Budi Waseso Diangkat Kembali Menjadi Dirut Bulog

Buwas Diperpanjang Jabatannya

Budi Kongkow, yang satu Budi Waseso yang satu lagi Budi Raharjo.

MATRANEWS.id — Budi Waseso Diangkat Kembali Menjadi Dirut Bulog.

Dikutip dari akun Instagram resmi @perum.bulog disebutkan Budi Waseso diangkat sesuai dengan Keputusan Menteri BUMN nomor SK-91/MBU/04/2023 tanggal 27 April 2023 Tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota-anggota Direksi Perum Bulog.

“Segenap keluarga besar Perum Bulog mengucapkan selamat kepada bapak Budi Waseso yang telah diangkat kembali menjadi Direktur Utama Perum Bulog,” tulis pengumuman di akun Instagram Perum Bulog, dikutip Sabtu (29/4/2023).

Dalam sebuah wawancara khusus, Budi Waseso yang kini diangkat kembali menjadi Dirut Bulog sudah siap jika tak diangkat lagi menjadi orang satu di Bulog.

Siapa yang sangka, pria yang rajin merawat ayam, bahkan sudah menyiapkan kuburan untuk diri dan keluarganya.

Selain berburu, Buwas mengaku gemar membersihkan rumah.

“Pokoknya hari libur kita manfaatkan untuk hal-hal yang positif dan produktif.  Misalnya membersihkan rumah. Ya, saya ikut menata dan membereskan  rumah karena itu pekerjaan yang harus dilakukan juga.”

Ia juga senang merawat ayam. Bagi Buwas, suara kokok ayam-ayam peliharaannya membuatnya merasa seperti tengah berada di kampung halamannya, Parenggan, Pati, Jawa Tengah.

“Jadi, saya merawat ayam di depan dan di belakang. Kadang-kadang,  kalau pagi, dia berkokok, serasa saya ada di kampung halaman,” ucap Buwas.

Di halaman depan rumahnya itu memang terlihat tiga sangkar beserta tiga ayam jantan berwarna putih di dalamnya.

Selain itu, tampak beberapa tanaman dengan dedaunan hijau menghiasi depan rumahnya.

Meski lama tinggal di kota besar, Buwas mengaku masih merindukan suasana kampung halamannya di Pati. “Saya kan orang dari kampung. Jadi suasana kampung sangat saya rindukan,” ucap pria yang ternyata
juga sudah menyiapkan “rumah masa depan” ini.

Ya, Buwas sudah menyiapkan lebih dulu kuburan daripada rumah pribadi.

Total ada lima kaveling yang sudah dipesan. Itu untuk dia, istri, dan tiga  anaknya.

Apa alasan Buwas memilih menyiapkan kuburan lebih dulu daripada rumah? Ternyata itu didasari kejadian yang pernah menimpa kerabatnya sendiri.

Banyak kisah mereka yang meninggal dunia secara mendadak.

Buwas pun membantu proses pemakaman mereka. Tindakan yang awalnya disambut gusar oleh keluarga besar, khususnya sang istri, itu kini menjadi bukti betapa Buwas adalah orang yang cakap
dalam mempersiapkan segala hal, termasuk kematiannya.

Bukan tanpa alasan Buwas memilih mendahulukan kaveling tanah kuburan ketimbang rumah. Dua kejadian yang dialami keluarganya saat menghadap Sang Khalik menjadi pengingatnya.

“Akhirnya, saya berpikir dan berbicara dalam hati, semua ini bisa terjadi pada siapa pun, kapan pun, di mana pun.”

“Maka saya harus mempersiapkan segalanya dengan baik. Itulah keikhlasan yang harus
dibangun terus-menerus,” ujarnya dengan tatapan menenangkan.

Tinggalkan Balasan