Kolom  

Menguak Alasan di Balik Wanita Bersuami yang Selingkuh dengan Pria Muda atau Suami Orang

Pasangan Anda Sedang Berselingkuh (1)

MATRANEWS.ID – Pernikahan, yang seharusnya menjadi ikatan lahir batin antara dua insan dalam ikrar suci, kini menghadapi tantangan serius.

Di balik lembaran akad dan janji setia, perselingkuhan mengintai dalam senyap, merusak fondasi rumah tangga yang dibangun bertahun-tahun.

Data dari American Sexual Behavior menyebutkan, 14 persen wanita bersuami pernah berselingkuh setidaknya sekali dalam hidupnya.

Angka ini memang lebih rendah dibandingkan pria beristri yang mencapai 22 persen, namun tetap menunjukkan tren mengkhawatirkan.

Fenomena ini menjadi lebih kompleks ketika wanita bersuami memilih selingkuhan dari kalangan pria muda atau bahkan suami orang lain. (20/05/2025)

Penyebab Utama: Bosan dan Seks yang Tak Memuaskan

Banyak wanita bersuami yang terjebak dalam rutinitas pernikahan yang monoton.

Hari-hari yang berlalu tanpa dinamika dan kejutan perlahan menciptakan jurang antara dua pasangan.

“Rasa bosan menjadi pemicu utama,” ujar psikolog keluarga dari Universitas Indonesia, Dr. Indah Kartika, dalam wawancaranya bersama Tempo.

Menurutnya, relasi yang tidak berkembang akan memicu pencarian sensasi dan validasi dari sosok lain.

Tak hanya itu, masalah seksual juga menjadi penyulut.

Dalam studi American Sociological Association (ASA), 67 persen wanita yang berselingkuh mengaku kehilangan gairah seksual dengan pasangannya.

Saat Cinta Pergi, Perpisahan Tak Lagi Menakutkan

Perselingkuhan juga kerap dijadikan jalan keluar diam-diam saat seorang istri tidak lagi mencintai suaminya.

Ketika dialog tak lagi menjadi solusi, dan perceraian selalu ditolak, maka tindakan perselingkuhan dijadikan sebagai alat provokasi untuk mengakhiri hubungan.

“Beberapa istri bahkan berharap suami mengetahui perselingkuhannya agar perceraian bisa segera terjadi,” ujar Ruth Houston, pakar perselingkuhan dan pendiri Infidelity Advice.

Dalam kondisi seperti ini, wanita tidak hanya mencari kepuasan emosional, tapi juga ingin bebas dari pernikahan yang dirasa menyesakkan.

Perselingkuhan sebagai Pelarian dan Rekreasi Emosional

Tidak semua perselingkuhan dilakukan karena konflik.

Bagi sebagian wanita, hubungan gelap memberikan sensasi baru dan menjadi bentuk ‘pelarian emosional’.

Faktor rahasia yang disimpan, perhatian dari orang ketiga, hingga rasa diinginkan kembali, menjadi adiksi tersendiri.

“Perselingkuhan kadang jadi bentuk pelarian dari tekanan hidup, seperti rekreasi psikologis,” jelas Dr. Indah Kartika.

Bahkan ada wanita yang mengaku merasa lebih dihargai oleh pria lain ketimbang suami sendiri.

Cinta Tak Mengenal Status: Ketika Hati Memilih Suami Orang

Lebih mencintai suami orang adalah kenyataan yang pahit namun nyata.

Rasa cinta bisa tumbuh karena faktor empati, kenyamanan emosional, atau pengalaman pahit dengan suami sendiri.

Wanita yang mengalami KDRT, dikekang, atau merasa diabaikan, rentan jatuh hati pada sosok pria lain yang dianggap lebih menghargai.

Namun konsekuensi dari perselingkuhan ini sangat besar, terutama jika pria yang dicintai juga telah beristri.

Alih-alih menemukan kebahagiaan, banyak kasus yang justru berakhir dengan konflik lebih besar dan keretakan dua keluarga sekaligus.

Dampak Sosial dan Psikologis yang Tak Terhindarkan

Perselingkuhan bukan hanya urusan dua orang.

Anak-anak, keluarga besar, hingga lingkungan sosial terkena dampaknya.

Anak yang menyaksikan keretakan rumah tangga akan tumbuh dengan luka batin dan pola pikir yang bisa memengaruhi relasi mereka di masa depan.

Sementara itu, stigma sosial terhadap wanita yang berselingkuh lebih berat dibanding pria, menambah tekanan psikologis bagi pelaku.

Menurut penelitian Journal of Family Psychology, wanita yang terlibat dalam hubungan gelap berisiko tinggi mengalami depresi, stres, dan rasa bersalah kronis.

Analisis dan Refleksi: Mencegah daripada Mengobati

Fenomena ini perlu disikapi dengan bijak dan menyeluruh.

Perselingkuhan bukanlah solusi dari permasalahan rumah tangga.

Dialog terbuka, konseling pernikahan, dan kesadaran diri adalah langkah penting sebelum mengambil keputusan fatal.

Negara, melalui institusi pendidikan dan media, juga harus menguatkan nilai-nilai keluarga sejak dini.

Program literasi pernikahan dan pendidikan emosional bisa menjadi benteng awal bagi generasi muda.

Jika pasangan sudah kehilangan rasa, maka berpisah secara sehat jauh lebih terhormat dibanding menyakiti dalam diam.

Perselingkuhan selalu meninggalkan luka.

Namun pencegahan dan pemulihan dapat dimulai dari keberanian untuk bicara jujur, memperbaiki relasi, dan saling menghargai peran dalam rumah tangga.

FAQ: Pertanyaan yang Sering Diajukan

  1. Apa penyebab utama wanita bersuami berselingkuh dengan pria lain?
    Rasa bosan, masalah seksual, dan kurangnya komunikasi emosional adalah penyebab utama.
  2. Apakah perselingkuhan wanita lebih berisiko daripada pria?
    Dari segi sosial dan psikologis, wanita cenderung mendapat stigma lebih berat dibanding pria.
  3. Kapan biasanya wanita mulai berselingkuh dalam pernikahan?
    Umumnya pada usia pernikahan 6-10 tahun, saat fase rutinitas memuncak.
  4. Apakah semua wanita yang selingkuh ingin bercerai?
    Tidak selalu. Beberapa hanya mencari pelarian emosional atau perhatian.
  5. Apa dampak perselingkuhan terhadap anak?
    Anak bisa mengalami trauma, kehilangan kepercayaan, dan tumbuh dengan pola relasi tidak sehat.
  6. Apa tindakan terbaik jika pasangan ketahuan selingkuh?
    Dialog terbuka, konseling, dan evaluasi hubungan adalah langkah awal yang disarankan.
  7. Mengapa wanita selingkuh dengan suami orang?
    Karena faktor kenyamanan, perhatian lebih, atau trauma dari pernikahan sendiri.
  8. Bagaimana cara mencegah perselingkuhan dalam pernikahan?
    Komunikasi terbuka, menjaga keintiman, dan berusaha memahami kebutuhan pasangan.
  9. Apa tanda-tanda istri berselingkuh?
    Perubahan perilaku, jarak emosional, dan rahasia yang makin banyak.
  10. Apakah perselingkuhan bisa dimaafkan?
    Tergantung pada kesiapan kedua pihak, proses pemulihan, dan nilai-nilai dalam hubungan mereka.