, lebih dari sepuluh musisi dan teknisi terlibat, mulai dari Gita Roni Chandra sebagai sound engineer dan mixing-mastering, hingga nama-nama seperti Indro Hardjodikoro (bass), Yo Iqball (drum), dan Arfin Ali Hasan (gitar).
Semua bahu-membahu menghadirkan produksi musik yang matang dan berkelas.
Lagu ini telah tersedia di berbagai platform digital, dan video musiknya dapat disaksikan melalui kanal YouTube MyMusic Records.
Kehadiran “Layar” diharapkan bukan hanya sebagai soundtrack, melainkan sebagai pengalaman mendengarkan yang mampu menyentuh sisi terdalam manusia.
Refleksi dan Nilai Tambah: Musik sebagai Ruang Rasa
“Layar” adalah bukti bahwa musik tidak pernah berhenti menjadi ruang untuk merasa dan memahami.
Lagu ini bukan sekadar promosi film atau proyek industri, tapi karya seni yang mengajak kita merenung tentang cinta, kehilangan, dan keputusan yang harus diambil dengan hati yang hancur.
Dalam dunia musik yang sering dibanjiri karya instan, “Layar” muncul sebagai pengingat bahwa kolaborasi, proses yang intens, dan kedalaman emosi adalah formula yang tak lekang oleh waktu.
Ke depan, sinergi seperti ini perlu terus didorong: antara sineas dan musisi, antara suara dan gambar, antara industri dan karya batin.
Bagi pendengar, “Layar” bisa menjadi teman malam sunyi, dan bagi insan kreatif, ia adalah inspirasi.







