Sultan Najamudin Gaungkan ‘Green Democracy’ di Depan Para Dubes Saat HUT DPD RI ke-21

MATRANEWS.id Sultan Najamudin Gaungkan “Green Democracy” di Depan Para Dubes Saat HUT DPD RI ke-21

Suasana Minggu pagi di kawasan Gelora Bung Karno berbeda dari biasanya.

Udara Jakarta yang sering sesak oleh asap kendaraan seolah menipis, berganti dengan semangat ribuan langkah kaki yang bergerak serempak dari Plaza Timur.

Sebanyak 25.538 peserta tumpah ruah mengikuti Green Democracy Fun Walk, kegiatan jalan santai yang digagas Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI sebagai puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-21 lembaga tersebut.

Bersama anggota DPD dan para Dutabesar, Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin berjalan dengan topi dan kaus hijau bertuliskan Green Democracy.

Sekitar 25 lebih masyakat lintas profesi, lintas generasi komuitas, daerah bahkan lintas negara.

Acara yang baru pertama kali dihelat DPD RI itu bukan hanya sekadar kegiatan olahraga. Di sela kegiatan, Sultan juga menanam pohon damar bersama para duta besar dan pejabat negara, di antaranya Menko Pangan Zulkifli Hasan, Wamenpora Taufik Hidayat, serta Kepala BKN Prof. Zudan Arif Fakrullah.

Sambil tersenyum, Sultan mengutip pesan Rasulullah SAW yang sering ia jadikan panduan etika kepemimpinan: “Jika kiamat terjadi besok, dan di tanganmu ada bibit pohon, maka tanamlah.” Menurutnya, menanam adalah bentuk iman terhadap masa depan.

“Green Democracy mengajarkan pemimpin untuk menanam nilai, gagasan, dan tindakan yang membawa kehidupan. Politik harus kembali punya roh—bukan sekadar kekuasaan, tapi tanggung jawab terhadap bumi dan generasi yang akan datang,” ujarnya.

Ada 21 pohon damar ditanam. “Hari ini kami tidak hanya berjalan bersama rakyat, tetapi juga menanam harapan. Demokrasi hijau adalah demokrasi yang menyelamatkan bumi,” kata Sultan disambut tepuk tangan para peserta dan tamu undangan.

Konsep Green Democracy yang diperkenalkan Sultan bukan sekadar jargon politik ramah lingkungan.

Dalam pidatonya di hadapan para duta besar negara sahabat seperti Chile, Belarus, dan perwakilan negara lain, Sultan menjelaskan bahwa gagasan ini adalah upaya untuk “mendinginkan” demokrasi Indonesia yang kerap memanas di tahun-tahun politik.

“Green Democracy bukan sekadar tentang lingkungan, tapi tentang jiwa bangsa yang hidup selaras dengan alam dan nilai.

Ketika politik kehilangan nilai, yang lahir adalah kerakusan. Ketika pembangunan kehilangan keseimbangan, yang tumbuh bukan kemajuan, tapi kerusakan,” ujar Sultan, tokoh muda asal Bengkulu yang belakangan banyak disebut sebagai motor intelektual di balik kebijakan inovatif DPD.

Dari Green Democracy Menuju Green Parliament

Sultan menegaskan, konsep Green Democracy akan menjadi pijakan arah baru kelembagaan DPD RI.

“Dari Green Democracy, kami akan turunkan menjadi Green Parliament, Green Legislation, Green Diplomacy, hingga Green Economy dan Green Education. Karena masa depan demokrasi harus bersinergi dengan masa depan bumi,” kata mantan Wakil Gubernur Bengkulu itu.

Di dalam Parlemen, DPD RI memang sedang mendorong lahirnya sejumlah rancangan undang-undang yang menempatkan isu lingkungan sebagai prioritas kebangsaan.

Salah satu di antaranya adalah RUU Pengelolaan Perubahan Iklim, yang digadang-gadang menjadi payung hukum strategis untuk mengorkestrasi kebijakan lintas sektor terkait krisis iklim.

Selain itu, empat RUU usulan DPD yang masuk dalam Prolegnas 2025 mencakup RUU Pemerintah Daerah, RUU Masyarakat Hukum Adat, dan RUU Daerah Kepulauan—semuanya dirancang dengan semangat desentralisasi yang memperhatikan ekosistem sosial dan alam daerah.

“Dunia tidak boleh hanya memanfaatkan isu iklim untuk keuntungan ekonomi. Regulasi setingkat undang-undang harus ada untuk mengatur arah dan moral pembangunan,” kata Sultan menyebut Senator juga ada program Senator peduli pangan.

Funwalk Green Democracy DPD RI memiliki tujuan yang sederhana, yakni memasyarakatkan atau mensosialisasikan eksistensi Dan peran lembaga DPD RI serta gagasan Green Democracy.

Green Democracy adalah gagasan inovasi politik yang mendorong tercapainya tujuan-tujuan bernegara secara berkebudayaan Dan berkelanjutan.

“Kegiatan seperti ini adalah bagian dari Pendidikan politik lembaga DPD RI sebagai institusi demokrasi. Dengan Green Democracy kami ingin menjelaskan Bahwa DPD RI adalah lembaga legislatif yang mewakili semua entitas di daerah, baik masyarakat daerah, pemerintah daerah hingga sumber daya hutan beserta semua kekayaan biodiversity di Daerah,” tegasnya.

Mantan wakil Gubernur Bengkulu itu menyampaikan apresiasi kepada semua element bangsa yang turut mengambil bagian dalam kegiatan perdana lembaga DPD RI itu.

Mari kita dukung terlibat aktif pada semua program prioritas pemerintahan president Prabowo Subianto.

Alhamdulillah hari ini kita menunjukan kepada Dunia bahwa bangsa kita bisa rukun, bisa guyub Dan mampu timbuh di tengah tantangan multidimensional. Karena modal utama pembangunan adalah kekompakan Dan persatuan semua element bangsa” ungkapnya.

Turut hadir pada kegiatan tersebut Kepala BKN, Wakil Menteri Pemuda Olahraga Taufiq Hidayat beberapa Kepala Daerah dan puluhan Duta Besar Negara Sahabat.

Bahwa demokrasi, seperti halnya pohon, hanya akan tumbuh kuat bila akarnya menancap dalam di bumi yang dijaga bersama.