Selasa, Agustus 20, 2019
Hotline Kerjasama-Iklan 0816-1945288 eksekutifmatra@gmail.com
Hukum

BPN Prabowo Tantang AM Hendropriyono

40.4KViews

MATRANEWS.id — Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, meminta Hendropriyono tidak ikut-ikutan mengurusi masalah keamanan di Indonesia.

BPN menilai tawaran Eks Kepala BIN, AM Hendropriyono, meminjamkan anjing-anjingnya ke aparat. Dalam konteks aksi 22 Mei 2019, jika benar-benar terjadi dan berjalan brutal, tidak diperlukan.

“Tidak perlu pihak luar. Tidak perlu ada anjing. Kepolisian dan aparat keamanan sudah sangat cukup. Yang lain, tidak usah ikut-ikutan,” kata juru debat BPN Prabowo-Sandiaga, Saleh Partaonan Daulay kepada wartawan, Senin (20/5/2019).

Menurut Saleh, aparat kepolisian sudah sangat cukup untuk melakukan tugas pengamanan tanpa bantuan dari pihak luar.

Pihak BPN juga menyentil Hendropriyono yang menurutnya dekat dengan pihak Istana. Namun, Hendro tidak memiliki posisi yang jelas dalam memberikan pernyataan.

“Pak Hendro itu kan sipil, sama dengan warga lainnya. Belakangan, banyak pernyataannya yang nadanya seakan masih menjabat. Walau dekat dengan Istana, namun tidak jelas kapasitas dan posisinya ketika memberikan pernyataan, termasuk soal tindakan pengamanan ini,” ujar Saleh.

Pernyataan Abdullah Mahmud Hendropriyono itu disebut Saleh, seakan merendahkan kemampuan aparat kepolisian.

Jika warga sipil diberi kewenangan untuk ikut campur masalah keamanan, politikus PAN itu khawatir warga lain juga akan menawarkan diri dan membuat keadaan menjadi berantakan.

“Lagi pula, pernyataan itu seakan merendahkan kemampuan kepolisian kita. Padahal, sudah terbukti kepolisian sangat profesional dalam menangani urusan penyampaian pendapat dan aspirasi,” ungkap Saleh.

“Kalau warga sipil diberikan kewenangan ikut campur, dikhawatirkan pihak sipil lainnya pun akan menawarkan diri. Ya justru itu yang akan bikin berantakan,” Saleh menegaskan.

Sebelumnya, Hendropriyono memamerkan anjing-anjing peliharaannya. Dia mengatakan siap meminjamkan anjing-anjingnya ke aparat keamanan jika aksi 22 Mei 2019 benar-benar ada dan aksi itu ricuh.

“Anjing itu saya punya pribadi. Turun kalau perlu. Habis untuk apa? Saya tidak mau kasih tahu (ada permintaan pinjam anjing dari polisi atau tidak). Kalau diperlukan mengatasi brutal itu,” ujar Hendropriyono usai Musyawarah Besar Kaum Muda Indonesia di Gedung Djoeang 48, Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat, Minggu (19/5).

baca juga: majalah MATRA edisi cetak — klik ini —

Redaksi
the authorRedaksi

Tinggalkan Balasan

Translate »