MATRANEWS.id — Dari Pasar Bumi Serpong Damai, Qodari Bicara Optimisme Ekonomi
Di sela aktivitasnya pada hari libur, Qodari juga menyempatkan diri mengunjungi Pasar Modern BSD City.
Ia mengaku senang melihat aktivitas perdagangan berlangsung ramai.
“Senang melihat aktivitas berjalan dengan baik dan lancar. Pedagang berjualan, pembeli berbelanja, dan suasana pasar terasa hidup.”
Menurutnya, geliat aktivitas di pasar menjadi indikator penting bahwa roda ekonomi masyarakat terus bergerak.
“Semoga usaha para pedagang di pasar semakin maju dan ekonomi masyarakat terus bergerak ke arah yang lebih baik,” ujarnya.
KaBakom RI Muhammad Qodari: MBG Tetap Berjalan, Pemerintah Pilih Evaluasi Ketimbang Hentikan Program
Di tengah polemik mengenai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali memanas.
Di tengah derasnya kritik terhadap pelaksanaan di lapangan, pemerintah akhirnya memberikan penegasan: MBG tidak akan dihentikan. Yang dilakukan adalah evaluasi dan penyempurnaan.
Penegasan itu disampaikan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI), Muhammad Qodari, yang menilai berbagai persoalan dalam pelaksanaan program merupakan bagian dari proses implementasi kebijakan berskala nasional, bukan alasan untuk membatalkannya.
“Program ini merupakan bagian dari visi dan janji kampanye Presiden yang telah disampaikan kepada masyarakat sebelum pemilihan. Setelah memperoleh mandat rakyat, pemerintah berkewajiban melaksanakan komitmen tersebut,” ujar Qodari.
Menurut dia, MBG memiliki legitimasi demokratis karena menjadi salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang telah memperoleh mandat rakyat melalui pemilihan umum.
Pemerintah Pilih Perbaiki, Bukan Menghentikan
Sejumlah kalangan sebelumnya mendesak pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh setelah muncul berbagai persoalan, mulai dari distribusi makanan, kesiapan penyedia layanan, hingga mekanisme pengawasan.
Namun pemerintah menegaskan, solusi yang dipilih bukan menghentikan program, melainkan memperbaiki tata kelola agar manfaatnya semakin optimal.
“Evaluasi harus dilakukan terus-menerus. Kritik merupakan bagian penting dari proses penyempurnaan kebijakan,” kata Qodari.
Ia menegaskan pemerintah membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat, akademisi, organisasi masyarakat sipil, media, hingga lembaga pengawas untuk memberikan masukan terhadap pelaksanaan MBG.
Seluruh kritik tersebut, menurutnya, akan menjadi bahan evaluasi dalam memperkuat sistem distribusi, meningkatkan kualitas pelayanan, serta memperbaiki mekanisme pengawasan.
Program Raksasa yang Terus Disempurnakan
MBG merupakan salah satu program sosial terbesar pemerintahan Presiden Prabowo yang menyasar anak-anak sekolah, balita, serta kelompok rentan untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat.
Pemerintah berharap program tersebut mampu menekan angka stunting, mengurangi masalah kekurangan gizi, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia dalam jangka panjang.
Meski demikian, besarnya cakupan program membuat pelaksanaannya melibatkan koordinasi lintas kementerian, pemerintah daerah, hingga ribuan mitra penyedia makanan di berbagai wilayah Indonesia.
Kompleksitas tersebut dinilai menjadi tantangan utama selama fase implementasi.
Karena itu, pemerintah menegaskan fokus saat ini bukan mengubah arah kebijakan, melainkan memperkuat sistem pelaksanaan agar setiap anggaran yang digunakan benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Bagi pemerintah, mandat politik yang diberikan rakyat kepada Presiden Prabowo tidak hanya berarti hak untuk memimpin pemerintahan, tetapi juga kewajiban untuk merealisasikan program-program yang telah dijanjikan kepada publik.
Artinya, di tengah berbagai kritik yang terus bergulir, satu hal dipastikan pemerintah: MBG akan tetap berjalan—dengan evaluasi sebagai jalan penyempurnaan, bukan penghentian.











