Berita  

Nobar Final Piala Dunia di Perbatasan Berlangsung Sukses, ANTARA Hadirkan Semangat Kebersamaan di Sebatik

MATRANEWS.id — Suasana penuh semangat dan kebersamaan mewarnai Rumah Dua Negara di Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, saat warga memadati lokasi untuk mengikuti nonton bareng (nobar) final Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Argentina dan Spanyol.

Kegiatan yang digelar oleh Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA itu berlangsung sukses, aman, dan mendapat sambutan antusias masyarakat perbatasan.

Sejak sore hari, warga dari berbagai desa di Pulau Sebatik mulai berdatangan bersama keluarga.

Tenda yang didirikan di kawasan ikon wisata Rumah Dua Negara dipenuhi masyarakat yang ingin merasakan atmosfer final Piala Dunia secara bersama-sama.

Layar raksasa, tata suara, jaringan internet, hingga pasokan listrik cadangan berfungsi dengan baik sehingga jalannya pertandingan dapat dinikmati tanpa kendala berarti.

Direktur Utama LKBN ANTARA, Beny Siga Butarbutar, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen ANTARA untuk menghadirkan kemeriahan pesta sepak bola dunia hingga ke wilayah perbatasan Indonesia.

“Sepak bola menyatukan banyak orang. Melalui kegiatan ini, ANTARA ingin ikut menghadirkan kemeriahan final Piala Dunia hingga ke wilayah perbatasan dan memperkuat kebersamaan masyarakat,” ujar Beny Siga Butarbutar di Sebatik.

Menurutnya, perbatasan bukan sekadar garis geografis, melainkan ruang hidup masyarakat yang juga berhak merasakan momen-momen besar dunia secara bersama-sama.

Kehadiran nobar ini diharapkan menjadi simbol bahwa perhatian terhadap kawasan perbatasan tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan fisik, tetapi juga melalui kegiatan yang memperkuat rasa kebersamaan dan nasionalisme.

Kesuksesan acara tersebut tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak. Selama hampir sepekan, panitia bersama pemerintah desa, tokoh masyarakat, pemuda, aparat keamanan, serta warga bergotong royong menyiapkan seluruh kebutuhan kegiatan.

ANTARA juga bekerja sama dengan penyedia layanan telekomunikasi untuk memastikan kualitas jaringan internet tetap stabil selama pertandingan berlangsung.

Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal turut merasakan dampak positif kegiatan tersebut.

Puluhan pedagang makanan, minuman, dan produk lokal memadati area nobar sehingga perputaran ekonomi masyarakat meningkat sepanjang malam pertandingan.

“Senang dan bahagia. Ini pertama kalinya ada nonton bareng final Piala Dunia sebesar ini di Sebatik,” ujar salah seorang warga yang datang bersama keluarganya.

Bagi masyarakat Sebatik, malam itu bukan hanya tentang sepak bola. Nobar menjadi ruang perjumpaan warga lintas usia, tempat anak-anak bermain, keluarga berkumpul, dan masyarakat menikmati hiburan bersama di kawasan yang selama ini lebih dikenal sebagai beranda terdepan Indonesia.

Sorak sorai pecah setiap kali peluang tercipta di lapangan. Bendera berbagai negara peserta final berkibar berdampingan dengan Merah Putih.

Di tengah semarak pertandingan, semangat kebersamaan terasa lebih kuat dibandingkan sekadar dukungan kepada tim favorit masing-masing.

Setelah pertandingan berakhir, panitia bersama warga bergotong royong membereskan kursi, menggulung kabel, serta membongkar tenda.

Kegiatan berakhir dengan tertib tanpa insiden berarti, meninggalkan kesan mendalam bagi masyarakat yang berharap kegiatan serupa dapat kembali digelar pada momentum-momentum internasional lainnya.

Nonton bareng final Piala Dunia di Sebatik akhirnya menjadi lebih dari sekadar menyaksikan pertandingan sepak bola.

Acara itu menghadirkan ruang kebersamaan, menggerakkan ekonomi lokal, sekaligus mengingatkan bahwa masyarakat di wilayah perbatasan juga layak menikmati peristiwa-peristiwa besar dunia bersama seluruh rakyat Indonesia.

Di malam ketika dunia menyaksikan laga final Piala Dunia, Sebatik tidak hanya menjadi titik di peta perbatasan.

Pulau itu menjadi ruang di mana semangat persatuan, kegembiraan, dan rasa memiliki terhadap Indonesia hadir dalam bentuk yang sederhana: ribuan warga berkumpul, bersorak bersama, dan pulang membawa kenangan yang akan mereka ingat untuk waktu yang lama.

sumber: https://www.hariankami.com/profile-kami/23617392982/lkbn-antara-gelar-nobar-final-piala-dunia-bersama-warga-di-pulau-sebatik-kabupaten-nunukan-kalimantan-utara