Gaya hidup

Berendam di Toya Devasya, Bali.

392Views

MATRANEWS.id — Indahnya Danau Batur yang dikelilingi oleh Gunung Batur. Langit biru dan hijaunya pegunungan terasa melembutkan hati untuk mensyukuri alam ciptaan Tuhan ketika melihat jernihnya air danau.

Tempat ini memiliki dua tempat kolam renang, dan paling favorit adalah kolam renang air panas yang letaknya tepat bersebelahan dengan Danau Batur, dan berhadapan dengan Gunung Abang.

Posisinya sangat tepat menghadap langsung ke arah pemandangan alam. Air panas yang digunakan oleh Toya Devasya merupakan air panas alami dari pegunungan langsung, sehingga air tidak berbau dan tidak berwarna.

Sejauh mata memandang dari dekat kolam, Toya Devasya memberikan kenyamanan bagi pengunjung untuk melakukan aktivitas berendam di air panas. Kolam yang menghadap Danau Batur, lebih diminati oleh pengunjung untuk berendam daripada kolam lainnya.

Di pinggir kolam ada patung-patung gajah yang memuncratkan air panas sehingga tak sedikit yang memanfaatkan untuk “spa punggung” yaitu jatuhnya air digunakan untuk memijat punggung dan kepala. Kepenatan dan keltihan badan terasa hilang setelah

Penggemar sepeda gunung atau perahu kano pun bisa dilakukan di lokasi Toya Devasya ini.

Jam buka Toya Devasya untuk kolam air panas dari jam 07:00 – 21:00. Rata-rata wisatawan menghabiskan waktu di Toya Devasya sekitar 2,5 jam dan waktu paling ramai pada pukul 14:00. Lokasi Toya Devasya berdekatan dengan lokasi Batur Natural Hot Spring. Kira-kira berjarak 120 meter selelah anda melewati lokasi Batur Natural Hot Spring.

Alamat dari Toya Devasya berada di Jalan Puri Bening, Toya Bungkah, Batur Kintamani, Kabupaten Bangli.

Andai Anda memilih hotel di kawasan tempat wisata Kuta Bali, untuk mencapai lokasi dari pemandian air panas Toya Devasya akan menempuh jarak 80 kilometer. Dengan perkiraan waktu tempuh kurang lebih 2,5 jam perjalanan. Hal yang membuat waktu perjalanan lama, akibat dari lokasi Toya Devasya berada di daerah pegunungan dengan jalan berliku-liku dan kontur jalan naik turun.

Redaksi
the authorRedaksi

Tinggalkan Balasan

Translate »